
Percintaan kilat pun berlangsung karena Cleo sudah tak tahan jika sang suami sudah menerkam titik lemah nya.
Reza bergerak cepat hingga menuntaskan hasrat nya hanya dalam waktu 15 menit. Hingga akhirnya dia kembali membawa sang istri ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
# Adegan Hot nya skip ya karena puasa😆.
.
.
Kini Reza dan Cleo sudah ada didalam mobilnya. Reza mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kota dimana mansion Edo berada.
Namun sebelum itu, mereka akan mampir di sebuah kontrakan kecil yang di tinggali oleh seorang wanita cantik yang bernama Lily Florence.
Cleo mengambil ponselnya dan memutuskan untuk menghubungi sang kakak, Edo.
Dia mencari kontak sang kakak dan langsung menghubungi nya.
" Hallo ... Kakak!! Kau tak ke perusahaan, kan?" tanya Cleo saat panggilan itu tersambung.
" Hmmm ... Aku di mansion untuk menyambut Adik kesayanganku dan juga ipar tengil ku," sahut Edo dari seberang sana.
Karena Cleo menyalakan lodspeaker jadi Reza mendengar ucapan dari kakak iparnya itu.
" Hei ... Kau yang meminta ku untuk menikahi adik mu jika kau lupa!!" sahut Reza.
" Cleo ... Bisakah kau menutup mulut suami mu itu? Atau aku yang akan membuat nya tidak bisa berbicara lagi!"
Cleo terkekeh dan menggeleng kan kepalanya.
" Lakukan jika kau bisa, Dude!! Tapi sebelum itu aku akan mengambil kembali pulau pribadi ku!!" teriak Reza.
Terdengar Edo tertawa dari seberang sana.
" Heii ... Apa kau sudah menemukan seorang wanita untuk kau jadikan istri?" tanya Reza.
Edo langsung menghentikan tawanya saat mendengar pertanyaan dari Reza.
" Aku tebak kau pasti belum menemukan seorang wanita, kan? Maka dari itu kami akan membawakan oleh-oleh untuk mu," lanjut Reza.
" Jangan macam-macam atau aku akan memisahkan kalian lagi!" sahut Edo geram.
" Kakak!!! Kau sudah berjanji padaku!!" teriak Cleo hingga membuat Reza terkekeh.
" Kau tak bisa lagi mengancam ku, Dude!!" ejek Reza.
" Oh God. Jika saja waktu bisa di ulang kembali maka aku akan lebih memilih Grey yang menikahi Cleo waktu itu," sahut Edo.
" Tapi sayangnya waktu tidak akan bisa di ulang kembali, Ed!!" sahut Reza menertawakan Edo.
" CK. Dasar Adik ipar laknat!"
" Kakak!! Apa kau sudah mempersiapkan pekerjaan untuk wanita yang akan ku bawa?" tanya Cleo.
" Ya. Dan ini keputusan ku!" jawab Cleo kekeh.
" Baiklah, terserah kau saja. Dan kebetulan di perusahaan ku sedang ada lowongan untuk seorang wanita," sahut Edo.
Mendengar ucapan dari Edo membuat Cleo tersenyum. Dia lekas membuka suara untuk memastikan kebenaran dari ucapan dari sang kakak.
" Benarkah? Sebagai apa?" tanya Cleo dengan penuh harap.
" Office Girl," sahut Edo singkat.
" KAKAAAK!!!" teriak Cleo.
Edo tampak tertawa puas di seberang sana saat mendengar teriakkan dari sang Adik. Dan dia bisa membayangkan ekspresi wajah Cleo saat ini.
" Aku serius, kakak. Dia wanita yang baik dan sangat cantik. Dia pintar dan juga sangat cekatan jadi aku ingin kakak memberikan pekerjaan yang layak untuk nya," lanjut Cleo saat sudah tak mendengar tawaan dari Edo.
" Dia sangat cekatan, bukan? Jadi office Girl kurasa sangat cocok untuk nya," sahut Edo dengan santainya.
" Tapi kak, dia memiliki ke cerdasan di atas rata-rata dan dia juga memiliki pengalaman bekerja di sebuah perusahaan kecil. Aku ingin dia menjadi sekretaris atau asisten Kakak," sahut Cleo.
" Tidak. Karena pekerjaan itu sudah di handle oleh Grey. Dan aku tak membutuhkan asisten wanita yang pastinya akan menimbulkan banyak drama," sahut Edo sambil membolak-balikkan berkas yang ada di atas meja kerja nya.
" Kakaakk!!! Aku mohon!!" bujuk Cleo yang masih tak menyerah.
" Tidak. Kenapa kau tak meminta pekerjaan pada suami mu saja? Kenapa harus bekerja pada ku?" tanya Edo.
" Ck. Dia tidak mau keluar dari negara ini, Kak," sahut Cleo.
" Lalu? Kau mau wanita itu bekerja pada ku disini? Begitu?" tanya Edo.
" Ya. Bagaimana kalau dia bekerja di mansion sebagai asisten pribadi Kakak di mansion. Dia cantik dan sangat menyenangkan, dia pasti akan melayani semua keperluan kakak dan juga menemani kakak," sahut Cleo yang masih tak menyerah juga.
" Tidak karena Kakak sudah memiliki pelayan cantik bak bidadari di mansion. Jadi kau tak perlu membawa kan seorang pelayan wanita lagi untuk ku," sahut Edo.
Cleo dan Reza tampak tertawa puas di seberang sana.
" Pelayan mana yang kau bilang cantik, Ed? Apakah Bibik Beti? Atau Bibik Neli?" Kata Reza dengan tawa nya.
" Kakak. Aku rasa kau perlu memeriksa kan mata mu ke dokter mata," lanjut Cleo dengan tawa nya.
" Tertawalah, dan kalian akan melihat sendiri nanti setelah tiba di mansion," sahut Edo yang berhasil membuat Cleo dan Reza menghentikan tawanya dan tampak saling menatap.
" Terserahlah. Dan aku akan tetap membawa nya pulang ke mansion. Titik!"
Cleo langsung memutuskan panggilan itu dan meletakkan ponselnya.
Edo menggeleng kan kepalanya saat panggilan itu terputus secara sepihak.
" Dia memang keras kepala, sama seperti diriku," gumam Edo.