The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Bertemu kakak tiri



Tampak dari meja yang letaknya cukup jauh dari mereka, seorang pria menatap kearah Lily dengan mata tajam nya.


" Akhirnya aku menemukanmu, Lily adikku!" gumamnya sambil terus menatap kearah meja Lily dengan senyum licik di wajah nya.


Dia adalah Seno, Kakak tiri Lily yang selama ini dihindari karena pria itu berniat jahat padanya. Bukan karena hal itu saja, tapi dia juga ingin memaksa Lily untuk menyerahkan harta warisan dari Alexander karena sikap nya yang sangat serakah.


.


.


Edo tampak sudah menyelesaikan makan siang nya, begitu pun dengan Lily.


" Kita langsung kembali ke perusahaan?" tanya Edo.


" Tunggu, Ed. Aku ingin ke toilet sebentar," sahut Lily dan langsung beranjak dari kursi nya.


Edo hanya menganggukkan kepalanya dan kembali fokus dengan ponselnya.


.


.


Lily keluar dari toilet restoran dan seketika langkahnya terhenti saat dia melihat seseorang yang sangat tidak ingin dia temui.


Wanita itu terkejut dan langsung memundurkan langkahnya. Seno dengan cepat menangkap tangan Lily dan langsung membawa nya masuk kedalam toilet lalu dia mengunci pintunya.


" I Got you, Adik cantik ku," ucap Seno sambil memegang erat pergelangan tangan Lily.


" Tolong ... lepaskan aku," ucap Lily dengan wajah ketakutannya.


Dia berusaha melepaskan tangan nya yang di genggam erat oleh Seno namun itu tak berhasil.


" Ini sebuah kebetulan, atau sebuah takdir? aku menemukan mu disaat aku sudah tak ingin mencari mu. Dan dengan mudahnya kau minta aku untuk melepaskan mu?" sahut Seno dengan mata tajam nya.


Lily menundukkan wajahnya dan tak berani menatap mata tajam Seno yang sangat mengintimidasi nya.


Dia memiliki trauma pada Seno karena pria itu selalu menyiksa nya sejak kecil dan ketika dia beranjak dewasa, Seno juga pernah melecehkan nya dan ingin memperkosanya.


" Kau tahu apa yang aku inginkan darimu, bukan? jadi berikan sekarang!" kata Seno dengan suara yang tertahan namun dengan penuh penekanan.


Lily menggeleng kan kepalanya dengan cepat, dia berusaha menahan diri nya untuk tidak menangis namun tetap saja air matanya menetes.


" Jadi kau tetap tak akan menyerahkan berkas itu padaku?" tanya Seno.


PLAKK PLAKK PLAKK


" Kau masih tidak mau memberikan nya pada ku?" tanya Seno sambil menjambak rambut Lily dengan kuat.


Kali ini Lily menangis dan ketakutan itu pun kembali hingga tubuhnya bergetar.


.


.


Sementara itu, Edo yang sudah lama menunggu tampak gelisah. Dia meletakkan ponselnya di saku celananya dan beranjak dari kursi untuk menyusul Lily ke toilet.


Dia melangkahkan kakinya dan kini sudah berdiri di depan pintu toilet wanita. Saat dia ingin mengetuk pintu yang masih tertutup itu, Edo mendengar tangisan Lily dari dalam sana.


" Lily!! kau didalam?" teriak Edo sambil berusaha membuka pintu yang terkunci itu.


Seno yang tengah melecehkan Lily di dalam sana tampak mengumpat karena ada seseorang di luar sana.


BRAKK


Edo kemudian mendobrak pintu itu dengan keras hingga pintu pun terbuka.


" Siapa kau? apa yang kau lakukan pada nya?" bentak Edo saat melihat penampilan Lily yang acak-acakan bahkan wajahnya pun babak belur.


Seno yang kala itu tengah ada di belakang Lily, langsung mendorong tubuh Lily dengan keras hingga kepalanya terbentur ke dinding dengan keras.


Seno langsung melarikan diri, meskipun di luar toilet sudah ada beberapa pegawai restoran yang ingin menangkap nya. Dia lolos dan langsung lari entah kemana.


Edo langsung membuka jasnya, dia menyampirkan jas itu ke tubuh Lily dan langsung menggendong wanita yang sudah tak sadarkan diri itu.


Dia membawa Lily keluar dari restoran itu dan langsung menuju mobilnya.


.


.


Lily membuka matanya dan dia mengedarkan pandangannya kesegala sudut ruangan. Edo yang kala itu sedang menunggu Lily di rumah sakit tampak langsung menghampiri wanita yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.


" Kau sudah sadar?" tanya Edo sambil memegang tangan Lily.


Lily langsung bangkit dan memeluk erat tubuh kekar Edo. Dia menangis dalam pelukan pria itu dan Edo pun mengusap punggung Lily.


" Kau aman bersama ku, aku akan selalu melindungi mu," ucap Edo.