
Edo menghubungi salah satu anak buahnya yang bertugas untuk menjaga sang Adik.
" Cari tahu apa yang selama ini sudah terjadi pada Cleo, cepat!" tegas Edo dan langsung memutuskan panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang telepon.
Dia menunggu kabar dari anak buahnya dengan perasaan gelisah. Jika benar Reza sudah berlaku kasar pada adiknya itu maka dia benar-benar akan menghajar sahabatnya itu.
Drt drt
Ponsel Edo berbunyi yang menandakan bahwa ada notifikasi disana.
Dengan cepat Edo mengambil benda pipih itu dan langsung membuka email yang masuk.
Pria itu membaca apa yang ada di email nya dengan kening yang berkerut. Tangan nya mengepal sempurna seakan siap untuk menghajar seseorang.
BRAKK
Dia menggebrak meja nya hingga membuat barang yang ada di meja itu berjatuhan.
" Beraninya kau menyakiti adikku dan membuat dia harus kehilangan bayinya!!" geram Edo.
Ya. Anak buah Edo yang telah bertugas menjadi bodyguard bayangan Cleo mengetahui semuanya.
Dan tentunya itu tanpa sepengetahuan Reza. Pria itu melupakan satu hal. Dia lupa menghapus jejak Cleo saat wanita itu kembali masuk ke rumah sakit satu minggu yang lalu.
Hingga dengan mudahnya anak buah Edo bisa mendapatkan berkas dan bukti-buktinya. Beserta kenapa Cleo bisa di larikan ke rumah sakit.
Edo merasa sangat emosi. Dia langsung menghubungi asistennya untuk segera menyiapkan penerbangan nya ke negara itu hari ini juga.
" Aku akan mengambilnya dari mu, Reza! Dan kau tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi, sampai kapanpun!!" geram Edo dengan nada yang bergetar dan tangan yang mengepal sempurna.
Lalu Remon masuk kedalam ruangan Edo yang sudah berantakan karena pria itu mengamuk dan menggebrak meja nya.
" Ada apa ini, Ed?" tanya Remon sambil melihat kearah wajah Edo yang terlihat menahan amarahnya.
" Uncle urus dulu perusahaan. Aku ingin menjemput Cleo."
Edo langsung meninggalkan ruangan itu setelah berbicara pada Remon.
Sementara itu, Remon hanya menggelengkan kepalanya menatap punggung lebar Edo yang berjalan menjauhi nya.
.
.
Di tempat lain. Tepatnya di perusahaan RH.Corp.
Tok tok tok
Tiba-tiba konsentrasi nya terganggu saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan nya.
Pandangannya kini beralih ke pintu saat mendengar pintu itu terbuka. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah berkas yang ada di tangan nya setelah melihat seseorang yang muncul di balik pintu.
" Ada apa?" tanya Reza dingin tanpa menatap seseorang yang sudah berdiri di hadapannya.
" Bos. Tuan Edo sedang dalam penerbangan kemari," kata Haikal.
Reza langsung terpaku dan menatap kearah Haikal. Tatapan penuh pertanyaan, apa gerangan yang membuat Edo mendadak terbang kemari.
' Apa dia mengetahui apa yang terjadi pada Cleo?' batin Reza galau.
" Dan anak buahnya berkata bahwa sepertinya Tuan Edo sedang dalam keadaan marah saat ini," lanjut Haikal yang berhasil membuat Reza berpikir keras.
" Baiklah. Terimakasih atas informasinya, Kal. Kau bisa keluar sekarang," kata Reza dingin.
Setelah Haikal keluar dari ruangan nya. Pria itu memutar kursi kebesaran nya menghadap kearah dinding kaca yang ada di belakangnya.
Dia menatap kearah pemandangan yang ada di depannya.
" Aku tahu dia pasti mengetahui apa yang sudah terjadi pada Cleo. Aku mencintai wanita itu, Ed. Dan aku tidak akan membiarkan mu membawanya dariku," gumam Reza.
.
.
Saat ini Cleo sedang menemani Bryan mengerjakan PR di ruang tengah. Dengan telaten dia mengajari anak itu tanpa bantuan seorang guru les.
Itu yang membuat hubungan mereka sangat dekat. Cleo selalu membantu anak itu saat mengerjakan PR nya. Dia juga menjelaskan saat Bryan merasa tak mengerti tentang pelajaran nya.
" Mom ... benarkah Momy akan mengajakku liburan?" tanya Bryan.
" Hmmm ... yang penting kita mendapatkan izin dari Daddy mu dulu," sahut Cleo.
" Aku yang akan meminta izin pada daddy, Mom. Aku yakin daddy tak akan bisa menolak permintaan ku," sahut Bryan.
" Baiklah. Ayo selesai kan dulu PR mu, setelah ini Momy akan membuat kan coklat hangat untuk mu," ucap Cleo yang langsung membuat anak itu bersemangat untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara Cleo tampak sedang berpikir. Entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.