
" MASUKK!!"
Mendengar perintah dari sang majikan, Milea langsung membuka pintu kamar itu. Dia melihat kearah Edo yang berdiri di samping ranjang sambil fokus dengan ponselnya.
Pria itu tak mengenakan baju nya dan hanya bertelanjang dada. Milea terpaku dan meneguk saliva nya saat melihat dada bidang serta lengan kekar Edo.
Peluh masih membasahi tubuh kekarnya dan itu menambah kesan seksi di mata Milea. Edo melirik kearah Milea yang masih terpaku di ambang pintu.
" Masuk dan letakkan kopi itu di meja!"
Milea tersadar dan kan menundukkan pandangan nya.
" B-baik Tuan."
Wanita itu berjalan kearah sofa dan meletakkan secangkir kopi itu di meja yang ada di dekat sofa.
Lalu dia melihat kearah Edo yang masih menatap kearah ponsel nya.
' Oh my. Dia sangat hot, benar-benar pria idaman,' batin Milea kembali terpesona oleh ketampanan Edo.
Edo berbalik dan berjalan menuju sofa. Milea langsung mengalihkan pandangannya kearah lain saat Edo berjalan kearah nya.
Pria itu duduk di sofa dan langsung menyeruput kopi buatan Milea.
Lalu dia melihat kearah Milea yang masih berdiri di tempat nya.
" Disana walkin closet nya, kau harus menyiapkan setelan kerja ku setiap pagi. Dan setelah aku pergi kau juga yang harus merapikan kamar ini. Kau mengerti?"
Milea lekas menganggukkan kepalanya semangat. Lalu dia mengedar kan pandangan nya kesegala sudut kamar itu yang terlihat sangat berantakan.
" Dia tampan, tapi jorok. Kamar nya sangat berantakan," gumam Milea.
" Apa kau bilang?" tanya Edo yang mendengar sedikit perkataan Milea.
" Eh ... Tidak ada, Tuan."
Edo langsung beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi.
" Siapkan dulu pakaian ku sebelum kau membereskan kamar ini," ucap Edo dan langsung menutup pintu kamar mandi.
Milea menghela nafasnya dan berjalan kearah walking closed. Dia mengedarkan pandangannya di ruangan itu dan membuka semua pintu lemari yang melingkar.
Wanita itu tampak mengamati segala sudut di lemari raksasa itu. Seolah dia sedang menghafal dimana saja letak pakaian formal dan non formal Tuan nya.
Lalu tangan nya bergerak untuk menjangkau sebuah jas yang berwarna silver dan meletakkan di meja yang ada di tengah ruangan itu.
Lalu dia memilih beberapa kemeja beserta celananya dan lengkap dengan dasinya.
Wanita itu tampak memilih dan mencocokkan baju-baju yang sudah dia pilih.
" Sepertinya ini cocok. Dan Tuan tampan itu akan semakin tampan jika sudah memakai setelan ini," gumam Milea.
Dia mengembalikan beberapa baju yang tadi dia keluarkan. Lalu dia merapikannya.
Wanita cantik itu juga berjalan kearah rak dan memilih sepatu mana yang akan di pakai oleh tuannya.
Setelah itu dia langsung menggunakan alat pelicin pakaian agar pakaian itu tidak kusut.
" Done. Aku seperti seorang istri yang tengah menyiapkan pakaian suaminya," gumam Milea sambil terkekeh.
" Tapi tunggu! Bagaimana kalau dia tidak cocok dengan pakaian yang aku pilih? apa aku harus memilih beberapa?" gumam Milea.
" Tidak perlu!"
Milea langsung tersentak kaget mendengar suara bariton Edo.
Wanita itu menoleh dan langsung membelalakkan matanya saat melihat penampilan Edo yang hanya melilit kan handuk di bagian bawah tubuhnya.
Sontak Milea langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa kau menutup wajah mu?" tanya Edo heran.
Pria itu berjalan mendekat kearah Milea hingga membuat Milea berjalan kebelakang sambil menutup wajah nya.
" Saya malu jika harus melihat penampilan Anda, Tuan."
Edo terkekeh saat mendengar ucapan dari pelayan wanita yang cantik itu.
" Tapi tadi kau terus menatapku saat aku hanya memakai celana training ku," sahut Edo.
" Itu berbeda, Tuan. Saya ... saya hanya takut jika handuk itu terlepas dari tubuh Anda," sahut Milea dan membuat Edo tertawa.
" Kalau begitu keluarlah sebelum aku membuka lilitan handuk di tubuhku!"
Milea langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dan dengan langkah yang terburu-buru hingga menabrak meja.
Edo terkekeh sambil menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Milea yang menjadi hiburan untuk nya di pagi hari.
" Bereskan dulu kamar ku sebelum kau keluar!!" teriak Edo.
" Baik Tuan!" sahut Milea semangat.
Wanita itu memunguti pakaian Edo yang berserakan di lantai dan juga merapikan semua barang yang ada di kamar itu.
" Apa dia tak bisa meletakkan pakaian nya ke ranjang kotor sendiri? kenapa ini ada disini? kamar ini seperti kapal pecah dan seperti tak terawat. Apa tidak ada pelayan yang berani membereskan kamar ini sebelum nya?"
" Atau hanya Bibik Neli yang bisa membereskan semua ini? oh God ... sepertinya aku akan sangat sibuk di hari-hari berikutnya. Apa aku harus mengomel pada Tuan tampan itu?"
" Huuuft ... ini terlalu berantakan." gumam Milea sambil membereskan kamar yang memang sangat berantakan itu.
Bahkan ada beberapa tisu yang berceceran di lantai. Dan Milea memunguti semua sampah di kamar itu.
" Bukankah ada tempat sampah di kamar ini? sejorok inikah Tuan tampan itu? pantas saja tidak ada wanita yang mau menjadi istrinya. Mungkin tidak akan ada yang kuat jika dia se jorok ini," gumam Milea lagi.
Edo mendengar semua ocehan Milea. Dan dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Milea bergerak cepat dan dalam sekejap kamar itu kembali rapi dan bersih.
" Hmmm ... kalau begini kan enak di lihat nya," gumam Milea sambil menyemprotkan pengharum ruangan.
Edo keluar dari ruangan walking closed dan dia begitu terkejut saat melihat kamar nya sudah rapi dan bersih.
' Lumayan juga kerjanya. Meskipun sedikit cerewet,' batin Edo.
" Tuan, saya akan keluar dan menyiapkan makan pagi Anda," ucap Milea.
" Hmmm ..." sahut Edo.