The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Tak merasa kan apapun



Sementara itu di mansion Edo.


Milea tampak termenung dengan tatapan kosongnya sambil memegang selang air yang masih menyala.


Wanita itu sedang menyiram tanaman di halaman depan mansion namun tampaknya dia kehilangan konsentrasi nya.


Grey yang baru saja keluar dari mansion tampak melihat kearah Milea yang diam mematung. Dia berjalan dan menghampiri Milea.


" Apa yang kau pikirkan?" tanya Grey saat sudah ada di samping Milea.


Milea tersadar dan menoleh kearah Grey yang berdiri di sampingnya sambil mengarahkan selang yang masih menyala kearah Grey.


" Heii ... apa yang kau lakukan, Mil!!" kata Grey karena kini bajunya sudah basah kuyup.


Milea menganga dan melihat kearah selang yang masih dia pegang. Lalu dia melepaskan selang itu hingga jatuh ke atas rerumputan hijau.


" Maaf ... maaf kan aku, Mas Grey. Aku tidak sengaja," ucap Milea salah tingkah.


Wanita itu melihat selang air yang masih menyala dan dia langsung berjalan untuk mematikan keran air itu.


Grey menatap kearah Milea yang berjalan kembali kearah nya dengan wajah yang tertunduk.


" Ada apa denganmu, Mil? aku perhatikan akhir-akhir ini kau sering melamun," tanya Grey.


Ya. Grey selalu mengawasi Milea dan memang wanita itu sering melamun dan kadang kehilangan konsentrasi nya saat melakukan sesuatu.


" Aku ... aku hanya merindukan kakak ku," sahut Milea berbohong.


Lalu Grey mendekati Milea dan menangkup wajahnya. Dia menatap manik mata Milea dengan lekat.


Sungguh dia sangat menyukai sosok ciptaan Tuhan yang berdiri di hadapannya saat ini. Ingin sekali Grey menikahi wanita itu.


" Kau bisa menghubungi nya, bukan? tidak perlu mencemaskan dia karena ada Tuan Edo yang pasti akan sangat bisa menjaganya," sahut Grey.


Milea menganggukkan kepalanya dan melepaskan tangan Grey yang ada di wajahnya.


" Baju mu basah, Mas. Padahal kau sudah terlihat sangat rapi dan klimis, pasti kau akan ke perusahaan, kan?" tanya Milea sambil memegang kedua lengan Grey dan menatap penampilan pria tampan itu.


" Tidak masalah, aku bisa mengganti baju ku. Gampang bukan?" sahut Grey sambil mengangkat kedua bahunya.


" Ayo. Aku akan membantumu menyiapkan pakaian formal mu lagi," sahut Milea sambil mendorong tubuh Grey agar masuk kedalam Mansion.


Grey tersenyum dan mengikuti perintah sang pujaan hati.


.


.


Milea menatap kearah wajah tampan Grey yang baru saja keluar dari walkin closet dengan mengenakan setelan formal yang dia pilih.


Lalu dia berjalan mendekati Grey dengan membawakan dadi yg sesuai dengan warna kemeja yang dikenakan oleh Grey.


" Aku akan membantumu memasangkan dasi di leher mu."


Grey hanya menganggukkan kepalanya sembari mengikuti perintah Milea yang menyuruh nya untuk menunduk dan membuka lebar kedua kakinya karena tinggi mereka yang jauh berbeda.


Milea memasangkan dasi di leher pria tampan itu dengan senyum cantiknya hingga membuat Grey tak bisa berpaling darinya.


" Kau cantik, Mil. Sangat cantik, apa kau mau menjadi istri ku?"


Milea terdiam dan menghentikan kegiatan nya. Dia menatap lekat mata tajam Grey yang wajahnya berada tepat di hadapan nya dengan jarak yang lumayan dekat.


Lalu dia tertawa dan melanjutkan memasang dasi Grey. Sementara itu Grey mengerutkan keningnya karena heran dengan reaksi dari Milea.


" Apa ada yang lucu? kenapa kau malah tertawa?" tanya Grey.


Milea masih tertawa sambil menggeleng kan kepalanya.


" Mas ... mas. Aku memang cantik, tapi aku sadar siapa diriku. Jadi hentikan lelucon mu itu," sahut Milea.


" Lelucon? kau pikir aku sedang membuat lelucon?" tanya Grey heran.


Milea kembali tertawa saat melihat raut wajah Grey.


" Heii ... aku serius kenapa kau malah tertawa?" sahut Grey kesal.


Milea tak menjawab dan hanya fokus memasang dasi di leher Grey. Berada sedekat ini dengan Grey tak membuat Alina berdebar, berbeda ketika dirinya berdekatan dengan Edo yang selalu saja membuat nya berdebar dan salah tingkah.


" Done."


Milea mengambil jas di atas ranjang dan memasang kan jas itu pada tubuh atletis Grey , lalu dia menatap kearah wajah tampan Grey yang masih menatapnya dengan lekat.


" Kau tampan dan baik. Kau berhak mendapatkan wanita yang lebih segalanya dari ku di luar sana."


Lalu Milea keluar dari kamar Grey dan meninggalkan pria yang masih terpaku di tempatnya itu.