
Reza menghampiri Cleo dan mengulurkan tangannya. Cleo menoleh dan melihat kearah Reza.
" Kau tak ingin berdansa dengan ku?"
Tanpa menjawab pertanyaan Reza, Cleo langsung mengulurkan tangannya pada Reza.
Reza membawa Cleo ke lantai dansa. Pria itu merengkuh pinggang ramping Cleo dan wanita itu meletakkan kedua tangannya di leher Reza.
Mereka pun berdansa di tengah-tengah para tamu undangan. Bryan bersorak gembira saat melihat Momy dan daddy nya berdansa.
Hal itu membuat hati Cleo menghangat. Entah kenapa Cleo sangat bahagia saat melihat bocah itu bahagia.
Cleo memang sangat menyayangi Bryan. Dia bahkan sudah menganggap anak itu seperti anak kandungnya sendiri meskipun dia belum memiliki seorang anak.
Reza menatap wajah cantik Cleo yang sedang tersenyum. Dia berpikir akan seperti apa pernikahan ini.
Lalu pandangan mata mereka bertemu. Mata tajam Reza menghunus mata indah Cleo.
' Hari buruk di mulai dari sekarang,' batin Cleo.
' Aku sudah menikah, dan wanita bar-bar ini istri ku,' batin Reza.
" Akan seperti apa pernikahan ini?" tanya Cleo.
" Kita akan menjadi keluarga yang bahagia untuk Bryan. Hanya itu yang ada di pikiran ku," sahut Reza.
" Aku ingin tidur di kamar yang berbeda dengan mu," sahut Cleo.
" Kenapa? kau takut aku meraba tubuh mu?" tanya Reza.
" Ya. Itu salah satu alasan nya," sahut Cleo.
Reza tertawa pelan mendengar ucapan dari Cleo.
" Wanita yang aneh. Kau membiarkan orang lain meraba tubuh mu tapi kau melarang suami mu sendiri untuk melakukan hal itu," sahut Reza.
Cleo mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari Reza yang dengan sengaja menyinggung kejadian itu.
" Apa mau mu? kau lupa bahwa pernikahan ini hanya sementara?" sahut Cleo.
Reza tersenyum sinis. Dia semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat Cleo menahan dadanya.
" Ini memang pernikahan sementara. Tapi aku juga ingin menikmati tubuh istri sementara ku ini," ucap Reza dengan hidung mereka yang saling bersentuhan.
Dan tangan Reza yang mengusap punggung mulus Cleo yang terbuka. Cleo menatap tajam mata Reza.
Lalu dia membenarkan letak tangan Reza yang melanglang buana ke punggung mulus nya. Dan meletakkan di pinggang nya kembali.
" Jaga tangan mu, aku tidak suka kau melakukan itu padaku!" tegas Cleo dengan suara yang tertahan.
" Tapi aku sangat suka melakukan nya. Kau tak bisa melarang ku, karena kau istri ku," bisik Reza di telinga Cleo. Hingga membuat wanita itu merinding.
" Tapi aku tak akan membiarkan nya," sahut Cleo serius.
" Kita lihat saja nanti!"
.
.
Malam pun tiba. Pesta pernikahan itu semakin meriah. Banyak rekan bisnis Reza serta teman-teman nya yang datang ke pesta itu.
Dan pria itu tengah sibuk menyapa para tamunya. Cleo sudah mengganti bajunya dengan gaun berwarna nude.
Dia terlihat bak putri di negeri dongeng dan sangat anggun dengan rambut pirang nya yang di style modern dan semakin membuat nya terlihat sangat cantik.
Dia berjalan ke halaman belakang karena pesta di malam harinya di adakan di sana.
" Kakak ipar!!" panggil Zi dari belakang.
Cleo menoleh dan tersenyum pada Zi.
" Waaow ... Your so beautiful. Bryan memang tak pernah salah pilih. Dia memilih wanita secantik dirimu menjadi Momy nya," kata Zivilia yang hanya mendapatkan senyuman dari Cleo.
Lalu mereka melangkah kan kakinya menuju pesta yang masih berlangsung.
" Ini pesta pernikahan Kakak yang pertama dan terakhir. Jadi pasti akan sangat meriah. Ayo, aku kenalkan kau pada kerabat ku," ucap Zi sambil menarik tangan Cleo.
Cleo pun hanya pasrah dan mengikuti langkah adik ipar nya. Dia berkenalan dengan semua kerabat dan sahabat dari keluarga Rahardjo.
Semua terlihat ramah pada Cleo kecuali satu wanita yang seumuran dengan nya. Wanita itu melihat sinis pada Cleo dan terlihat jika dia tak menyukai Cleo.
Saat mereka sedang mengobrol bersama. Reza menghampiri Cleo dan menarik tangan nya.
" Maaf semuanya. Aku harus memperkenalkan istri ku pada teman-teman ku, kalian bisa melanjutkan obrolan kalian tanpa istri ku, bukan?" kata Reza.
" Ya, Reza. Kau bebas membawa istri mu kemana saja, meskipun ke dalam kamar pengantin kalian sekalipun," sahut salah satu Aunty Reza.
Mereka semua tertawa saat melihat Reza merengkuh pinggang Cleo berjalan menjauhi mereka.
" Mereka sangat serasi."
" Ya. Jika aku menemukan Cleo terlebih dulu mungkin aku akan langsung melamarnya untuk menjadi menantu ku."
" Tapi kau sudah kalah cepat. Dia sudah menjadi menantu ku," sahut Moza.
Obrolan antara kerabat dan sahabat itu berlanjut. Dan tampak satu wanita yang sangat tidak suka dengan obrolan itu.
' Apa hebatnya wanita itu selain kecantikan dan tubuh seksi nya,' batin Meldi, anak sahabat dari Moza.
.
.
Sementara di tempat teman-teman Reza berkumpul. Pria itu tengah memperkenalkan istrinya pada semua temannya.
Mereka menatap dengan mata yang berbinar saat melihat wanita cantik dengan tubuh seksinya itu.
Bahkan ada yang tak berkedip dan menganga saat melihat belahan dada Cleo yang terlihat tumpah seakan ingin keluar dari balik gaun nya.
Cleo duduk di sebelah Reza dengan santai nya. Dia melakoni peran nya dengan sangat baik di hadapan para pria itu.
Reza melirik kearah Cleo yang sesekali menutupi dadanya yang sedikit terbuka menggunakan tangan nya.
Lalu Reza melepaskan jasnya dan memakai kannya pada tubuh wanita cantik yang kini menjadi istrinya.
" Hanya aku yang boleh melihat nya serta menikmati nya," bisik Reza sambil memakai kan jas itu pada Cleo.
" Jangan terlalu berharap, Tuan," sahut Cleo dengan suara yang berbisik juga.
" Wah ... wah. Kalian romantis sekali," kata seorang wanita cantik yang muncul dari belakang mereka.
Cleo menoleh pada wanita yang berpenampilan begitu seksi dan cantik itu tapi tidak dengan Reza.
" Selamat untuk pernikahan mu, Sayang. Aku yakin kau tidak akan mendapatkan pelayanan terbaik, sebaik diriku dari wanita manapun," kata wanita itu sambil mencium kedua pipi Reza di hadapan Cleo.
Apa yang di rasakan Cleo saat ini?
Apa dia kesal? jawabannya adalah tidak sama sekali.
Dia tidak peduli meskipun wanita itu mencium bibir Reza di depan nya. Karena memang dia tak memiliki perasaan pada suamiku itu.
" Heii ... Cleo. Kau hanya diam saja melihat suami mu di cium oleh wanita lain di hadapan mu?" tanya salah satu teman Reza.
" Lalu aku harus apa? Apa aku harus marah?" sahut Cleo santai.
Reza hanya melirik kearah sang istri. Dia membiarkan wanita lain bergelayut manja di lengannya.
" Apa kau tak takut suami mu tergoda oleh wanita lain?" tanya teman Reza lagi.
" Tidak. Karena aku yakin dia tak akan tergoda dengan wanita murahan yang mungkin sering dia sentuh. Dia tidak akan pernah tergoda dengan tubuh wanita lain selama ada aku di dekatnya. Benar begitu suamiku?" kata Cleo dengan senyum smirk nya pada Reza.
Reza langsung melepaskan tangan wanita yang melingkar di lengannya dengan kasar. Lalu pria itu langsung mencium bibir Cleo di depan teman-temannya dengan penuh kelembutan.
# Kira-kira begitu yak gaun yang di kenakan Cleo 😆#