
Seharian itu Reza tak membiarkan Cleo keluar dari kamarnya. Pria itu terus menghajar sang istri di atas ranjang bahkan sampai menjelang malam.
Cleo terbangun di sore hari dengan kondisi tubuh yang terasa remuk. Perlahan dia melepaskan tangan Reza yang melingkar di perutnya.
Dan kali ini pria itu tak terbangun karena dia sedang kelelahan. Dengan gerakan perlahan, Cleo bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
" Iishh ... ini benar-benar tak nyaman," gumam Cleo merasa kan pangkal paha nya perih dan tak nyaman.
*
Kini Cleo sedang berendam dengan air hangat di bathtub. Dia ingin merilekskan tubuh nya yang terasa remuk dan lelah karena di tempur seharian oleh Reza.
Tiba-tiba pintu kamar mandi di buka dengan keras oleh seseorang. Cleo terkejut dan langsung menoleh kearah pintu.
" Kau berendam tapi tak mengajakku?" kata Reza berjalan dengan santai dengan tubuh polosnya.
Hal itu membuat Cleo langsung bergidik ngeri. Dia mengingat kembali kejadian yang sangat menyakitkan baginya.
Reza masuk kedalam bathtub dan bergabung bersama Cleo. Pria itu duduk di hadapan wanita itu dan menatap kearah mata sembab Cleo.
Cleo hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.
" Sorry," kata Reza lirih.
Wanita itu tak menggubris nya. Dia bangkit dan menuju shower untuk membersihkan tubuhnya dari busa sabun.
Reza menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.
" Sorry, jika aku memaksa mu," kata Reza.
Sekali lagi Cleo tak menjawab. Dia hanya melepaskan tangan Reza yang melingkar di perut nya dan segera membersihkan tubuhnya.
Reza memegang bahu Cleo dan membaliknya hingga menghadap kearahnya. Pria itu membulat kan matanya saat melihat hampir seluruh bahu dan dada Cleo yang terdapat kiss mark yang sudah menghitam.
" I'm sorry," ucap Reza lagi dan memeluk tubuh Cleo di bawah air shower yang menyala.
Dan tetap saja Cleo tak menjawab. Dia melepaskan pelukannya dan mematikan shower.
Lalu dia keluar dari kamar mandi setelah mengenakan bath rop nya, dengan langkah yang perlahan karena rasa nyeri di bagian bawah tubuhnya.
Reza yang melihat hal itu merasa sangat bersalah karena memperlakukan Cleo seperti itu. Dia segera menyelesaikan mandi nya dan keluar dari kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Pria itu melihat kearah ranjang dimana Cleo sedang membaringkan tubuhnya.
Saat dia ingin menghampiri wanita itu tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
Dia mengurungkan niatnya dan berjalan menuju pintu.
CEKLEK
" Ada apa?" tanya Reza pada pelayan yang ada di depan pintu.
" Makan malam sudah siap, Tuan. Den Bryan sudah menunggu di ruang makan," sahut pelayan itu.
" Ya. Sebentar lagi aku akan kesana."
Reza langsung menutup kembali pintu nya.
.
.
" Momy sedang tak enak badan, Son," sahut Reza.
" Benarkah? tapi tadi Momy terlihat baik-baik saja," sahut Bryan.
" Ya. Mungkin karena Momy kecapean sehabis main bola sama kita tadi," kata Reza beralasan.
" Aku akan menemui Momy." Bryan langsung bangkit dari kursinya.
" No, Son. Momy sedang tidur dan tak ingin di ganggu," kata Reza melarang Bryan untuk menemui Cleo.
" Tapi Momy belum makan, Dad. Aku ingin mengantar kan makanan dan obat untuk Momy," sahut Bryan bergegas menuju dapur dan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk Cleo beserta obat nya.
" Biar Daddy yang membawa nya," kata Reza merebut nampan yang berisi makanan dari tangan pelayan.
" Tunggu, Dad." Bryan menghampiri Reza dan meletakkan secarik kertas di atas nampan itu.
Reza mengerutkan keningnya menatap kearah Bryan.
" Berikan itu pada Momy agar Momy cepat sembuh. Aku senang daddy mulai perhatian pada Momy," kata Bryan.
" Hmmm ... baiklah. Jangan nakal dan kerjakan PR mu. Biarkan Momy tidur dengan daddy malam ini," kata Reza lalu berjalan menuju kamar nya.
" Oke, Dad!!" teriak Bryan semangat.
.
.
Saat ini Reza sudah ada di dalam kamar nya. Dia meletakkan nampan di meja samping ranjang.
" Heii ... Bangunlah. Kau belum makan," kata Reza sambil mengusap puncak kepala Cleo.
Dan betapa terkejutnya dia saat meraba kening sang istri yang terasa sangat panas dan tubuh nya menggigil.
" Wait ... kau demam tinggi. Apa yang harus aku lakukan," kata Reza.
Pria itu terlihat gelisah. Dan dia semakin merasa bersalah pada wanita itu.
' Apa aku harus memanggil dokter? tidak-tidak dokter akan memeriksa nya dan melihat beberapa tanda di tubuh Cleo. Dan jika sampai Edo tahu tentang hal ini makan hancur lah riwayat ku,' batin Reza sambil mondar mandir di dalam kamar nya.
Lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang bisa dia tanyakan tentang kesehatan seseorang dan apa yang harus dia lakukan.
Setelah bicara dan menanyakan banyak hal pada seseorang di seberang telepon. Pria itu langsung bergegas mengambil handuk kecil dan mengompres sang istri.
Dengan penuh perhatian, Reza merawat sang istri dan menjagamu semalaman. Dia bahkan menyuapi dan memaksa Cleo untuk makan agar bisa meminum obat nya.
Pria itu tertidur dalam keadaan duduk di samping Cleo dengan tangan yang ada di kening Cleo. Tubuhnya bersandar ke dashboard ranjang.
Tepat pukul 1 dini hari. Cleo terbangun dan membuka matanya. Dia melihat kearah pria yang tengah tertidur dengan posisi duduk di sampingnya.
Dia hanya menatap nya tanpa ekspresi.
' Aku tahu kau hanya merasa bersalah pada ku. I hate you, apapun yang akan kau lakukan untuk ku itu tak akan mampu membuka hatiku untukmu,' batin Cleo.