The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
07. ~[ Flash back 7 ]~



" Oh God. Aku telah mengutuk diriku sendiri jika harus bertemu dengan pria itu lagi. Dan sekarang aku malah berada di dalam perusahaan nya. Nasib buruk apa yang akan menimpa ku setelah ini," gerutu Cleo sambil berbalik menuju ruangan itu lagi.


CEKLEK


Dengan wajah kusut nya, Cleo kembali masuk kedalam ruangan itu sambil menundukkan kepalanya.


" Duduk!!" tegas Reza.


Cleo pun langsung duduk di kursi yang berseberangan dengan Reza.


Reza tengah memeriksa dokumen dan civi yang di ajukan oleh Cleo.


" Jadi kau ingin menjadi sekretaris lagi? Apa kau tak kapok pernah menjadi sekretaris seorang pria pemain wanita?" kata Reza menatap kearah Cleo.


Wanita itu langsung mengangkat wajahnya dan menatap tajam pada Reza setelah mendengar perkataan dari pria itu.


" Kau tinggal menolak lamaran kerja ku jika tak suka pada ku, Tuan. Dan jangan membawa masalah itu!!" tegas Cleo, lalu bangkit dari kursinya.


" Kau mau kemana? Aku belum selesai, duduk!!" kata Reza dengan tatapan tajamnya.


Sementara bapak selalu HRD dan seorang asisten nya hanya menjadi penonton di ruangan itu.


" Aku punya syarat jika kau mau bekerja di perusahaan ku," kata Reza.


" Hah. Maaf ... Aku tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan ini setelah tahu siapa bos nya, permisi." Cleo bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu.


" Bersiaplah untuk menjadi pengangguran setelah ini," kata Reza dengan senyum licik nya.


Cleo menghentikan langkahnya saat mendengar ancaman dari Reza.


" Huuffft ... Baiklah. Apa syarat nya agar aku bisa bekerja di perusahaan mu ini, Tuan Galak!!"


Reza hanya tersenyum miring mendengar dirinya di sebut seperti itu oleh seorang wanita.


" Duduklah dan tanda tangani berkas ini," kata Reza lalu melemparkan berkas ke meja yang ada di hadapan Cleo.


Cleo mengambil berkas itu dan membaca isinya.


" Tidak ada syarat apapun disurat ini," kata Cleo setelah membaca isi dari surat itu.


" Benar. Karena aku akan mengatakan syarat nya setelah kau menandatangani surat itu," sahut Reza.


" WHATT!! JANGAN HARAP AKU BISA MASUK DALAM JEBAKAN MU, TUANN MENYEBALKAN!!" Bentak Cleo.


BRAKK


Reza menggebrak meja nya hingga membuat semua orang tersentak kaget.


" Sekali lagi kau membentuk ku, akan ku buat mulut mu itu tak bisa bicara lagi!!" bentak Reza kesal.


Cleo pun tak bisa berkata lagi setelah mendengar bentakan dari Reza.


" Cepat tanda tangani surat itu!!" tegas Reza.


" Kenapa kau memaksaku!! Kau pasti punya rencana jahat di balik ini semua, kan!!" kata Cleo kesal.


" Aku tidak akan menerima mu jika bukan karena janji ku pada Edo. Cepat tanda tangani ini, karena aku tak punya waktu untuk membujuk wanita manja seperti mu," sahut Reza.


" Kak Edo? Bagaimana kau bisa kenal dengan kakak ku?" jawab Cleo heran.


" Itu urusan dari seorang pria, dan kau tak perlu tahu."


Reza menatap tajam pada Cleo. Hingga wanita menundukkan kepalanya dan langsung menandatangani surat kontrak kerja itu.


" Ikut keruangan ku sekarang!!"


Reza menoleh pada pegawai nya di bagian HRD.


" Tempat kan gadis yang ada di depan ke bagian staf keuangan," kata Reza lalu keluar dari ruangan itu dengan Cleo yang mengikuti nya dari belakang.


Saat keluar dari ruangan itu, Cleo menatap dengan ekspresi cemberut nya pada Zivi.


Dan berjalan mengikuti langkah lebar Reza.


" Aku yakin dia pasti di terima oleh kakak. Dia wanita yang menarik," gumamnya.


Lalu dia masuk kedalam ruangan HRD setelah namanya di panggil.


.


.


Kini Reza dan Cleo sudah berada di dalam ruangan Reza. Pria itu sedang duduk di kursi kebesaran nya tanpa menggubris dan tanpa menyuruh Cleo untuk duduk.


" Apa kau tidak lelah terus berdiri disana?" kata Reza menatap sekilas kearah Cleo dan kembali melihat kearah laptop nya.


" Kau tak menyuruh ku duduk, Tuan. Jika aku langsung duduk, nanti kau menyebutkan pegawai yang tak tahu diri, tak punya sopan santun, bla bla bla ..." kata Cleo menggerutu.


CEKLEK


Seseorang yang tak asing bagi Cleo masuk kedalam ruangan Reza.


" KAUU ...," kata mereka bersamaan sambil menunjuk satu sama lain, lalu menatap kearah Reza yang tengah tersenyum miring.


" Sepertinya perusahaan ini di kelilingi oleh pria menyebalkan. Oh my, kenapa aku terjebak dengan pria tengil ini," gumam Cleo sambil menepuk jidatnya sendiri.


" Heh Nona. Jaga bicaramu, dia adalah bos ku," kata Haikal.


" Oh my, sayang nya dia juga bos ku," kata Cleo terduduk lemas di lantai sambil menundukkan kepalanya.


Hal itu membuat Reza dan Haikal tertawa melihat wajah kusut Cleo.


' Jadi ini rencana dari bos, menarik juga. Aku bisa mengerjainya sepuas ku disini,' batin Haikal sambil terus tertawa.


" Ini bukan sebuah lelucon hingga kalian bisa tertawa seperti itu!!" bentak Cleo yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Reza.


Hal itu membuat Cleo kembali menundukkan kepalanya.


" Antar dia ke mejanya, dan berikan semua pekerjaan yang sudah lama tak tersentuh," kata Reza memberikan perintah nya pada Haikal.


" Baik, Bos!!"


" Ayo ikut dengan ku, Nona cerewet," kata Haikal.


" Aku punya nama dan nama ku Cleo Antonia Ghazali!!" kata Cleo sambil berdiri dan merapihkan pakaiannya.


' Antonia Ghazali? itu artinya dia adik dari Bos Edo,' batin Haikal sambil melirik kearah Reza yang menganggukkan kepalanya pada Haikal.


Lalu mereka keluar dari ruangan Reza.


" Disini meja mu, dan periksa semua berkas yang ada di mejamu."


Haikal langsung meninggalkan meja kerja Cleo yang tepat berada di depan ruangan Reza.


Sementara ruangan Haikal berada di sebelah ruangan Reza.


" Huuffft ... Hari sialku di mulai sejak aku bekerja di perusahaan ini," gumam Cleo sambil menatap kearah meja yang hampir penuh dengan semua berkas yang menumpuk.


Lalu dia duduk di kursinya dan mulai memeriksa semua berkas yang ada di meja nya satu persatu.


.


.


Saat Cleo tengah fokus dengan pekerjaan nya. Seorang anak laki-laki yang berumur 5 tahun sedang menatap kearah nya.


Anak itu duduk di kursi yang ada dihadapannya dengan menopang dagunya.


" Halo cewek," kata anak itu.


" Astaga!!"


Cleo terkejut setelah melihat wajah anak tampan itu muncul dari samping berkas nya.


" Sepertinya kau sekertaris, Daddy," kata anak itu.


' Jadi pria itu sudah memiliki putra? Itu artinya dia sudah beristri,' batin Cleo.


" Kau sangat cantik, Nona. Perkenalkan namaku,. Bryan gustev Rahardjo, Cucu tunggal dari keturunan Rahardjo dan calon pewaris tunggal dari semua kekayaan keluarga Rahardjo," kata bocah itu memperkenalkan dirinya dengan begitu percaya diri di usia nya yang masih sangat muda.


Bahkan masih di bilang sebagai anak kecil. Namun dia memiliki otak yang encer dan cepat tanggap hingga membuat dia menjadi sangat pandai berbicara.


Cleo tertawa mendengar perkataan Bryan yang menurut nya sangat lucu.


" Kau sangat manis Bryan. Aku langsung jatuh hati padamu," kata Cleo sambil mencubit gemas pipi chubby Bryan.


" Kau belum memperkenalkan diri mu pada ku, Nona," sahut Bryan yang membuat Cleo kembali tertawa.


" Baiklah. Aku akan memperkenalkan diriku pada mu, Tuan tampan yang menggemaskan. Namaku Cleo Antonia Ghazali, kau bisa memanggilku Cleo," kata Cleo lalu kembali mencubit gemas pipi chubby Bryan.


" Baiklah, Nona Cleo. Selamat bekerja, sampai jumpa saat makan siang nanti, bye," kata Bryan turun dari kursi dengan melompat dan langsung masuk kedalam ruangan Reza setelah mengerlingkan matanya pada Cleo.


Cleo tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. " Buah tak pernah jatuh jauh dari pohon nya," gumam Cleo lalu kembali mengerjakan pekerjaan yang masih menggunung.


" Huuffft ... sampai kapan aku bisa membereskan berkas-berkas ini," kata Cleo mengeluh.