
Setelah sekitar 3 jam perjalanan.
Akhirnya mobil Reza memasuki gerbang tinggi mansion Edo. Dia memarkir kan mobilnya di halaman mansion yang lebar.
Cleo tersenyum saat keluar dari mobil nya. Wanita itu menatap kearah bangunan megah yang berdiri kokoh di depan nya.
Reza keluar dari mobilnya dan melihat kearah sang istri yang tampak sangat bahagia ketika sudah sampai di mansion itu.
Dia menghampiri sang istri dan merangkul bahunya.
" Ayo. Edo pasti sudah menunggu kita," kata Reza.
Cleo menoleh dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Lalu mereka berjalan kearah beranda mansion dan masuk kedalam mansion.
" KAKAAAKK!!! I'M COMIIING!!!" teriak Cleo saat memasuki mansion itu.
Mendengar teriakkan keras dari Cleo, Edo segera keluar dari ruang kerja nya.
" Kalian sudah datang?" tanya Edo saat melihat sang adik dan ipar tengil nya sudah ada di ruang tengah.
" Kakak!!! I Miss you," kata Cleo menghampiri Edo dan langsung melompat kedalam pelukan pria tampan itu.
Edo tersenyum dan memeluk tubuh mungil Cleo. Dia mengusap punggung Cleo dan mencium puncak kepalanya.
Reza tersenyum melihat kedekatan Edo dan Cleo. Bahkan dia bisa melihat betapa Edo sangat menyayangi adiknya itu.
Lalu Edo melepaskan pelukannya.
" Bagaimana bulan madu kalian? kau bahagia?" tanya Edo menangkup pipi bulat Cleo.
" Oh my. Kenapa kau semakin bulat, Cleo?" lanjut Edo yang melihat pipi Cleo tambah chubby.
Cleo mencebik hingga bibir nya mengerucut ke depan dan matanya menyipit kearah Edo.
" Tapi aku akan tetap cantik meskipun pipiku bertambah chubby," sahut Cleo lalu menjulurkan lidah nya pada Edo.
Edo hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya. Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka di ruangan itu.
" Ah ya. Dimana pelayan cantik mu, Ed?" tanya Reza dengan senyum miring di bibirnya.
Edo melihat kearah Reza dan terkekeh mendengar pertanyaan konyol dari Reza.
" Iya, apa dia pelayan baru di mansion ini, Kak?" tanya Cleo yang juga penasaran dengan sosok Milea yang sempat di sebut-sebut oleh Edo.
Edo memicingkan matanya dan melihat kearah Cleo.
" Lalu dimana wanita yang akan kau bawakan untuk kakak?" sahut Edo yang tak menjawab pertanyaan dari kedua pasangan itu.
" Iiishhh Kakak!! aku bertanya kau malah membalikkan pertanyaan," sahut Cleo mencebik.
" Istirahatlah. Bersihkan dulu tubuh kalian setelah itu kita makan siang bersama," kata Edo bangkit dari sofa.
" Kakak mau kemana? ke perusahaan?" tanya Cleo.
" Aku mau melanjutkan pekerjaan ku di ruangan ku, Sweety!!"
Edo terus berjalan kearah ruangan kerja nya.
Sementara Cleo hanya menatap punggung lebar Edo yang terus menjauh dari pandangan nya.
.
.
Sementara itu.
Milea masih sibuk berbelanja kebutuhan di mansion beserta bahan-bahan makanan yang sudah mulai menipis.
Pelayan cantik itu tidak memakai seragam pelayan nya saat keluar dari mansion. Karena itu sudah peraturan yang ada di mansion itu.
Dia berjalan sambil mendorong troli yang hampir penuh dengan belanjaan. Pandangan nya menatap kearah beberapa barang yang tertata rapi di depannya.
Lalu tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar seseorang memanggil nama nya.
" MILEA!!!"
Wanita itu terpaku di tempatnya saat mendengar suara dari seseorang yang sangat dia kenal.
" Milea ... kau kah itu?" kata wanita itu sambil memegang bahu Milea.
Milea menoleh dengan ekspresi wajah yang tak bisa di tebak. Namun saat dia melihat wajah dari wanita yang sudah berada di hadapannya, senyumnya langsung mengembang bersamaan dengan air mata yang menetes di sudut matanya.
" Kakak ..." kata Milea lirih.
" Milea ... adikku. Kita bertemu lagi," kata wanita itu yang langsung memeluk tubuh Milea.
Mereka berpelukan melepaskan rasa rindu yang sudah sangat lama terpisah. Wanita itu adalah Lily yang tak lain adalah wanita yang akan di kenalkan oleh Cleo pada sang kakak.
Dua bersaudara itu terpisah saat umur Lily yang sudah beranjak 10 tahun dan Milea masih berumur 8 tahun.
Lily di bawa oleh salah satu teman dari Ayah mereka ke kota dan langsung di angkat menjadi putri nya. Sementara Milea tetap berada di pedesaan bersama Ayahnya yang mulai sakit-sakitan.
Hingga pada saat Milea berumur 15 tahun. Ayahnya meninggal dunia karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
Dan dari situlah dia mulai tinggal bersama Bibik Neli yang tak lain adalah istri dari Adik ayah nya.