
Milea keluar dari kamar Edo. Dia berjalan dan melewati ruang tamu yang ternyata sudah ada Grey disana.
" Selamat pagi, mas Grey!"
sapa Milea dengan senyum cantiknya.
Grey yang awalnya fokus dengan berkas yang ada di meja langsung mengangkat wajahnya saat mendengar suara dari wanita yang sudah mengambil perhatian nya.
" Selamat pagi, Cantik," sahut Grey dengan senyum tampan nya.
Milea berjalan kearah Grey dan masih tersenyum pada pria itu.
" Mau saya buatkan minum, Mas? sepertinya kau baru datang," kata Milea menawarkan minuman pada Grey.
" Boleh juga. Aku mau teh hangat saja dan gula nya sedikit," sahut Grey masih setia menatap wajah cantik Milea.
" Okey! aku akan segera kembali," sahut Milea ceria dan langsung berbalik dan berjalan kearah dapur.
Grey masih melihatnya hingga wanita itu menghilang dari pandangan nya.
Lalu dia kembali fokus dengan berkas yang ada dimeja.
Milea sudah ada di dapur dan langsung meracik teh untuk Grey. Seperti biasa, senyum ceria selalu menghiasi wajahnya.
" Sepertinya kau sedang bahagia, sayang. Apa Tuan Edo memuji pekerjaan mu?" tanya Bibik Beti yang masih berkutat di dapur dan menyiapkan makan pagi.
" Aku memang selalu ceria, Bibik. Dan Tuan Edo terlihat puas dengan hasil kerja ku," sahut Milea.
Lalu Bibik Beti melihat Teh yang di buat oleh Milea.
" Teh untuk siapa itu, Mil? apa tuan Edo juga meminta teh padamu?" tanya Bibik Beti.
" Ini teh untuk Mas Grey, Bibik. Dia sudah ada di ruang tengah," sahut Milea dan dia langsung membawa secangkir teh itu keluar.
.
.
Milea berjalan menghampiri Grey yang masih ada di ruang tengah. Dia langsung meletakkan secangkir Teh itu di meja yang ada di hadapan Grey hingga membuat pria itu mengangkat wajahnya dan melihat wajah cantik Milea.
" Silahkan dinikmati, Mas. Semoga kau suka dengan teh buatanku," ucap Milea dengan senyum ceria nya.
" Hmmm ... akan ku coba."
Grey langsung mengambil secangkir teh hangat yang di buat kan oleh Milea.
Dia menyesap nya dan langsung melihat kearah Milea.
" Bagaimana rasanya?" tanya Milea yang masih berdiri di hadapan Grey.
" Hmmm ... Cukup manis karena aku meminumnya sambil melihat kearah wanita manis di depan ku," sahut Grey.
Milea tertawa karena gombalan dari Grey. Dan kebetulan Edo melihat kearah mereka.
Pria itu langsung melangkah kan kakinya kearah ruang tengah dan melihat interaksi antara Grey dan Milea yang cukup dekat menurut nya.
Milea bahkan bisa tertawa lepas saat bersama Grey dan tak ada kecanggungan sama sekali di wajah nya.
Berbeda halnya saat Milea berhadapan dengan Edo. Wanita itu akan langsung menundukkan wajahnya dan hanya bersikap biasa saja.
" Ehhemm ..."
Deheman dari Edo membuat tawa dari gadis cantik itu berhenti seketika. Dia langsung menundukkan wajahnya dan pamit pergi dari ruang tengah.
Edo melihat perubahan di wajah Milea saat dirinya datang. Dan dia memaklumi nya.
" Teh, Bos?"
Grey menawarkan teh pada Edo.
Pria itu hanya tersenyum tipis dan menggeleng kan kepalanya lalu duduk di sofa.
" Aku sudah minum kopi," sahut Edo dan mengambil berkas yang di bawa oleh Grey.
Sementara itu, Grey tampak masih menikmati teh buatan Milea. Dia ingin menghabiskan teh itu yang memang dibuat langsung oleh Milea.
Hingga beberapa saat kemudian. Milea datang dan memberi tahu bahwa makan pagi sudah selesai dia siapkan.
Edo dan Grey langsung beranjak dan berjalan menuju ruang makan. Grey sudah biasa makan pagi di mansion Edo karena memang Edo yang meminta nya untuk selalu makan pagi bersama nya disana.
Milea tampak melayani kedua pria itu di ruang makan sedangkan Bibik Beti langsung membereskan dapur.
" Cukup!" kata Edo saat melihat piring nya hampir penuh oleh makanan.
Milea hanya menganggukkan kepalanya dan langsung meletakkan piring itu di depan Edo.
Lalu dia mengambil satu piring lagi dan akan mengambil kan makanan untuk Grey.
" Tidak perlu, Mil. Aku bisa mengambil nya sendiri," ucap Grey.
" Tidak masalah, Mas. Pekerjaan ku sudah selesai dan aku juga ingin melayani mu," sahut Milea dengan cerianya sambil mengambil kan makanan ke piring Grey.
' Mas? dia memanggil Grey dengan sebutan mas?' batin Edo.
Saat melayani Grey, Milea akan banyak bertanya. Apakah pria itu mau ini? atau ini?
Berbeda dengan saat melayani Edo karena dia memang sangat canggung pada sang majikan.
Edo hanya diam sambil menikmati makanan nya. Saat melihat sendiri ke akraban Grey dan Milea.
Dan dia memaklumi hal itu karena dia tahu jika Grey memang menyukai pelayan cantiknya itu.
Selama Grey tak berbuat yang aneh-aneh atau pun tak mengganggu pekerjaan pelayan nya. Maka Edo akan mempersilahkan Grey untuk mendekati wanita itu.