
Sementara di tempat lain. Tepatnya di mansion Reza, pria itu tengah menatap rekaman video cctv dari layar iPad yang diberikan oleh Haikal.
Matanya menyalang merah, rahangnya mengeras dan tangan nya mengepal sempurna.
BRAKK
Tiba-tiba dia menggebrak meja kerja nya. Dia sangat marah saat mendapati seseorang yang tengah mengintai tempat tinggal nya.
" Cepat cari tahu siapa wanita itu! kalau perlu langsung kalian tangkap dan sekap wanita itu ke dalam markas besar kita!!" tegas Reza.
" Baik, Bos!!"
Haikal langsung bergegas meninggalkan tempat itu untuk menghubungi anak buahnya.
Sementara Reza. Pria itu masih menatap wajah wanita paruh baya yang tengah mengintai mansionnya. Siapa dia? aku tak mengenal nya dan untuk apa dia mengintai mansion ini?" gumam Reza.
" Mungkin dia bosan hidup dan cari mati!"
Reza langsung melempar iPad itu ke mejanya.
Dia duduk di kursi kebesaran nya dan menatap layar ponselnya yang sama sekali tak ada kabar dari Edo maupun Cleo.
Lalu dia mencoba untuk menghubungi nomor telepon Cleo namun sudah tak tersambung.
" CK. Aku tahu akal licik mu, Ed. Kau pasti sudah mengganti ponsel Cleo," gumam Reza meletakkan kembali benda pipih itu dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
.
.
2 hari berlalu.
Reza sudah menerima informasi tentang wanita yang sempat mengintai mansionnya.
Dia terkejut saat mendengar nama Edwin. Dia sangat mengingat nama itu yang dulu pernah di sebut oleh Edo.
" Edwin? apa urusannya dengan ku? kenapa dia mengintai mansion ini?" gumam Reza tampak berpikir.
" Mungkin tidak ada urusan nya dengan mu, Tuan. Tapi dia sepertinya sedang mengintai Seseorang yang tinggal disini. Mungkin saja dia mengira Nona Cleo masih tinggal disini," sahut Haikal.
" Bingo ... kau benar, Haikal. Kenapa aku tak berpikir sejauh itu," sahut Reza.
" Cepat kalian tangkap wanita itu. Sekap dia di gudang dan ini akan menjadi senjata ku untuk bisa mengetahui dimana Edo menyembunyikan Cleo," ucap Reza tersenyum licik.
" Baik, Bos!!"
Haikal langsung pergi dari ruangan itu dan langsung menjalankan perintah dari sang Bos.
" Edwin ... aku tahu dia pasti ingin menemukan keberadaan Cleo dan itu artinya ..."
Ucapan Reza menggantung.
Dia bangkit dengan tatapan tajam nya. Pria itu sangat mengingat saat terakhir Edo mengucapkan dia terpaksa memisahkan Cleo dari Reza.
Pria itu tampak mondar mandir dengan pikirannya sendiri.
" Oh my. Kenapa aku begitu bodoh! Seharusnya aku sudah bisa mengira ini semua."
Lalu dia mengambil ponselnya. Dia mencari nama Remon di kontak ponselnya. Dan menghubungi pria paruh baya itu.
" Hallo, Uncle."
" Hallo, Reza. Ada apa?" tanya Remon to the poin.
" Uncle, aku butuh bantuan mu," ucap Reza.
" Hmmm ... katakan!"
" Aku sudah mengetahui semua rencana Edo termasuk rencana dia yang memisahkan aku dengan Cleo," kata Reza yang cukup membuat Remon terkejut.
" Anak buah ku sedang menangkap Edwin saat ini. Katakan pada Tuan mu, Uncle. Apa dia ingin aku segera menghabisinya atau dia ingin aku mengantar kan wanita itu ke hadapan nya!"
Remon tak langsung menjawab namun bibir tersenyum miring.
' Dia memang sangat pintar dan licik, dan rencana Edo pun berhasil,' batin Remon.
" Uncle. Kau mendengar ku?" tanya Reza karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Remon.
" Hmmm ... aku akan segera menyampaikan informasi ini pada Edo. Dan kau hanya tinggal menunggu kabar darinya," sahut Remon.
" Baiklah. Terimakasih, Uncle."
Reza langsung memutuskan panggilan itu.
Senyum miring nya tersungging.
" Aku akan segera mendapatkan kembali wanita ku. Dia milikku, Ed. Dan kau tak bisa menyembunyikan nya terlalu lama dariku, apalagi memisahkan kami," gumam Reza.
.
.
Sementara di negara lain.
Tepatnya di ruangan kerja Edo di perusahaan nya.
Pria itu tengah menerima telepon dari seseorang. Dan tepatnya lagi dari Uncle Remon.
Senyumnya tersungging sambil mendengarkan lawan teleponnya yang berbicara.
" Baiklah. Terimakasih atas infonya, Uncle."
Edo langsung memutuskan panggilan itu dan meletakkan ponselnya di meja.
" Lumayan ... Belum genap satu minggu kau sudah mengetahui rencana ku, Reza. Sekarang ... aku akan menunggu kedatangan mu, seberani itukah kau datang untuk menjemput Cleo?" gumam Edo.