The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Berkemah 2



Reza meletakkan tas ransel nya ke dalam tenda. Sementara Cleo sudah asik dengan pemandangan indah yang tersaji di depan matanya hingga melupakan sang suami.


Reza membiarkan wanita itu yang sedang berlari kesana-kemari dan menikmati angin sejuk yang menerpa nya.


Pria itu mulai menata barang yang mereka bawa. Disana bahkan sudah tersedia kursi lipat dan juga mejanya.


Dia mulai mengambil beberapa ranting yang sudah ada di sekitar tenda dan mulai menyalakan api unggun kecil untuk memanaskan makanan kaleng yang di bawanya karena hari sudah siang dan sudah waktunya makan siang.


Cleo melihat kearah sang suami yang kini mulai menyiapkan makanan yang akan di buat nya. Wanita menghampiri sang suami dan langsung bergelayut manja di lengan kokoh nya.


Cup


Cleo mengecup pipi Reza berulang kali karena rasa bahagia nya.


" Thank you," ucap Cleo lirih.


Reza hanya tersenyum dan membalas dengan sebuah kecupan di bibir Cleo.


" Aku akan menyiapkan makanan nya, duduk dan tunggulah disana," ucap Reza.


" Tidak. Aku ingin disini dan membantu mu menyiapkan makanan," sahut Cleo mengambil alih pekerjaan Reza.


" Baiklah, terserah kau saja."


Akhirnya mereka memasak bersama, Cleo juga membuat minuman hangat untuk mereka karena udara disana lumayan dingin.


Kini mereka sedang menikmati makanan nya dengan sebuah pemandangan indah di hadapan nya. Cleo sangat senang dan bersyukur karena dia bisa merasakan kebahagiaan seperti ini.


Setelah menyelesaikan makan siangnya. Cleo langsung masuk kedalam tenda karena dia merasa sangat lelah.


Sementara Reza berbaur dengan beberapa pendaki. Mereka saling berkenalan dan mengobrol ringan sambil menikmati makanan ringan yang di hidangkan oleh seorang wanita yang juga ikut dalam perkemahan itu.


" Apa kau memang sering mendaki dan berkemah seperti ini, Reza?" tanya Reo.


" Cukup sering. Tapi bersama anggota geng motor ku," sahut Reza.


" Aku lihat kau tadi bersama seorang wanita, apa dia kekasih mu?" tanya Linos.


" Dia istri ku, kami sedang ingin berbulan madu jadi aku mengajak nya untuk berkemah," sahut Reza.


Seorang wanita yang duduk di tengah-tengah mereka tampak terkejut saat mendengar Reza ternyata sudah memiliki istri.


" Seharusnya kau mengajak nya ke sebuah hotel ataupun Vila yang cukup romantis, Reza," sahut Reo sambil tertawa kecil.


" Ya. Kau bahkan memilih untuk membawa nya kemari. CK CK CK," sahut Linos sambil menggelengkan kepalanya.


" Apa dia tak mengeluh? biasanya seorang wanita yang tak biasa melakukan aktivitas seperti ini akan mengeluh dan merengek minta pulang," sahut Ane.


Ketiga pria itu terdiam dan menatap heran kearah Ane.


" Why? aku benar, kan?" sahut Ane dengan percaya diri.


Reza tersenyum dan dia mulai mengerti sifat asli wanita itu.


" Bahkan dia tak mengeluh sama sekali meskipun dia tidak pernah melakukan hal-hal semacam ini," ucap Reza santai dan berhasil membuat Ane bungkam.


" Kau sudah lama menikah dengan nya?" tanya Ane penasaran.


" Sudah lumayan, sekitar 7 bulan," sahut Reza sambil menghisap rokok nya.


" Berarti kalian belum memiliki anak?" tanya Ane lagi yang membuat Linos dan Reo menatap kearah wanita itu.


" Sudah, aku memiliki seorang putra yang sudah berusia hampir 6 tahun."


Mendengar jawaban dari Reza membuat tiga orang itu menganga tak percaya.


" Jadi kau pernah menikah sebelumnya?" tanya Linos semakin penasaran.


" Tidak. Dia keponakan ku yang yatim piatu dan aku mengangkat nya," sahut Reza santai.


" Apa istri mu langsung menerima nya?" tanya Ane.


" Bahkan kami menikah karena putra ku, dia sangat ingin memiliki Momy seperti Cleo."


Kedua pria itu mengangguk sedangkan Ane tampak mengerutkan keningnya.


" Itu artinya dia wanita yang sempurna di mata putra mu, Rez," sahut Linos.


" Ya. Bahkan dia sangat sempurna di mata ku," sahut Reza sambil mengingat wajah cantik sang istri.


Ane melihat raut wajah bahagia Reza. Dia seakan tak suka dengan hal itu.


Seperti nya Ane menyukai Reza, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ternyata pria itu sudah menikah.


.


.


Cleo terbangun dari tidurnya. Dia meraba kasur angin di sebelah nya dan tak mendapati sang suami disana.


Wanita itu bangkit dan mengedarkan pandangannya di tenda kecil itu, lalu dia menyingkap kain kelambu dan keluar dari sana.


Cleo mengedarkan pandangannya mencari sosok sang suami.


Reza melihat sang istri yang tengah mencari nya dan dia langsung memanggil wanita itu.


" BEBY!! DISINI!!"


Mendengar suara bariton sang suami, Cleo lekas menoleh dan tersenyum cantik kearah sang suami.


Dia melihat sang suami tengah berkumpul dengan 2 orang pria dan juga satu orang wanita.


Dia berjalan menghampiri Reza dengan senyum cantiknya. Sementara 3 orang asing yang tak di kenal nya pun ikut menatap kearah nya.


" Aku kira kau meninggalkan ku disini," kata Cleo saat sudah berdiri di hadapan Reza.


Pria itu tersenyum dan menarik tangan Cleo agar duduk di sampingnya.


" Kenalkan, mereka juga pendaki disini," kata Reza.


Cleo beralih menatap 3 orang itu dan memperkenalkan diri dengan ramah.


" Hai ... Aku Cleo. Senang bertemu dengan kalian."


" Haii, Cleo. Aku Reo, ini Linos dan dia Ane," sahut Reo.


Cleo tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan melihat satu persatu wajah orang - orang yang ada di hadapannya.


Ane tak berekspresi dan hanya tersenyum tipis. Entah kenapa dia langsung tak suka dengan kehadiran Cleo karena langsung mendapat sambutan hangat dari teman-temannya.