The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
10. ( Kasus Edo ) ~[ Flash back 10 ]~



" Bryan? sedang apa kau disini?" tanya Reza.


" Sedang menggoda Nona Cleo," sahut Bryan sambil mengunyah makanan nya.


" Apa yang kau makan? Bryan ... jangan makan makanan sembarangan," ucap Reza.


" Aku makan siang bersama Nona Cleo, Dad. Dia membawakan makanan kesukaan ku," sahut Bryan.


Reza mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Bryan. Dan menatap tajam kearah Cleo.


" Kita makan bersama. Dan makanan ini aku sendiri yang memasak nya, jadi tidak mungkin aku meracuni makanan ku sendiri, bukan?" ucap Cleo seakan tahu isi pikiran pria itu.


" Baiklah. Setelah ini kau harus langsung pulang, Oke."


" Oke, Dad," sahut Bryan.


Lalu Reza pun berlalu karena ada janji dengan teman geng motornya untuk makan siang bersama.


.


.


" SIAPA KALIAN!!" bentak Edo.


Pria itu terkejut saat membuka matanya. Dia ada di sebuah gudang kumuh dengan posisi terduduk di kursi kayu dan tangan yang di ikat.


PROKK ... PROKK ... PROK.


Suara tepuk tangan yang berasal dari seorang pria paruh baya yang berjalan kearah nya.


" BAJINGAN!!! APA YANG KAU INGIN KAN!!" bentak Edo saat melihat uncle nya yang sangat serakah.


" Ooh ... keponakan tersayang ku. Akting mu sangat bagus. Kau berbakat untuk bermain di sebuah film, kau berhasil mengelabuhi ku selama ini," ucap Edward dengan suara dingin nya.


" Apa maksudmu!!" sahut Edo setengah berteriak.


" Kau masih tanya apa maksud ku? cepat bawa koper itu kemari!!"


Lalu seorang pria bertubuh besar membawa sebuah koper yang sangat di kenal oleh Edo.


' Koper itu?' batin Edo.


" Kau menyembunyikan hal ini dariku. Kau memanipulasi semua nya termasuk hidup mu. Selamat ... kau berhak mendapatkan apresiasi dari ku," ucap Edward sambil tertawa sinis.


" Apa yang kau mau dariku?? jangan harap aku akan menyerahkan harta daddy padamu!!" teriak Edo.


BUG


Edward langsung memukul pipi Edo dengan keras hingga dia tersungkur ke lantai yang kotor itu.


" JANGAN BERTERIAK PADAKU!!!" bentak Edward.


Dia menghampiri Edo dan mencengkeram kuat rahang nya.


" Atau nasib mu akan sama dengan Daddy mu," ancam Edward dan langsung menghempaskan Edo.


" Cepat buka koper itu," ucap Edward.


" Bagaimana aku bisa membuka nya, sementara tangan ku di ikat seperti hewan," sahut Edo.


Lalu Edward memberi kode pada anak buahnya untuk membuka tali yang mengikat tangan Edo.


Pria itu menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari gudang itu. Dia menghajar 2 pria yang membuka kan ikatan itu.


Dengan mudah Edo bisa melumpuhkan 2 pria itu. Dan dia pun bisa langsung kabur dari gudang itu.


Gudang itu ternyata sepi. Hanya ada 4 anak buah Edward yang di bagi menjadi dua kelompok.


Yang 2 berjaga di dalam dan yang dua berjaga di depan.


Dengan cepat Edo menghajar 2 orang yang berjaga di depan gudang dan langsung lari dengan cepat meninggalkan tempat itu.


" KENAPA KALIAN TIDAK BECUS!!! CEPAT KEJAR DIA!!" bentak Edward.


4 pria itu langsung mengejar Edo yang berlari ke tengah hutan.


Edo terus berlari. Sesekali dia terjatuh karena tersandung akar pepohonan yang ada di hutan.


Setelah sekitar 15 menit dia berlari. Dia melihat kearah belakang dan tak melihat anak buah Edward lagi.


Edo beristirahat sejenak. Dia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan menghubungi seseorang.


" Hallo. Ada apa lagi, Ed?" sahut Reza dari seberang telepon.


" Mereka menemukan ku. Mereka sudah tahu semua rencana ku," ucap Edo dengan nafas yang ngos-ngosan karena dia baru saja berlari.


" SHIITT. Lalu apa yang terjadi pada mu?" sahut Reza.


Setelah selesai mengirim lokasi nya. Dia bangkit dan ingin melanjutkan pelarian nya.


DOR


Tiba-tiba sebuah peluru mengenai kaki nya, hingga membuat dia terjatuh dan tergelincir ke bawah jurang yang cukup curam.


" Shiit," umpat Edward yang melihat Edo terjatuh ke dasar jurang.


" CEPAT CARI DIA!!" kata Edward tegas.


" Baik, Bos," sahut anak buahnya.


" Jangan kembali sebelum menemukan nya. Meskipun jasadnya sekalipun!!" tegas Edward.


' Semoga dia belum meninggal. Aku masih sangat membutuhkan nya untuk membuka koper itu,' batin Edward.


.


.


" Cepat cari dia!! kerah kan semua anak buah kita yang ada disana!! kalau perlu aku akan mengirimkan anak buah ku dari sini!!" tegas Reza pada seseorang yang ada di seberang telepon nya.


" Baik, Bos. Aku akan mencari keberadaan Tuan Edo."


Lalu dia langsung memutuskan panggilan telepon nya.


' Semoga kau baik-baik saja, Ed," batin Reza menerawang.


Reza sangat tahu tentang konflik yang di hadapi oleh sahabat nya itu. Hingga dia memanipulasi hidup nya sendiri dan pergi meninggalkan adiknya sendiri di negara ini.


.


.


2 hari berlalu. Anak buah Reza tetap tak menemukan Edo, begitu pun dengan anak buah Edward.


Bahkan anak buah Edward sudah mengira bahwa Edo sudah meninggal.


" Kalian belum menemukan nya?" tanya Reza pada salah satu anak buahnya.


" Belum, Bos. Posisi terakhir nya, Tuan Edo tertembak di tepi jurang dan terjatuh ke dasar jurang. Kita hanya menemukan ponsel dari tuan Edo saja, beserta dompet nya yang berserakan di jurang," ucap pria itu.


" Shiiit ... apa mereka sudah menemukan Edo? Cepat lanjutkan pencarian kalian disana dan jangan pernah berhenti mencari nya. Jika perlu kalian mencari nya ke markas itu," sahut Reza.


Lalu langsung mematikan panggilan teleponnya.


" Dia belum di temukan, Bos?" tanya Haikal yang duduk di sofa ruangan Reza.


" Belum. Cepat siapkan pesawat, aku akan kesana untuk mencari nya. Jika aku tidak bisa menemukan nya, aku akan menghabisi pria tua itu," ucap Reza dingin.


Lalu keluar dari ruangan nya. Setelah keluar dari ruangan nya, langkahnya terhenti saat melihat Cleo yang sedang menangis sesenggukan dengan wajah yang tertunduk di atas meja.


" Kau dimana, kak. Aku sangat mengkhawatirkan mu," gumam Cleo dalam tangisnya.


Reza sedikit berempati saat melihat wanita bar-bar di depan nya itu menangis. Dan dia tahu apa yang membuat nya menangis.


Pria itu menghampiri meja Cleo dan memberikan sapu tangan nya ke depan wajah Cleo yang tertunduk.


Cleo menghentikan tangisnya saat melihat sebuah sapu tangan itu. Dengan cepat dia mengambil sapu tangan itu dan menyeka air matanya serta ingus nya menggunakan sapu tangan itu.


" Terimakasih," ucap Cleo sambil mengembalikan sapu tangan yang sudah basah itu pada pria itu.


Tanpa melihat kearah seseorang yang memberinya sapu tangan itu.


" Heii ... kau harus mencuci nya sebelum mengembalikan nya pada ku!!" ucap Reza.


Cleo langsung menoleh pada pria itu dengan tatapan tajamnya. dan mengambil lagi sapu tangan itu lalu membuangnya ke tempat sampah yang ada di sampingnya.


" Heii ... kenapa kau membuangnya, Nona!!" tegas Reza.


" Bukan kah kau seorang billioner, Tuan? kau bahkan bisa membeli pabrik sapu tangan itu jika kau mau," sahut Cleo sinis.


" Shiiit ... kau benar-benar wanita bar-bar. Aku salah sudah berempati pada mu," ucap Reza yang langsung pergi dari hadapan Cleo.


" Aku tidak butuh empati mu, Tuan Galak!!" tegas Cleo.


Cleo Antonia Ghazal



Reza Rahadian Rahardjo