
Setelah kepergian Cleo dan Haikal dari ruangan nya. Reza langsung memutar kursi besarnya menghadap ke jendela kaca besar yang ada di belakangnya.
Pria itu menatap awan biru yang ada jauh di hadapan nya sambil menopang dagunya.
Dia mengingat tentang pembicaraan nya dengan Edo sebelum menghampiri ruangan HRD.
Flash back 15 menit yang lalu.
Reza tiba di perusahaan nya.
" Dad ... Aku ingin ke ruangan uncle Haikal," kata Bryan dengan tangan yang di gandeng oleh Reza.
" Baiklah. Aku akan mengantar mu kesana." Mereka langsung masuk kedalam lift khusus pimpinan.
Saat mereka sudah tiba di lantai teratas di gedung itu. Mereka berpapasan dengan Haikal.
" Hallo, Uncle."
" Heii ... Boy. Kau ikut kemari?" sahut Haikal menghampiri Bryan dan menggendong nya.
" Ya. Bukan kah kau ingin mengajarkan ku bagaimana caranya menggoda seorang wanita?" kata Bryan dengan polosnya.
Reza yang mendengar hal itu langsung menatap tajam pada Haikal. Pria itu terlihat salah tingkah.
" Ee ... Itu. Bos aku hanya bercanda pada bocah ini kemari," kata Haikal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tiba-tiba ponsel Reza berbunyi. Pria itu langsung mengambil ponselnya dan menatap layar ponselnya.
" Edo?" gumam Reza sambil mengerutkan keningnya dan masih terdengar oleh Haikal.
" Bryan, diamlah bersama uncle Haikal. Jangan nakal, Oke!"
" Oke, Dad!!" sahut Bryan dengan semangat.
Reza langsung mengangkat telponnya dan masuk kedalam ruangan nya.
" Ada apa, Ed? Ada hal penting apa hingga kau menghubungi ku," kata Reza to the poin.
" Adikku melamar di perusahaan mu, terima dia di perusahaan mu, Za. Karena dengan dia bekerja disana setidaknya akan membuat nya lebih aman," sahut Edo.
" Hmmm ... Siapa nama adik mu?" tanya Reza.
" CLEO ANTONIA GHAZALI, JAGA ADIKKU UNTUK KU." Pria itu langsung memutuskan panggilan itu.
" Cleo?" gumam Reza.
Pria itu mengingat wajah cantik Cleo yang pernah di temuinya.
' Apa dia Cleo yang sama dengan wanita menyebalkan itu? semoga saja dugaan ku salah,' batin Reza.
Lalu pria itu berjalan keluar dari ruangan nya dan turun menuju ke lantai 5 untuk menghampiri ruangan HRD.
Flash back off.
" Ada apa dengan wanita itu? Sepertinya ada rahasia besar dari Edo dan Cleo. Tapi itu bukan urusan ku."
CEKLEK
" Daddy!!" teriak Bryan setelah masuk kedalam ruangan Reza.
" Heii Boy ... Kau sudah puas bermain?" kata Reza berdiri dan menghampiri Bryan.
Anak itu langsung berlari kearah Reza dan Reza mengangkat tubuh Bryan seakan melayang di udara.
Bocah itu tertawa cekikikan dan sangat keras. Bahkan sesekali dia berteriak menyebut nama daddy Reza.
Hal itu terdengar sampai keluar ruangan dan terdengar oleh Cleo.
' Dia bos yang galak untuk para pegawainya, namun dia seorang yang sangat menyayangi putranya, jika terdengar dari tawa mereka,' batin Cleo.
" Hmm ... katakan," sahut Reza sambil fokus dengan laptopnya.
" Aku ingin wanita yang ada di depan ruangan Daddy menjadi Momy ku," kata Bryan sambil menatap kearah wajah serius Reza.
Pria itu langsung menghentikan kegiatan nya saat mendengar permintaan konyol dari anak sambungnya itu dan menutup laptopnya.
Dan menatap kearah mata biru Bryan.
" Kenapa harus wanita itu? apa karena dia cantik?" sahut Reza mengangkat tubuh Bryan dan mendudukkan nya di atas meja dan menghadap kearah nya.
" Ya. She is so beautiful, and I love her."
Reza tertawa mendengar ucapan dari bocah tampan itu.
" Banyak wanita cantik di perusahaan ini, Boy. Dan kau bisa memilihnya," sahut Reza.
" No. Tidak ada yang menarik di mata ku, Dad. Aku hanya ingin Nona Cleo yang menjadi Momy ku," jawab Bryan kekeh.
" Wow ... Kau sudah tahu namanya?" sahut Reza sambil tertawa kecil.
" Yes, Dad. Aku sudah berkenalan dengan nya. dan dia menyebut ku tuan tampan yang menggemaskan dan dia juga bilang bahwa dia jatuh hati padaku," sahut Bryan dengan semangat.
" Woohh ... Benarkah itu? Tapi bukan kah kalau kau ingin dia menjadi Momy mu, dia harus nya jatuh hati pada daddy juga?" sahut Reza.
" Eeemmm ... No. Cukup padaku saja dia jatuh hati. Karena jika dia jatuh hati pada daddy, maka akan mengambilnya dari ku," jawab Bryan sambil mengangkat jari telunjuknya dan menggerakkan nya di hadapan Reza.
Reza pun tertawa mendengar celotehan anak itu.
CEKLEK
Seorang wanita berpakaian seksi tiba-tiba masuk kedalam ruangan Reza.
" Reza ... bukan kah aku sudah menyuruh mu mencari sekretaris seorang pria saja? kenapa kau malah menerima wanita ini sebagai sekretaris mu?" kata Steffi, wanita yang saat ini dekat dengan Reza.
" Itu bukan urusan mu!!" tegas Reza yang tak suka ada seorang wanita yang mencampur urusan nya. Apalagi menyangkut tentang perusahaan nya.
" Dad ... aku tidak mau dia menjadi Momy ku. Dia galak dan tidak sopan pada Daddy," kata Bryan sambil menunjuk kearah steffi.
" What!! Daddy? jadi kau sudah memiliki seorang putra?" kata Steffi terkejut.
" Ya. Dia putra semata wayang ku, kenapa? kau keberatan?" sahut Reza tersenyum licik.
Pria itu mau tahu apa ekspresi wanita itu saat tahu dia memiliki seorang putra.
" T-tapi bukan kah kau tak pernah menikah?" sahut Steffy.
" Ya. Karena aku adalah putra dari wanita yang sangat di cintai Daddy," sahut Bryan dengan percaya dirinya.
" T-tapi Reza. Bagaimana dengan hubungan kita? A-aku tidak mau membawa anak ini dalam hubungan kita!!" kata Steffi tegas.
" Maka pergilah. Kita tidak pernah mempunyai hubungan, bukan? Jika kau tak bisa menerima putra ku, maka kau pergi dan mencari pria yang belum mempunyai seorang putra," sahut Reza.
Pria itu memencet tombol yang ada di samping mejanya untuk memanggil security.
Dan security itu langsung muncul setelah Reza memencet tombol itu.
" Bawa dia pergi dari perusahaan ku. Dan jangan biarkan dia masuk kedalam gedung ini lagi!!" tegas Reza.
" T-tapi Reza!! I love you, Za. I love you so much!!" teriak wanita itu dengan tangan yang sudah di seret dengan paksa oleh dua security itu keluar dari ruangan Reza.
" Huuffft ... Untung saja dia tidak menjadi Momy ku. Jika itu terjadi, maka hidup ku pasti akan seperti di negara .... UPS ... Neraka maksud ku," kata Bryan.
Reza kembali duduk di kursi kebesaran nya. Sementara Bryan duduk di sofa sambil asik bermain dengan robot iron man kesukaan nya.
" Dad. Mulai hari ini, aku yang akan mencari kan Daddy seorang istri. Daddy tak bisa mencari wanita yang baik. Itu terlihat dari wanita yang mengerikan tadi," kata Bryan yang membuat Reza tertawa mendengar nya.
" Baiklah, Boy. Asalkan jangan wanita yang duduk di depan meja di luar ruangan daddy," sahut Reza sambil tersenyum.