The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
11. ( Melamar ) ~ Flash back Off ~



~~ Masa sekarang ~~


" Hallo ... Mommy!! Ups ... calon Momy maksud ku," kata Bryan yang tiba-tiba muncul di hadapan Cleo.


Hingga membuat wanita itu tersadar dari lamunan nya. Dan tersenyum pada anak tampan itu.


" Hallo ... Sayang."


Cleo langsung mengangkat tubuh Bryan dan memangku nya.


" Apa daddy sudah melamar mu?" tanya Bryan.


Cleo menatap Bryan dengan kening yang berkerut.


" Melamar?" tanya Cleo balik.


" Iya. Aku sudah meminta Daddy untuk cepat melamar mu, mana cincin nya? Apa Daddy belum memakai kan cincin itu?" tanya Bryan sambil membolak balikan tangan Cleo mencari sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.


" Kenapa tidak ada? itu artinya Daddy belum melamar Nona Cleo untuk ku."


Bryan langsung turun dari pangkuan Cleo dan masuk kedalam ruangan Reza.


Cleo hanya terdiam sambil menatap punggung mungil Bryan dari belakang.


CEKLEK


" Daddy!!!" panggil Bryan dengan sedikit berteriak saat masuk kedalam ruangan Reza.


Hal itu membuat Haikal dan Reza melihat kearah anak kecil berambut pirang itu.


" Heii ... Boy. Kau kemari?" ucap Reza sambil menghampiri putra sambungnya itu.


" Kau mengingkari janji mu!!" tegas Bryan sambil mencebik.


Reza dan Haikal tampak saling menatap.


" Aku tidak mengingkari janji ku, aku sudah melamarnya untuk mu, Boy."


Haikal tertawa kecil mendengar perkataan dari big bos nya. Dan hal itu membuat dia mendapatkan tatapan tajam dari Reza.


" Kau berbohong!! Aku tidak melihat cincin nya di jari Nona Cleo. Dan itu artinya Daddy belum melamar nya," ucap Bryan.


Reza dan Haikal kembali saling menatap.


" Ah ya ... Daddy melupakan cincinnya," sahut Reza sambil menepuk keningnya sendiri.


Bryan tidak langsung percaya dengan ucapan Reza. Anak itu menyipitkan matanya menatap kearah Reza dengan bibir yang mengerucut.


" Wait ... Aku akan mengambil cincin nya."


Pria itu langsung berjalan ke mejanya dan mengambil sebuah kotak kecil dari dalam lacinya.


" Ini dia, ayo kita pakaikan cincin ini pada Nona mu itu," kata Reza.


" Haikal ... Panggil kan Nona Cleo kemari!!" perintah Reza.


" No, Uncle. Aku ingin Daddy melamar ulang Nona Cleo di hadapan semua pegawai Daddy," ucap Bryan.


" Itu tidak bisa, Boy. Pegawai Daddy sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing," sahut Reza.


" Kalau begitu, Daddy harus memakai kan cincin itu di depan meja kerja Nona Cleo." Bryan menatap tajam Daddy nya itu.


' Itu lebih baik, dari pada aku harus pura-pura melamar nya di hadapan semua karyawan ku,' batin Reza.


" Baiklah, ayo."


Mereka pun langsung keluar dari ruangan dan menghampiri meja kerja Cleo.


Wanita itu tengah berkonsentrasi dengan pekerjaan nya. Dia terkejut begitu melihat Reza sudah ada di hadapannya.


" Berlutut lah, Dad," kata Bryan.


Reza pun menuruti perintah dari Bryan. Dia berlutut di samping kursi Cleo.


Cleo sadar dan tahu apa yang akan di lakukan oleh bosnya itu. Ada seringai tipis di bibirnya.


Wanita itu memanfaatkan momen itu dengan baik. Dia membenarkan posisi duduknya menghadap kearah Reza dan menyilangkan kakinya di hadapan pria menyebalkan itu.


' Sial. Kurang ajar sekali dia memanfaatkan situasi ini,' batin Reza kesal.


" Ayo katakan, Dad," ucap Bryan lagi.


Reza menghembuskan nafas nya dengan berat. Cleo dengan santai nya mengeluarkan ponselnya dan merekam aksi Reza yang ingin melamarnya dengan ekspresi kesal nya.


" Letakkan ponsel mu, Nona Cleo!" perintah Haikal yang mengerti akan maksud dari Cleo merekam momen itu.


" Yup. Itu sangat benar, Mom," sahut Bryan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Reza.


" Kenapa, Dad? Dia akan menjadi Momy ku, kan?" ucap Bryan.


' Huuffft ... Sepertinya aku akan menghadapi 2 makhluk keras kepala setelah ini,' batin Reza.


" Ayo cepat, Dad."


Lalu Reza mengeluarkan kotak kecil dari saku jasnya dan membukanya di hadapan Cleo.


" Will you marry me?" ucap Reza dengan suara berat nya.


Cleo hanya tersenyum miring mendengar perkataan itu. Dia sama sekali tak terkesan bahkan hatinya tak tersentil sedikit pun.


" Yes, I Will. Boleh aku memberikan syarat?"


" TIDAK!!" sahut Reza dengan cepat dan dengan tatapan tajam nya.


Pria itu memegang tangan Cleo dan ingin memasang kan cincin di jari manisnya.


" Sayang sekali," ucap Cleo sambil menarik tangan nya yang akan di pasang kan cincin oleh Reza.


" Ayo berikan tangan mu?" kata Reza.


" Tidak. Jika kau belum menyetujui syarat ku," sahut Cleo.


' Wanita ini benar-benar cerdik,' batin Reza kesal.


" Katakan!!" tegas Reza.


" Aku akan menerima lamaran mu dengan syarat, kau harus memberikan kartu hitam mu padaku," kata Cleo dengan santai nya.


' Ternyata selain licik, wanita ini juga matre,' batin Reza.


" Aku matre hanya pada orang yang sombong seperti mu," kata Cleo seakan tahu pikiran Reza.


" CK. Ini, pakai kartu ini sesukamu!" ucap Reza kesal sambil meletakkan kartu hitam nya di meja Cleo.


" Apa kartu ini asli?" tanya Cleo hanya basa-basi sambil mengambil kartu itu dan membolak-balik kan nya.


Sementara Haikal dan Bryan tertawa kecil melihat Reza yang tampak kesal sedang di kerjai oleh Cleo.


" Letakkan kartu itu. Berikan tangan mu!!" ucap Reza dingin.


Pria itu menahan rasa kesalnya. Dia sudah merasa bosan terus berlutut di hadapan Cleo.


" Baiklah. Apa aku bisa membeli sebuah rumah dengan kartu ini?" tanya Cleo.


Reza tak menjawab. Dia langsung menarik tangan Cleo dan langsung memakai kan cincin permata di jari manisnya.


" Done!!"


Pria itu langsung bangkit berdiri dan membenarkan pakaian nya.


Betapa terkejutnya dia saat melihat beberapa petinggi di perusahaan nya sedang bertepuk tangan menyaksikan acara lamaran itu.


' Oh my. Dia benar-benar mengerjaiku,' batin Reza kesal dan langsung masuk kedalam ruangan nya.


Para petinggi itu sengaja datang karena perintah dari bos kecilnya yaitu Bryan.


" Sekarang kalian boleh kembali ke ruangan masing-masing!" perintah Haikal dan mereka pun langsung membubarkan diri.


Cleo tersenyum licik sambil melirik kearah Haikal. Bryan menghampiri Cleo dan memeluknya.


" Ini adalah hari bahagia untuk ku, karena Daddy mengabulkan permintaan ku dengan melamar mu untuk menjadi Momy ku. Terimakasih kau mau menjadi Momy ku," ucap Bryan yang membuat hati Cleo terenyuh.


Wanita itu berlutut dan memeluk tubuh mungil Bryan.


" I love you. Aku jatuh cinta padamu sejak pertama bertemu dengan mu, Boy," ucap Cleo sambil mengusap punggung Bryan.


' Setidaknya aku memiliki kekuatan dari malaikat kecil ini,' batin Cleo.


Lalu dia melepaskan pelukannya dan mendudukkan Bryan di kursi kerja Cleo. Wanita itu berlutut di hadapan Bryan.


" Jadi kau yang meminta Daddy mu untuk melamar ku?" tanya Cleo.


" Iya. aku meminta nya saat aku sakit kemarin, dan daddy berjanji akan mengabulkan keinginan ku setelah aku sembuh," sahut Bryan.


Cleo tersenyum mendengar penjelasan dari Bryan.


' Ternyata dia menyetujui surat perjanjian itu juga demi Bryan,' batin Cleo.