The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Kedatangan Edo



Ke esokan harinya.


Edo sudah ada di negara itu. Dia langsung menemui Reza untuk membawa nya ke gudang tempat dia menyekap Edwin.


" Senang bertemu dengan mu lagi, Ed."


Edo tak menjawab dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan Reza.


Reza bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sofa tempat Edo berada.


" Kau tak membawa wanita ku?" tanya Reza yang memang sengaja memancing emosi Edo.


Edo menatap tajam kearah Reza.


" Urusan ku kesini untuk melihat dimana kau menyekap tawanan ku. Dan bukan untuk membahas hal itu," sahut Edo dingin.


" Aku tidak akan membawa mu kesana, jika kau masih bersikeras untuk memisahkan aku dan Cleo. Kau yang membuat kami terjalin hubungan dan kenapa kau juga yang akan memisahkan kami!!" tegas Reza.


BRAKK


Edo menggebrak meja yang ada di hadapannya.


" Jangan campur kan masalah itu dengan masalah ini!!" bentak Edo.


" Kenapa? bukankah itu semua ada sangkut pautnya dengan masalah ini? kau yang membuat semuanya menjadi serumit ini, Ed!" teriak Reza yang sudah tak bisa menahan emosinya karena sudah sangat merindukan Cleo.


" Kal ... bawa dia ke gudang markas!!" tegas Reza dan langsung meninggalkan ruangan nya.


Edo menatap kepergian Reza. Lalu dia ikut keluar dari ruangan itu.


Reza sudah menyusun strategi yang cukup licik agar bisa mengetahui keberadaan Cleo.


Dia langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung meninggalkan perusahaan.


Edo juga masuk kedalam mobil nya dan langsung menuju tempat dimana Edwin di sekap.


.


.


Entah apa yang dia lakukan pada Edwin kala itu hingga membuat wanita paruh baya itu masuk kedalam jeruji besi dengan waktu yang cukup lama.


Menurut Edo hukuman yang tepat untuk saat ini pada Edwin hanyalah menjebloskan dia kedalam penjara.


Dia ingin cepat menyelesaikan masalah itu agar dia bisa langsung kembali ke negara nya.


Saat dalam perjalanan menuju bandara. Ponsel Edo berbunyi, Pria itu langsung mengambil benda pipih itu dan segera menggeser tombol berwarna hijau hingga membuat panggilan itu tersambung.


" Hallo ..."


" Bos. Tuan Reza sudah ada di sini!"


Edo tak terkejut karena dia sudah mengira hal ini akan terjadi. Namun bukannya dia marah malah dia tersenyum penuh misteri.


' Hmmm ... Besar juga nyalimu, Reza.' Batin Edo.


" Biarkan saja," sahut Edo.


" Dia menanyakan keberadaan Nona Cleo, Bos."


" Tapi, dia tak mau pergi dari perusahaan sebelum dia mengetahui keberadaan Nona Cleo," sahut Grey.


" Biarkan saja. Dia tak selemah itu, biarkan saja dia disana."


Edo langsung memutuskan panggilan itu dan meletakkan kembali ponselnya.


Drt drt


Satu notifikasi masuk kedalam ponsel nya dan Edo langsung membuka nya.


" Aku akan segera menemukan Cleo, dan aku akan langsung membawanya pergi jika kau tak kunjung memberi tahu dimana dia berada."


Tulis Reza di pesan singkat nya.


" Hah ... dia mengancam ku," gumam Edo tersenyum smirk membayangkan wajah kesal Reza.


Lalu dia mengingat saat beberapa kali dia melihat raut wajah Cleo yang tampak sendu semenjak di pisahkan dari Reza.


Hal itu membuat Edo kembali berpikir tentang hubungan adiknya bersama Sahabat tengilnya itu.


" Apa aku harus segera mempertemukan mereka?" gumam Edo.


" Ya. Aku harus segera mempertemukan mereka agar semua masalah ini kelar."


.


.


Reza masih menunggu di ruangan kerja Edo meskipun jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Dia sudah bertekad ingin membicarakan hal ini pada Edo agar dia bisa kembali bertemu dengan Cleo.


Sementara itu. Cleo sedang dalam perjalanan menuju perusahaan sang kakak karena dia sudah memasak untuk makan malam mereka.


Dia berniat ingin memberikannya kejutan pada Edo dengan datang langsung ke perusahaan nya.


Senyum cantik Cleo tersungging saat dalam perjalanan menuju perusahaan itu. Wanita cantik itu menatap kearah luar jendela dan melihat pemandangan orang yang masih sangat ramai di luar sana.


Hingga akhirnya mobil yang di tumpangi Cleo berhenti tepat di depan lobby perusahaan.


Wanita itu keluar saat sang supir membukakan pintu mobil untuk nya.


" Terimakasih, Paman."


Dia berjalan dengan senyum cantiknya masuk kedalam gedung milik keluarga nya itu. kondisi Perusahaan masih tidak terlalu sepi dan Cleo langsung masuk kedalam lift khusus yang langsung membawanya menuju lantai dimana ruangan Edo berada.


Ting


Pintu lift terbuka. Dia langsung keluar dan berjalan menuju pintu ruangan Edo. Dia melihat cahaya dari ruangan itu dan dia pikir Edo ada disana.


CEKLEK


" KA...KAAK!!"


Cleo terpaku saat melihat seseorang yang berdiri di hadapannya.