
Tok tok tok
Bunyi ketukan di pintu membuat Edo dan Grey yang tengah mendiskusikan tentang pekerjaan pun terhenti.
Edo melihat kearah Grey dan pria itu langsung mengerti apa yang di perintahkan oleh sang bos. Pria itu bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu.
CEKLEK
Grey membuka pintu itu dan melihat Hardi dan seorang wanita yang tengah berdiri di samping belakang Hardi.
" Ada apa?" tanya Grey.
" Maaf jika mengganggu pekerjaan mu, Tuan. Saya hanya ingin mengantar kan keponakan dari Bibik Neli untuk bertemu dengan Bos besar," sahut Hardi sopan.
Grey tampak menganggukkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya kearah wanita cantik nan berpenampilan sederhana yang berdiri di belakang Hardi.
Pria itu tampak menatap dengan intens pada sosok wanita itu. Dia menatap dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya hingga membuat wanita tertunduk malu.
Bukan malu, tapi tepatnya risih karena di tatap seperti itu oleh seorang pria tampan seperti Grey.
' Keponakan Bibik Neli cantik juga,' batin Grey.
" Siapa Grey?" tanya Edo dari dalam ruangan.
Grey langsung tersadar dan mengalihkan pandangannya kearah sang Bos yang masih duduk di kursi kebesaran nya.
" Hardi sedang mengantar kan keponakan Bibik Neli kemari, Bos!" sahut Grey.
" Hmmm ... Suruh Hardi mengantarkan dia ke paviliun belakang dan jelaskan apa saja pekerjaan nya," sahut Edo dari dalam dengan tatapan mata yang masih tertuju pada berkas yang ada di hadapannya.
Grey menatap kearah wajah cantik Milea dan langsung mengalihkan lagi ke arah Edo.
" Biar aku saja yang mengurus nya, Bos!"
" Hmmm ... cepat kembali karena pekerjaan kita masih banyak!" tegas Edo.
Grey tersenyum merekah karena dia mempunyai kesempatan untuk berkenalan dengan keponakan Bibik Neli yang cantik jelita.
" Baik, Bos!!" sahut Grey semangat.
Dia langsung menutup kembali pintu ruangan itu dan menatap kearah Hardi yang masih berdiri disana.
" Kenapa kau masih disini? cepat kembali ke pos!" tegas Grey.
" Baik, Tuan!"
Hardi pun langsung berbalik dan menuju pintu keluar mansion itu. Namun dia melangkahkan kakinya dengan sambil menggerutu.
" Giliran ada pelayan baru yang cantik saja, Tuan Grey langsung bergerak cepat!" gumam nya.
Sementara itu, Grey tampak melihat kearah Milea yang masih menundukkan kepalanya.
Di tengah perjalanan menuju paviliun belakang dimana tempat para pelayan tinggal. Grey tampak menghentikan langkahnya dan menyuruh Milea untuk duduk di ruang makan.
Kini mereka duduk di kursi yang berhadapan. Grey masih menatap wajah cantik Milea yang terus menunduk kebawah.
" Siapa nama mu?" tanya Grey mulai mengintrogasi Milea.
" Namaku Milea Blossom, saya keponakan dari Bibik Neli dari Adik nya," sahut Milea masih menundukkan wajahnya.
" Boleh aku melihat kartu identitas mu? ini untuk keamanan karena aku sudah biasa melakukan ini pada setiap pelayan baru di mansion ini," sahut Grey.
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan dia membuka tas kecil yang dia gendong dan mencari sesuatu di dalamnya.
Setelah menemukan apa yang dia cari, dia langsung menyerahkan kartu itu pada Grey dan menatap wajah tampan nya sekilas.
Grey tersenyum saat wanita itu langsung mengalihkan pandangannya saat netra indah nya bertumpu dengan mata tajam nya.
Dia mengambil kartu itu dan mulai memeriksa nya. Dia mengambil ponselnya dan memotret kartu identitas itu dan menyerahkan kembali pada pemilik nya.
" Maaf, aku harus menyelidiki latar belakang serta keluarga mu. Karena ini memang sudah peraturan di mansion ini," kata Grey dan di balas anggukan kepala oleh Milea.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan nya manuju paviliun belakang.
.
.
Kini mobil yang di tumpangi Reza dan Cleo se memasuki area parkiran Hotel. Reza memilih hotel terbaik di kota itu karena dia ingin mengistirahatkan tubuh nya yang lelah dengan nyaman.
" Kita menginap disini?" tanya Cleo saat keluar dari mobilnya.
" Entahlah. Kita lihat saja nanti, aku hanya ingin tempat yang nyaman untuk kita bercinta," bisik Reza dan Cleo langsung memukul lengan nya.
Reza terkekeh dan menggandeng tangan Cleo memasuk hotel itu. Pria itu memesan kamar hotel yang paling mahal karena dia memang ingin memberikan yang terbaik saat dalam perjalanan ini bersama sang istri.
Setelah mendapatkan kunci kamar nya. Cleo dan Reza langsung di antar ke kamar yang berada di lantai paling atas bangunan itu.
Mereka memasuki lift dan setelah lift itu sampai di lantai yang mereka tuju, mereka langsung keluar.
" Silahkan, Tuan Nyonya."
Reza langsung memberikan uang tip pada pelayan hotel itu dan dia pun langsung pergi dari sana.
Reza menggandeng tangan Cleo masuk dan langsung menutup pintunya.
" Aaawww ... apa yang akan kau lakukan!!" pekik Cleo saat pria itu langsung mengangkat nya seperti sebuah karung.
" Kita akan mandi bersama, Beby."
Cleo hanya tertawa kecil dan menggigit kecil punggung kokoh Reza yang ada di hadapannya.