The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Siapa Milea?



Beberapa hari telah berlalu.


Edo tampak sangat sibuk dengan pekerjaan nya. Dan tinggal beberapa hari lagi dia akan terbang ke Rusia untuk urusan bisnis nya yang mungkin akan menghabiskan waktu sekitar 1 bulan disana.


Hari ini adalah hari dimana Cleo akan datang dari liburan bulan madunya bersama sang suami, Reza.


Edo sengaja tak pergi ke perusahaan karena dia ingin menyambut sang Adik dan ipar tengil nya itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


Edo tampak baru bangun dari tidur nya karena memang semalam dia tidur sangat larut.


Pria itu mengedarkan pandangannya dan bangkit dari ranjang. Dia melihat kearah jam lalu dia langsung beranjak dari ranjang.


Seperti biasa, dia sudah melihat secangkir kopi di mejanya. Pria itu berjalan kearah sofa dan langsung mendarat kan bokongnya disana.


Tangan nya terulur ke depan untuk mengambil secangkir kopi yang sudah menghangat itu.


Lalu dia lekas menyesap kopi itu. Menikmati secangkir kopi hangat dikala baru bangun tidur sangatlah nikmat menurut nya.


Pria itu beranjak dan tiba-tiba ponselnya berbunyi.


" Hallo." Edo mengangkat panggilan itu yang ternyata dari sang Adik, Cleo.


" Kakak ... aku akan kembali hari ini. Apa kau ingin ku belikan sesuatu?" tanya Cleo dari seberang telepon.


Edo mengambil secangkir kopi nya dan membawa nya ke beranda kamar nya.


" Tidak perlu. Cukup kau pulang dengan selamat itu sudah cukup untuk kakak," sahut Edo menghentikan langkahnya tepat di depan jendela raksasa.


Pria itu menyeruput kembali kopinya sambil melihat kearah kolam renang yang ada di samping kamar nya.


" Kakak pasti sangat kesepian, aku akan membawakan wanita cantik untuk kakak agar kakak tak kesepian lagi di mansion," sahut Cleo.


Edo hampir tersedak saat mendengar perkataan Cleo yang masih berusaha untuk mencari kan wanita untuk nya.


" Jangan bercanda, Cleo. Kakak bisa mencari wanita sendiri," sahut Edo.


" Tidak, aku tidak percaya. Kak umur mu sudah semakin matang, bulan depan kau akan genap 29 tahun. Jadi satu tahun lagi kau akan berumur 30 tahun. Tapi kakak belum juga mendapatkan pendamping hidup yang akan menemani dan mengurus kakak," sahut Cleo dari seberang telepon.


Edo menghela nafasnya saat sang princess sudah mengomel dan dia tak bisa membantahnya.


" Asalkan jangan wanita murahan dan wanita penghibur yang kau bawa. Maka Kakak akan berusaha berteman dengan nya," sahut Edo mencari jawaban yang aman.


" Aku yakin, setelah Kakak bertemu dengan nya nanti kakak pasti akan langsung menyukai nya. Aku bertemu dengan nya dan dia membutuhkan pekerjaan jadi aku menawarkan nya sebuah pekerjaan," sahut Cleo dan membuat Edo mengerutkan keningnya.


" Pekerjaan? jadi kau akan benar-benar membawa wanita itu? tapi Kakak sedang tak membutuhkan pegawai wanita, Cleo!"


" Butuh!! Dia cantik dan pintar, jadi Kakak pasti tak akan bisa menolak nya," sahut Cleo kekeh.


" Cantik? apa kecantikan nya akan mengalahkan kecantikan Milea?" sahut Edo mengingat wajah cantik alami Milea.


" What!!! Milea? siapa Milea, Kak? gebetan baru Kakak?" tanya Cleo penasaran.


' Ups, apa yang aku bicarakan,' batin Edo sambil menyeruput kopi nya.


Edo langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak agar tak mendengar ocehan dari Adik nya itu.


.


.


Cleo melihat kearah layar ponselnya yang ternyata panggilan itu sudah diputuskan secara sepihak oleh sang kakak.


" Iiishh ... Kakak benar-benar!" geram Cleo melempar kan ponselnya ke ranjang.


" Milea? siapa Milea?" gumam Cleo.


Reza baru keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya. Dia melihat kearah sang istri yang tampak berpikir dengan kedua tangannya yang ada di pinggang nya.


Pria itu berjalan kearah sang istri dan langsung memeluk nya dari belakang.


CUP


Dia mengecup tengkuk leher Cleo dan mendaratkan dagunya di bahu sang istri.


" Apa yang sedang kau pikirkan? jangan bilang kau memikirkan tentang oppa-oppa Korea yang kita temui kemarin," kata Reza.


Cleo terkekeh saat sang suami kembali membahas tentang pria yang berasal dari Korea yang mereka tamui kemarin.


Reza akan sangat cemburu jika Cleo kembali membahas tentang pria Korea itu.


" Untuk apa aku memikirkan oppa-oppa Korea?"


Cleo melepaskan tangan Reza yang melingkar di pinggang nya dan dia membalikkan tubuhnya agar menghadap kearah sang suami.


" Jika di depan ku sudah ada pria tampan dan hot yang mampu membuat ku terbang dalam kenikmatan setiap malam?" lanjut Cleo dengan senyum tengilnya sambil mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Reza.


Pria itu terkekeh dan merengkuh pinggang ramping Cleo hingga mengikis jarak di antara mereka.


" Ya, aku memang tampan dan hot. Berbeda dengan oppa-oppa Korea yang kemarin kau temui. Dia hanya modal tampang dan kurasa tenaganya tak sekuat suami mu ini, Beby!"


Cleo terkekeh dan mengecup dagu sang suami.


" Hmmm ... ku rasa kau benar! I love you," ucap Cleo sambil menyatukan keningnya dengan kening Reza.


" I love you more," sahut Reza dan mengecup bibir sang istri.


Ketika pria itu ingin memagut bibir mungil nya, dengan cepat Cleo menutup mulut Reza dengan tangan nya. Hingga tak ayal membuat pria itu mengerutkan keningnya.


" Kau sudah mengambil jatah mu pagi tadi, jadi tidak ada sesi bercinta lagi untuk mu, Tuan!"


Cleo langsung melepaskan pelukannya dan tangan Reza dari pinggang nya. Dan pergi dari hadapan pria itu.


" Whatt!! Beby!!!"


Rengek Reza mengikuti langkah sang istri.