
Reza berdiri dan menatap wanita yang berdiri di ambang pintu. Mereka hanya terpaku dan tak ada yang memulai obrolan.
Tatapan mereka saling bertumpu dan tak terasa buliran bening jatuh dari sudut mata indah Cleo.
Dia menjatuhkan paperbag yang dia bawa dan dia langsung berlari kearah Pria yang berdiri di hadapannya.
Reza tersenyum tipis sambil mengulurkan kedua tangannya saat Cleo berlari menghampiri nya.
Lalu Cleo melompat kedalam pelukan Pria yang sudah sangat dia rindukan. Mereka berpelukan lama dan Reza mendekap erat tubuh wanita nya.
Cleo menangis dalam pelukan itu. Reza memeluk erat tubuh Cleo dan sedikit mengangkat nya.
" I love you. I love you s much," kata Reza sambil mengecup ceruk leher Cleo dan menghirup wangi tubuh Cleo yang sangat dia rindukan.
Grey melihat hal itu karena pintu ruangan masih terbuka. Dia memotret pertemuan dramatis itu dan langsung menutup pintunya.
Dia mengirim kan foto itu pada Edo. Dan langsung pergi dari depan pintu ruangan Edo.
Cleo melepaskan pelukannya. Dia menangkup wajah tampan Reza dan melihat kearah seluruh tubuh kekar Reza.
" Kau tidak apa-apa? kau baik-baik saja, kan?" tanya Cleo yang sangat mencemaskan Reza kala dia meninggal kan pria itu saat dalam keadaan yang babak belur.
" Aku baik-baik saja, Honey."
Reza menangkup wajah cantik Cleo dan mengusap air mata yang masih mengalir di pipi halus nya.
" I Miss you. Kau tahu, aku bagaikan orang gila saat kau tak ada di samping ku. Aku tak bisa menemukan keberadaan mu dan itu cukup membuat ku frustasi," kata Reza dan langsung menciumi seluruh wajah Cleo dan kembali memeluk nya.
" I Miss you to," sahut Cleo yang kembali menetes kan air matanya.
Ya. Selama di pisahkan oleh Edo, Cleo tak bisa melupakan Reza dan terus memikirkan sang suami.
Bahkan ingin sekali dia kabur dan kembali pada Reza namun tak bisa dia lakukan karena Edo menugaskan anak buahnya untuk menjaga Cleo.
.
.
Edo yang baru saja tiba di bandara. Menerima pesan singkat dari Grey. Dia mengambil ponselnya dan langsung membuka pesan yang masuk.
' Mereka sudah bertemu? itu bagus,' batin Edo.
Lalu dia mulai naik dan masuk kedalam pesawat pribadi nya.
.
.
Kini Reza dan Cleo sudah tiba di mansion tempat tinggal Edo dan Cleo.
" Jadi selama ini kau di sekap di sini?" tanya Reza sambil berjalan menuju pintu utama mansion.
" Ya. Dan kakak mengganti ponsel ku secara diam-diam. Hingga aku tak bisa menghubungi mu," sahut Cleo sambil menggandeng tangan Reza masuk kedalam mansion.
Reza tersenyum melihat perubahan sikap Cleo saat ini. Wanita itu terlihat lebih manis dan bersikap posesif pada Reza karena sejak dia bertemu hingga sekarang, Cleo tak pernah melepaskan tangan Reza.
" Beby ... sampai kapan kau akan menggenggam tangan ku seperti ini?" tanya Reza.
" Aku tidak akan melepaskan tangan mu sampai kapanpun," sahut Cleo yang terus menaiki tangga tanpa melepas tangan Reza.
" Aku tidak akan pergi, Sungguh!!" sahut Reza.
" Kau tidak akan pergi, Tapi kakak bisa saja menyuruh mu pergi dan memisahkan kita lagi," sahut Cleo sambil menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Reza.
Reza mendekat dan melepaskan tangan nya yang di genggam oleh Cleo. Lalu dia menangkup wajah cantik Cleo yang sangat dia rindukan.
" Apapun yang akan di lakukan Edo padaku, aku akan menerima nya dan aku berjanji tidak akan pergi kemanapun tanpa dirimu," ucap Reza dengan nada yang lembut lalu mengecup bibir Cleo.
Lalu mereka kembali berpelukan meskipun mereka masih berada di tengah tangga.
Reza membenamkan wajahnya tepat di depan dada Cleo. Dia menghirup aroma wangi disana.
" Hmmm ... Aku sangat merindukan mu, Beby. Bisakah kita langsung ke kamar mu?" kata Reza.
Cleo tertawa kecil dan melepaskan pelukannya. Dia kembali menggandeng tangan Reza seakan sangat taku jika mereka kembali berpisah.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan nya menaiki tangga dan menuju kamar Cleo.