
Malam menjelang.
Semua pendaki yang hadir di sana tampak berkumpul karena mereka akan menyalakan api unggun yang cukup besar di tengah-tengah tenda mereka berdiri.
Ada pendaki lain yang juga sepasang suami istri. Mereka juga mengajak anak kembar nya dalam perkemahan itu karena keluarga kecil itu sudah biasa melakukan hal-hal seperti itu.
Cleo tampak berbincang akrab dengan wanita yang bernama Luza, dan juga kedua anak kembar nya yang bernama Moiz dan Mozi, karena Cleo memang sangat menyukai anak-anak.
Para pria tampak sedang mempersiapkan kayu-kayu besar yang akan di susun menjadi api unggun. Sementara itu, Cleo dan Luza tampak sedang membuatkan minuman hangat untuk para pria.
Setelah api unggun menyala, Moiz dan Mozi tampak bersorak gembira. Mereka juga berlarian kesana kemari dan ke samping danau.
Lalu langkah mereka terhenti saat melihat beberapa ikan yang ada di danau. Karena pencahayaan dari api unggun mereka dapat melihat ikan disana.
" Daddy ... Daddy!!! ada ikan disini!!" pekik keduanya.
Reza dan David beranjak dan menghampiri dua bocah itu. Mereka berjongkok untuk memastikan, apa benar ada ikan di danau itu.
Lalu mata tajam Reza melihat beberapa ikan yang cukup besar di dalam air. Dia beranjak dan mengambil batang kayu yang panjang lalu meruncingkan ujung nya hingga sangat tajam menyerupai tombak.
" Apa uncle akan menangkap ikan itu?" tanya Moiz dengan excited.
" Ya, Boy. Doakan agar Uncle bisa mendapatkan beberapa ekor ikan untuk makan malam kita," sahut Reza.
" Yeaaay ... kita akan makan ikan bakar malam ini!!" teriak kedua bocah itu.
Reza menajamkan penglihatan nya dan ketika ada beberapa ikan yang muncul dia mulai bersiap.
Bluph Bluph Bluph
Dengan gerakan cepat nya. Reza menombak beberapa ikan dan ikan pun tertancap di ujung kayu yang tajam itu.
" Horee!!! kita makan besar malam ini!!" sorak kedua nya.
" Kau hebat juga, Reza," kata David.
Reza hanya tersenyum miring dan dia mulai berjalan menuju tempat dimana Cleo dan Luza berada.
" Wohooo ... kita akan makan ikan malam ini?" kata Cleo saat melihat beberapa ikan yang berukuran besar.
" Hmmm ... Siapkan bumbunya, Honey. Aku akan membersihkan ikan ini dulu," sahut Reza.
" Oke!"
Cleo langsung mengajak Luza untuk menyiapkan bumbu-bumbu nya. Sementara David dan yang lain tampak sedang menyiapkan tempat untuk memanggang ikan itu.
Karena tidak mungkin mereka memanggang ikan di api unggun besar yang mereka nyalakan.
Semua tampak sibuk dan saling membantu serta membaur. Kecuali satu orang wanita yang sudah sangat kesal karena melihat Cleo yang mudah akrab dan berbaur dengan pendaki lain nya.
' Seharusnya aku yang berada disana, seharusnya aku yang menjadi pusat perhatian disini dan menyiapkan makanan untuk mereka, tapi lihat ... dalam sekejap wanita itu mampu membuat orang-orang melupakan ku,' batin Ane sambil menatap sinis kearah Cleo.
.
.
Semua tampak berkumpul dan duduk berjejer di hadapan daun pisang yang membentang itu kecuali Ane.
Cleo melihat kearah Ane yang asik dengan sebuah buku di tangan nya. Dia menghampiri Wanita itu untuk mengajak nya makan bersama.
Cleo duduk di samping Ane dan wanita itu tampak tidak menghiraukan Cleo.
" Ayo kita makan malam bersama, Ane. Semua makanan sudah siap," kata Cleo ramah.
Ane melihat kearah Cleo dan menatap nya dengan sinis.
" Aku tidak lapar, aku bisa masak sendiri dan makan sendiri nanti jika aku sudah lapar," sahut Ane sinis.
Cleo terdiam dan tak beranjak dari sana.
" Kau tak menyukai ku, Ane?" tanya Cleo.
" Ya. Sekarang pergilah," sahut Ane jujur dan bangkit. Wanita itu meninggalkan Cleo dan masuk kedalam tenda nya.
Reza melihat hal itu dan dia menghampiri sang istri yang masih duduk sendiri disana.
" Ayo kita makan malam, Honey."
Cleo mendongak dan tersenyum pada sang suami.
" Ayo, aku juga sangat lapar," sahut Cleo berdiri sambil memegang tangan Reza.
Reza masih terpaku dan menatap wajah cantik Cleo.
Cup
Dia mengecup bibir Cleo.
" Jangan pikirkan apapun dan siapapun. Karena aku akan marah jika tahu istri ku sedang memikirkan orang lain, meskipun itu seorang wanita."
Cleo tersenyum dan membalas mengecup bibir Reza.
" Kau hanya boleh memikirkan aku, dan putra kita. Hmmm?"
Cleo masih tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu mereka berjalan menuju perkumpulan pendaki untuk makan malam bersama.
Ane mendengar semua perkataan Reza. Dia mengira Reza akan membujuk nya untuk ikut makan malam. Tapi sayangnya, Pria tak melakukan itu.
Dia hanya menjemput sang istri. Dan mengakibatkan hal romantis disana.
' Kau beruntung, Cleo. Tapi entah sampai kapan keberuntungan itu akan memihak mu,' batin Ane.