
Reza keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ruang makan.
" Daddy ..." panggil seorang anak laki-laki yang berusia 5 tahun.
" Selamat pagi, Boy," kata Reza sambil mengacak rambut anak itu dan duduk dikursi yang ada di sebelah nya.
" Daddy akan ke perusahaan hari ini?" tanya Bryan dengan mulut sambil mengunyah.
" Habiskan dulu makanan yang ada di dalam mulut mu, baru bicara. Oke," kata Reza menasehati ponakan kecilnya.
Anak itu hanya menganggukkan kepalanya lalu meminum susunya karena sudah menghabiskan sarapan nya.
" Aku ingin ikut Daddy ke perusahaan. Aku ingin menggoda wanita-wanita cantik yang bekerja di perusahaan Daddy," kata anak kecil itu dengan cara bicaranya yang sudah sangat jelas.
Hal itu membuat Reza dan pelayan yang ada di sana tertawa.
" Heii ... siapa yang mengajarkan hal itu padamu, Boy," tanya Reza.
" Uncle Haikal, Dad. Dia bilang kalau aku ingin menjadi seperti Daddy, aku harus pandai menggoda wanita."
Reza langsung tersedak mendengar perkataan dari bocah tengil itu.
" Kau masih kecil, Son. Tugas mu belajar saja, oke," sahut Reza sambil mengacak rambut pirang Bryan.
" Belajar menggoda wanita, maksud Daddy?" jawab Bryan dengan polosnya dan membuat Reza menepuk jidatnya sendiri.
' Awas saja kau Haikal,' batin Reza.
" Jadi ... apa aku boleh ikut Daddy ke perusahaan?" tanya Bryan lagi dengan tatapan matanya yang memohon seperti kucing.
" Huuffft ... Baiklah. Tapi kau tak boleh nakal dan harus menuruti perkataan Daddy."
" I promise!!" jawab Bryan tegas sambil menjulurkan jari kelingking nya pada Reza.
" Okey. You promise," sahut Reza dan menautkan jari kelingking nya dengan jari mungil Bryan.
Lalu mereka pun berangkat ke perusahaan Reza bersama.Cleo tiba di perusahaan RH.corp. Wanita itu langsung ke resepsionis untuk bertanya dimana ruangan HRD berada.
" Permisi ... bisa tunjukkan dimana ruangan HRD nya?" kata Cleo sopan.
Wanita penjaga meja resepsionis itu menatap penampilan Cleo dari atas hingga ke bawah.
" Apa kamu yang akan ikut interview disini?" kata wanita itu yang menjawab dengan pertanyaan pada Cleo.
" Hmmm ... Ya. Aku salah satu peserta yang akan ikut interview disini. Jadi ... dimana ruangan HRD nya?" tanya Cleo sekali lagi.
" Kau bisa naik lift itu ke lantai 5 dan bisa bertanya lagi di resepsionis disana," jawab wanita itu.
" Terimakasih. Ah ya, kenalkan namaku Cleo. Doakan aku agar bisa diterima di perusahaan ini," kata Cleo memperkenalkan dirinya dengan sikap ramah nya yang membuat wanita itu tersenyum.
" Ya. Aku Rani, kau cantik dan menarik dan itu sudah poin terpenting di perusahaan ini," jawab Rani ramah.
" Jadi itu salah satu syarat untuk bisa bekerja di sini?" tanya Cleo heran.
" Ya. Kau bisa lihat sendiri nanti para wanita yang bekerja disini dan kau bisa langsung menilainya. Sekarang cepatlah ke ruangan HRD. Karena kau akan langsung di tolak jika telat meskinya hanya satu detik," kata Rani menakuti Cleo.
" Oh my, sepertinya aku harus cepat. Oke terimakasih Rani," kata Cleo dan langsung berjalan menuju lift karyawan.
Ting ...
Pintu lift terbuka. Cleo langsung masuk bersama beberapa karyawan yang lain. Dia tidak perlu memencet angka 5 karena sudah ada yang memencetnya.
Kebanyakan yang ada didalam lift itu adalah karyawan perempuan. Cleo memperhatikan satu persatu para wanita itu.
' Benar kata Rani. Cantik dan menarik menjadi poin terpenting di perusahaan ini, aku tebak pasti yang punya perusahaan ini adalah pria muda yang playboy dan suka bermain wanita,' batin Cleo.
Ting ...
Pintu lift kembali terbuka. Cleo keluar dari lift karena angka di atas pintu lift itu berhenti di lantai 5.
Cleo kembali bertanya pada resepsionis yang juga ada di lantai itu.
" Permisi ... Saya ingin ke ruangan HRD. Bisa tunjukkan pada ku dimana ruangan nya?" tanya Cleo sopan.
" Disana," kata wanita itu sedikit sinis sambil menunjuk ke ruangan yang ada tepat di hadapannya.
" Baiklah. Terimakasih."
Cleo langsung berjalan kearah kursi tunggu yang sudah ada sekitar 5 orang menunggu disana.
' Kenapa disini suasana nya horor sekali? apa penjaga HRD nya kejam? Galak? atau cerewet?' batin Cleo berkecamuk.
Tidak ada yang berani membuka suara di antara mereka. Semua seakan sangat konsen dengan pikirannya masing-masing.
Bahkan gadis yang duduk di sebelah Cleo pun terlihat sedang menghafal sesuatu.
" Apa yang kau hafal kan?" tanya Cleo tiba-tiba dan membuat gadis itu tersentak kaget, hingga membuat semua orang menatap kearah mereka.
" Kau mengagetkan ku saja," sahut gadis itu.
" Hehe ... Maaf. Aku lihat kau tadi sedang menghafal kan sesuatu. Apa syarat untuk bisa di terima di perusahaan ini harus hafal undang-undang di negara ini? atau harus tahu hukum-hukum yang berlaku di sini?" tanya Cleo yang membuat semua orang yang ada disana tertawa pelan.
" Kau ini lucu sekali," kata gadis itu sambil ikut tertawa.
" Ya. Aku memang sangat lucu dan menggemaskan," sahut Cleo dengan percaya dirinya.
Suasana pun langsung sunyi kembali.
" Huuffft ... Sepertinya disini angker," gumam Cleo yang masih bisa di dengar oleh orang-orang yang duduk disana.
" Kenapa semuanya terdiam?" tanya Cleo pada gadis yang duduk di sebelah nya.
" Sssttt ... Big bos perusahaan ini akan datang kemari. Dia akan langsung ikut menyeleksi karena dia sedang mencari sekretaris yang cocok untuk nya," kata gadis itu setengah berbisik.
" Owh ... Begitu," sahut Cleo sambil menganggukkan kepalanya.
" Apa dia galak?" tanya Cleo lagi dengan suara yang sangat pelan.
" Ya. Dia sangat galak. Bahkan pada adiknya sendiri pun galak. Aku tidak tahu kenapa dia bisa segalak itu dan kakak sangat menyeramkan," sahut gadis itu dengan sedikit berbisik lagi.
" Jadi kau Adik dari big bos di perusahaan ini," tanya Cleo berbisik.
" Oops ... apa aku tadi keceplosan?" jawab gadis itu sambil menutup mulutnya sendiri.
Dan Cleo hanya menganggukkan kepalanya.
" Ini hanya rahasia kita, Oke."
Cleo kembali mengangguk cepat.
" Aku Zivilia," kata gadis itu dengan suara yang berbisik tanpa berjabat tangan dengan Cleo.
Cleo tertawa kecil mendengar nama gadis itu.
" Namamu seperti nama group band saja," kata Cleo sambil tertawa kecil.
" Iishh ... kau sama seperti para teman-teman ku di kampus. Menyebalkan!!"
Lalu munculah seorang pria tampan yang berperawakan tinggi besar dengan tatapan tajam nya datang dan langsung masuk kedalam ruangan HRD.
Semua langsung menundukkan kepalanya termasuk Cleo tanpa sempat melihat kearah pria itu.
Lalu nama-nama orang yang menunggu di kursi itu di panggil satu persatu.
" Huuffft ... Aku sering menghadiri interview di banyak perusahaan. Tapi sepertinya disini yang paling mencekam dan suasananya menjadi lebih tegang," kata Cleo pelan.
Zivilia langsung menyikut lengan Cleo.
" Ah ya ... Namaku__"
" CLEO ANTONIA GHAZALI!!" teriak seorang asisten bagian HRD. Hal itu membuat Cleo tak bisa meneruskan ucapannya dan langsung beranjak dari kursi.
Dia merapikan pakaian dan tatanan rambut nya dan berjalan menuju pintu ruangan itu.
Wanita itu berhenti di depan pintu yang sedikit terbuka itu untuk menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan nya.
" Permisi," kata Cleo masuk kedalam ruangan itu sembari membuka pintu nya.
Lalu tatapan nya bertumpu pada tatapan tajam pria yang dia kenal. Cleo terkejut dan keluar dengan langsung menutup kembali pintu itu.
" Ada apa?" tanya Zivi melihat Cleo keluar lagi dari ruangan HRD.
" Apa yang di dalam itu bos nya?" tanya Cleo panik dan di balas anggukan dari zi.
" Aku harus pergi dari perusahaan ini," kata Cleo yang ingin melangkah kan kakinya namun terhenti saat mendengar teriakkan pria itu dari dalam ruangan.
" CLEO ANTONIA GHAZALI!!! JIKA KAU PERGI DARI PERUSAHAAN INI, AKAN KU PASTIKAN KAU TIDAK AKAN DI TERIMA DI PERUMAHAN MANA PUN!!" teriak Reza dari dalam ruangan.