The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Pemandangan indah



Malam semakin larut. Bahkan semua orang tampak sudah terlelap di dalam tenda nya masing-masing.


Begitu pun dengan Cleo, wanita itu juga terlelap di dalam tenda nya. Tapi tidak dengan sang suami.


Pria itu terlihat sedang sibuk menyiapkan sesuatu, dia juga membuat kopi dan memasukkan nya kedalam termos kecil.


Lalu dia mulai menata barang-barang yang sudah dia siapkan kedalam tas ransel nya.


Dia melihat kearah jam tangan mahal yang melingkar di tangan nya.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Pria itu bergegas masuk dan mengguncang tubuh sang istri yang tampak sangat nyenyak dalam tidur nya.


" Beby ... bangunlah."


Wanita itu menggeliat dan mengerjapkan matanya. Dia melihat kearah sang suami yang ada di hadapannya.


" Ada apa? apa ini sudah pagi?" tanya Cleo dengan suara seraknya.


Reza tersenyum dan mengecup bibir wanita itu.


" Kita akan mendaki," sahut Reza.


" What!!! tapi ini masih gelap, Beby. Dan aku masih sangat mengantuk," sahut Cleo malas.


Reza tersenyum dan menarik tangan Cleo agar beranjak dari tidurnya.


" Ayo cepat, atau aku akan meninggalkan mu sendiri disini," kata Reza sambil menarik tangan Cleo keluar dari tenda.


Wanita itu mengikuti kemauan sang suami meskipun dia sangat mengantuk dan sangat malas untuk mengikuti ajakan sang suami.


Reza mengambil tas ransel yang sudah dia siap kan. Lalu dia menggandeng tangan sang istri dan mulai berjalan meninggalkan tempat perkemahan itu.


Cleo mengikuti langkah sang suami sambil sesekali menguap karena dia memang sangat mengantuk.


Karena cuaca di malam itu terang benderang, jadi Reza tak perlu menggunakan penerangan apapun tapi dia juga sudah membawa alat penerang itu untuk persediaan.


Kondisi jalan yang semakin terjal tak membuat Reza patah arang ataupun menyerah. Dia seakan ingin menunjukkan sesuatu yang indah pada sang istri.


Dia terus menggandeng tangan Cleo dengan erat. Hingga 45 menit sudah perjalanan mereka namun mereka tak kunjung sampai ke tempat yang di tuju.


" Beby ..." panggil Cleo dengan nafas yang ngos-ngosan.


Mendengar suara sang istri membuat Reza menghentikan langkahnya dan menoleh kearah sang istri.


" Kau lelah?" tanya Reza sambil menangkup wajah lelah sang istri.


Wanita itu mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


" Bisakah kita beristirahat sebentar? aku benar-benar lelah, Beby."


Reza menatap wajah Cleo yang masih terlihat cantik meskipun dalam kondisi remang-remang.


" Tidak bisa, Beby. Kita akan melewatkan sesuatu yang indah jika kita berhenti," sahut Reza.


Lalu pria itu memindahkan ranselnya ke depan dadanya. Dia berbalik dan berjongkok di hadapan Cleo.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Cleo heran.


" Naiklah ke punggung ku, Honey. Aku akan menggendong mu," kata Reza.


" Apa kau tak lelah?" tanya Cleo.


" Tidak. Naiklah cepat!"


Cleo langsung naik ke punggung sang suami dan melingkar kan kakinya ke perut Reza dan melingkar kan tangan nya di leher kokoh pria itu.


Reza berjalan dengan menggendong tubuh sang istri di belakang punggung nya. Karena dia memang biasa olah raga dan mendaki seperti ini, membuat tubuhnya tak merasakan lelah yang berarti.


Dia terus berjalan hingga 25 menit berlalu.


" Sebenarnya kita akan kemana, Beby?" tanya Cleo penasaran.


" Kita akan ke puncak, Honey," sahut Reza.


" Hanya ke puncak? kita bahkan bisa melakukan pendakian ini besok pagi, Honey," sahut Cleo yang memang tak tahu apa tujuan sebenarnya Reza mengajak nya mendaki di pagi buta seperti ini.


" Kau akan tahu nanti, Beby."


" Apa kau tak lelah?" tanya Cleo.


" Tidak," sahut Reza singkat karena dia fokus dengan jalanan yang ada di depannya.


" Apa aku tidak berat?" tanya Cleo lagi.


" Tidak. Kau sangat enteng dan seperti tak mengangkat beban apapun," sahut Reza asal.


PLAKK


Cleo memukul lengan Reza. Dan pria itu hanya terkekeh.


" Turunkan aku, Beby. Aku sudah tak lelah," kata Cleo yang melihat jalanan yang cukup terjal dan semakin naik.


" Kau yakin? ini masih belum sampai, dan jika kau lelah lagi aku tak akan menggendong mu," sahut Reza tanpa menghentikan langkah kakinya.


" Iya. Aku yakin dan aku ingin cepat sampai karena sangat penasaran dengan apa yang ada di atas sana," sahut Cleo.


" Baiklah."


Reza menurunkan sang istri. Lalu mereka melanjutkan perjalanan nya.


Reza menggenggam erat tangan Cleo karena jalanan yang cukup sulit. Bahkan mereka harus sedikit memanjat agar sampai ke puncak.


Cleo tampak bersemangat dan tak mengeluh meskipun dia mulai merasa lelah. Dia sangat penasaran dengan apa yang ingin di tunjukkan oleh sang suami dan ingin cepat sampai di puncak.


Hingga 35 menit berlalu. Mereka melewati jalan terakhir yang terdapat bebatuan besar dan harus memanjakan bebatuan itu agar sampai.


Reza menarik tangan Cleo yang mulai memanjat dan akhirnya mereka sampai di puncak tepat pada pukul 5 pagi.


Cleo tersenyum sambil mengedarkan pandangannya di hamparan rumput hijau yang ada di atas puncak.


Reza menggandeng tangan Cleo menuju ke pinggiran puncak. Suasana masih gelap karena matahari belum menampakkan sinarnya.


Lalu Reza melepaskan ransel nya. Dia menggelar sebuah kain tebal yang akan menjadi alas untuk mereka duduk.


Cleo tersenyum dan duduk di atas kain itu. Reza mengeluarkan gelas kertas yang dia bawa dan menuangkan kopi di gelas itu.


Lalu dia ikut bergabung dengan sang istri dan memberikan kopi itu pada Cleo.


" Thank you, Beby."


Reza hanya tersenyum dan duduk di samping sang istri.


Mereka menikmati kopi panas itu bersama.


" Kau yang membuat kopi ini?" tanya Cleo.


" Hmmm ... kau suka?" tanya Reza.


" Ya. Ini enak," sahut Cleo lalu mengecup bibir sang suami.


Lalu Reza meletakkan kopinya. Dia membenarkan posisi Cleo duduk dan membuat wanita itu menselonjor kan kakinya.


Pria itu mulai mendarat kan kepalanya di atas paha sang istri sambil melihat wajah cantik Cleo.


Mereka mengobrol ringan di sana sambil melihat pemandangan yang tersaji di depan nya.


Lalu Reza mengalihkan pandangannya saat matahari mulai terbit dari balik danau yang ada di depannya.


" Lihat lah. Sang mentari sudah muncul."


Cleo menatap kearah matahari yang mulai terbit. Senyum cantik nya mengembang sambil menatap takjub pandangan yang begitu indah yang muncul di hadapan nya.


" It's so beautiful," kata Cleo lirih.


Reza tersenyum dan ikut menatap kearah pemandangan itu.


" Kau suka?" tanya Reza.


" Aku sangat menyukai ini, Beby. Thank you," sahut Cleo tanpa mengalihkan pandangannya.


Reza bangkit dan menarik tangan Cleo untuk berdiri. Mereka menatap pemandangan indah itu bersama dengan Reza yang memeluk Cleo dari belakang.