The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Kemarahan Edo



Kini pesawat yang di tumpangi Edo sudah mendarat di bandara internasional tepat pukul 8 malam.


Pria itu turun dari pesawat dan langsung masuk kedalam mobil yang sudah menunggu nya. Perlahan mobil itu berjalan meninggalkan bandara.


Edo memutuskan untuk ke hotel terlebih dahulu karena dia merasa lelah. Dia memutuskan untuk menghampiri kediaman Reza, besok pagi.


.


.


Sementara itu. Di ruangan kerja Reza, pria itu sedang menopang dagunya dengan kedua punggung tangan nya.


Tatapan tajam nya mengarah ke depan dan kening nya berkerut serta rahang nya yang mengetat.


Pria itu terlihat sedang berpikir keras. Dia sangat takut jika Edo akan membawa pergi Cleo dari nya.


Tok tok tok


Terdengar pintu yang di ketuk. Reza lekas menegakkan tubuhnya dan lekas membuka suara nya untuk menyuruh seseorang itu untuk masuk.


CEKLEK


Pintu itu terbuka dengan perlahan. Reza menatap seseorang yang mulai muncul dari balik pintu.


" Cleo," gumam Reza.


Wanita itu menatap kearah Reza yang tengah menatapnya. Dia menutup kembali pintu nya dan lekas melangkah kan kakinya menghampiri meja Reza.


Mereka saling menatap dan tak ada yang membuka suara.


" Boleh aku duduk?" tanya Cleo.


" Hmmm ... duduklah," sahut Reza.


Cleo menarik kursi yang ada di seberang meja Reza. Lalu dia lekas mendarat kan bokongnya ke kursi itu.


" Apa yang membuat mu kemari?" tanya Reza dengan nada dingin nya.


" Aku ingin membawa Bryan berlibur ke negara x. Aku merindukan kakak ku."


Reza menatap Cleo dengan intens. Keningnya berkerut dan rahang nya mengeras sempurna.


" Apa kau yang sudah menghubungi Edo?" sahut Reza.


" Tidak. Dia yang menghubungi ku, dan aku hanya mengatakan bahwa aku ingin berlibur dengan nya sementara," sahut Cleo.


" Pantas saja. Dia pasti curiga," sahut Cleo.


" Apa maksudmu?" sahut Cleo mengerutkan keningnya.


" Edo sedang dalam perjalanan kemari, mungkin sekarang dia sudah sampai."


" Secepat itu?" sahut Cleo.


Lalu mereka sama-sama terdiam. Hubungan mereka tak kunjung membaik. Dan masih enggan untuk saling terbuka.


Reza menyimpan perasaan pada wanita itu. Tapi dia tak pernah menampakkan perasaan nya sedikit pun pada wanita itu.


" Bagaimana kalau Edo datang untuk menjemput mu?" tanya Reza dengan nada yang terdengar sendu di telinga Cleo.


" Aku tahu ke khawatiran mu, aku tidak akan meninggalkan Bryan sampai kapanpun," sahut Cleo dengan yakin.


" Kau tidak tahu apa yang bisa di lakukan oleh kakak mu itu. Dia pasti akan membawamu secara paksa!"


Cleo tampak berpikir. Sekarang dia tahu kecurigaan Reza.


' Kakak pasti sudah tahu apa yang terjadi pada ku,' batin Cleo.


.


.


Ke esokan harinya. Saat Cleo dan Reza ingin masuk kedalam mobil untuk mengantarkan Bryan sekolah.


Ada sebuah mobil sport memasuki gerbang dan berhenti di samping mobil milik Reza.


Reza yang sudah mengenal mobil milik siapa itu, hanya menatap nya. Dia mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil nya.


Dia kembali menutup pintu mobilnya begitu pun juga dengan Cleo.


" Kalian mau berangkat?" tanya Edo berusaha bersikap biasa saja karena masih ada Bryan disana.


" Uncle ... kau ingin menjemput kami?" tanya Bryan.


" Ya. Apa kau sudah siap? tapi bukannya kau sudah libur panjang? kenapa masih memakai seragam sekolah?" tanya Edo berlutut di hadapan Bryan.


" Ya. Hari ini hari terakhir ku masuk sekolah, Uncle. Dan mulai besok aku sudah mulai libur," sahut Bryan.


" Hmmm ... Baiklah," sahut Edo.


Lalu pria itu menatap kearah Cleo dan Reza secara bergantian.


" Aku ingin bicara dengan kalian!"


Reza tertegun. Dia menelan saliva nya saat tatapan mata nya bertumpu dengan tatapan tajam Edo.


Cleo yang mengerti dengan hal itu langsung menyuruh Nani untuk menemani Bryan ke sekolah dan di antar oleh supir.


" Sayang ... Momy akan menyiapkan koper mu untuk kita liburan, jadi hari ini kau ke sekolah dengan Nani saja, boleh kan?" tanya Cleo berlutut di hadapan Bryan.


" Iya, mom. Itu tak masalah," sahut Bryan tersenyum.


" Terimakasih, sayang."


Cleo mencium kening Bryan dan mengantar kan Bryan masuk kedalam mobil bersama Nani.


Dia melambaikan tangannya saat mobil itu mulai meninggalkan halaman mansion.


Sementara Edo langsung berjalan dengan langkah lebar nya masuk kedalam mansion. Sangat terlihat jika dia sedang menahan amarahnya.


Bahkan Cleo pun menyadari hal itu.


" Huuuft ... mungkin akan ada perang sebentar lagi," gumam Cleo berjalan di belakang 2 pria itu.