
" Tidak, Dad. Jangan lakukan itu!" sahut Reza.
Rekza dan Moza tampak saling menatap.
" Lalu apa yang kau inginkan dari pernikahan ini, Reza? kau sudah sangat menyakiti nya!!" sahut Moza kesal.
" Aku mohon ... Mom, Dad. Bantu aku, berikan aku kesempatan agar aku bisa memperbaiki semuanya," ucap Reza sembari memohon.
Pria itu bangkit dan menghampiri kedua orang tuanya. Dia berlutut dan menyentuh kaki Mom and Dad nya.
" Tolong bantu aku, Mom Dad. Katakan pada Edo bahwa aku membutuhkan kesempatan untuk membuktikan perasaan ku agar aku bisa memperbaiki pernikahan ku," ucap Reza sambil bersimpuh di kaki orang tua nya.
Moza menatap wajah sendu Reza yang menunduk di depan nya. Sungguh dia tak tega melihat putranya kini.
Dia melihat kesungguhan dan penyesalan yang sangat besar disana. Lalu Moza melihat kearah sang suami yang tengah menatapnya.
Moza menganggukkan kepalanya dan Rekza pun hanya tersenyum menanggapi nya.
Sementara Reza masih bersimpuh. Dia tidak akan bangkit sebelum orang tuanya menjawab perkataan nya.
" Baiklah. Aku akan mencoba mengatakan hal itu pada Edo," sahut Rekza.
Reza langsung mengangkat wajahnya menatap kearah Rekza. Matanya berbinar dan mencari keseriusan di sana.
" Daddy ... serius?" tanya Reza.
" Ya. Asalkan kau harus mencari sendiri dimana Cleo. Kau harus menyusulnya dan menjemput nya sendiri pada Edo. Karena Edo tak akan membiarkan daddy ikut campur dengan ini semua," ucap Rekza.
Pria itu bangkit dari sofa begitu pun dengan Moza. Wanita paruh baya itu memegang bahu Reza dan membawanya untuk bangkit.
Reza mengikuti kemauan Moza dan bangkit berdiri. Wanita paruh baya itu mengusap wajah sang putra.
" Kenapa kau begitu lemah sekarang, Son?" kata Moza sambil mengangkat dagu runcing Reza.
Reza pun mengangkat wajahnya dan menatap kearah Moza.
" Dan aku tahu apa yang membuat putra ku ini menjadi selemah ini," lanjutnya.
" Jika kau benar-benar mencintai nya, maka kau harus berjuang sendiri, Reza. Buktikan pada Edo jika kau benar-benar mencintai adik kesayangannya."
Rekza menarik dan menggenggam tangan Moza dan membawanya pergi dari hadapan Reza.
Reza hanya menatap kepergian orang tua nya. Tangan nya terkepal sempurna dengan rahangnya yang ikut mengerang.
" Baiklah. Aku harus berjuang untuk mendapatkan cinta ku kembali. Cleo Antonia Ghazali, tunggu aku. Suamimu akan segera menjemputmu."
Reza tersenyum miring dan langsung menuju ruang kerjanya. Entah apa yang akan dia lakukan, dia seperti sedang membuat rencana.
.
.
Sementara di tempat lain. Edwin tengah memantau mansion Reza. Dia pikir bahwa Cleo masih tinggal di sana.
" Mansion ini sangat megah. Ternyata memang benar kata Edward, harta peninggalan Antoni memang sangat banyak. Itu sudah terlihat dari mansion ini," gumam Edwin yang mengira mansion itu milik Cleo.
Dan dia tidak mengetahui bahwa Cleo sudah menikah dan sangat di lindungi oleh keluarga sang suami.
Namun sayangnya dia sedikit terlambat karena Cleo sudah dijemput oleh Edo dan suaminya pun tidak tahu dimana Cleo berada saat ini.
.
.
Pagi-pagi sekali, Grey mendatangi mansion Edo. Pria itu masuk dan langsung menuju ruang tengah.
Para pelayan yang sudah mengenal nya tampak menyambut nya dan memberikan minuman pada asisten Edo.
Ya. Edo memiliki Remon yang selalu membantunya dalam masalah perusahaannya. Dan Grey adalah putra dari Remon.
Pria itu juga memutuskan untuk mengikuti sang ayah yang mengabdi pada keluarga Antoni. Dan menjadi tangan kanan Edo dan membantu nya dalam segala hal.
Grey mengambil cangkir itu dan menyeruput nya. Terdengar langkah kaki seseorang menuruni tangga.
Grey langsung meletakkan kembali cangkir itu setelah menyesapnya. Dia melihat kearah tangga dan terlihat Edo menghampiri nya.
Pria itu langsung duduk di sofa yang ada di seberang Grey.
" Ada apa, Grey? apa yang membuat mu kemari pagi-pagi sekali?" tanya Edo.
" Ada yang ingin saya sampaikan, Bos. Ini tentang Edwin!"
Mendengar nama itu Edo langsung menegakkan tubuhnya. Rahangnya mengeras dan tangan nya terkepal.
Lalu ada langkah kaki seseorang menuruni tangga. Dia menoleh dan melihat Cleo disana.
" Kak ... ayo kita makan pagi bersama," ucap Cleo dan langsung berjalan menuju ruang makan.
Edo mengangguk dan menoleh kearah Grey yang tampak terpaku melihat kecantikan adik dari sang bos yang tak pernah dia lihat sebelumnya.
' Dia benar-benar cantik,' batin Grey yang masih menatap tubuh Cleo yang berjalan menjauh.
" Eehhem ..."
Edo berdehem dan menyadarkan lamunan Grey.
" M-maaf, Bos," ucap Grey sambil menundukkan kepalanya.
Edo menggelengkan kepalanya.
" Ayo kita sarapan bersama. Nanti kita lanjutkan pembicaraan ini di ruang kerja ku."
" T-tapi Bos saya __"
" Ini perintah!! jika kau menolak nya maka pergilah dari sini!!" tegas Edo.
Grey hanya menganggukkan kepalanya dan tak bisa menolak perintah dari sang bos yang sangat dia segani.
Edo Antonio Ghazali
Greyson Michael