The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Mendaki



Reza dan Cleo sedang berada dalam perjalanan menuju sebuah bukit yang tak terlalu jauh dari mansion Edo.


Mereka menikmati perjalanan itu. Cleo menyalakan musik kesukaan nya dan dia bersenandung dalam perjalanan itu.


" Suaramu lumayan juga," kata Reza menikmati lagu dan nyanyian merdu sang istri.


" Ya. Sebenarnya aku ingin menjadi penyanyi tapi kakak tak menyetujui nya," sahut Cleo sambil mengecilkan suara lagu itu.


" Sayang sekali. Tapi aku pun pasti tak akan menyetujui nya," sahut Reza.


" Why? kalian sama-sama menyebalkan!"


Cleo mengalihkan pandangannya kearah luar jendela sambil mencebik.


" Aku tidak ingin istriku bernyanyi untuk banyak orang. Aku ingin istriku hanya bernyanyi untuk ku."


Cleo tersenyum dan langsung menatap wajah tampan Reza saat mendengar perkataan dari pria itu.


" Benarkah??" tanya Cleo dengan mata yang sudah berbinar.


" Ya. Apalagi suara ******* mu? Hmmm ... hanya aku yang boleh mendengar dan membuat mu mendesah," sahut Reza yang kini mulai berpikiran mesum.


" CK. Kau selalu memikirkan hal-hal seperti itu," kata Cleo mencebik.


Reza tertawa dan memegang tangan Cleo, lalu mencium punggung tangannya.


Dia kembali memfokuskan diri pada kemudinya. Sementara Cleo hanya menatap kearah luar jendela.


Lalu senyumnya mengembang saat melihat pemandangan danau dan juga bukit yang mereka lewati.


" Berhenti ... berhenti sebentar, Sayang."


Mendengar permintaan sang istri. Reza langsung meminggirkan mobilnya dan menghentikan nya di pinggir jalan.


Cleo tersenyum dan langsung membuka pintu mobil nya. Wanita itu keluar dari mobil tanpa menunggu Reza.


Dia sedikit berlari kearah rumput hijau sambil merentangkan kedua tangannya.


" Ini sangat indah," gumam nya.


Reza keluar dari mobil dan berjalan kearah Cleo. Lalu dia memeluk tubuh sang istri dari belakang.


" Kita akan kesana," kata Reza sambil menunjuk kearah bukit yang terdapat danau di bawah nya.


" Benarkah?" sahut Cleo excited.


" Hmmm ... kita akan mendirikan tenda di dekat danau itu," sahut Reza.


" Waah ... aku jadi tak sabar ingin segera kesana," sahut Cleo.


" Ayo, Sayang. Kita harus segera sampai kesana agar kita bisa mendapatkan tempat yang dekat dengan danau," kata Cleo semangat sambil menarik tangan Reza menuju mobilnya.


Reza tertawa melihat ekspresi wajah Cleo yang memang sangat terlihat jika dia sedang sangat bersemangat untuk segera sampai ke dekat danau itu.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan nya. Hanya butuh waktu 3 jam saja menuju tempat itu. Namun mereka menghabiskan waktu 4 jam perjalanan karena Cleo selalu memintanya untuk berhenti ketika melihat pemandangan yang cukup indah di hadapan nya.


Wanita itu akan meminta Reza untuk memotret dirinya beberapa kali, dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia sangat bersemangat karena Cleo memang sangat jarang berkeliling seperti ini.


Reza memarkir kan mobilnya di pos yang memang tersedia disana. Hanya ada 3 mobil yang terparkir disana karena ini bukanlah weekend.


Cleo mengedarkan pandangannya dan keluar dari mobilnya. Dia berjalan kearah belakang dimana Reza sedang mengeluarkan tas Koper nya.


" Kita tak membawa sebuah tenda, Sayang."


Cleo melihat kearah Reza yang kini mulai terlihat sibuk dengan memindahkan beberapa kebutuhan nya kedalam tas ransel yang ada di dalam mobil nya.


" Di sana sudah tersedia semua perlengkapan berkemah yang kita butuhkan, Honey," sahut Reza sambil fokus dengan kegiatan nya.


" Biar aku bantu," sahut Cleo ikut berjongkok.


" No. Ini sudah hampir selesai," sahut Reza tersenyum.


Reza memang sudah menyiapkan segalanya. Dia juga sudah memesan sebuah tenda lengkap dengan semua keperluan nya selama mereka berkemah.


Dia juga memesan tempat yang berada di dekat danau dan dia mengeluarkan uang tak sedikit untuk tempat yang sering di incar oleh para pendaki lainnya.


Kini mereka berjalan menuju tempat perkemahan itu. Reza menggendong ransel besar di belakang punggung nya, semenjak Cleo hanya menenteng tas kecil di tangan nya.


Reza menggandeng tangan Cleo selama perjalanan. Dan mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke tempat perkemahan.


Senyum Cleo terpancar saat melihat pemandangan yang benar-benar indah di hadapan nya.


" Dimana tenda kita?" tanya Cleo sambil mengedarkan pandangannya melihat beberapa tenda yang sudah berdiri di area itu.


" Disana," sahut Reza menunjuk kearah tenda yang sudah berdiri tak jauh dari danau.


Cleo tersenyum dan melepaskan tangan Reza yang menggandeng nya. Dia berlarian kearah tenda sambil berteriak.


" Wohoooo ... I'm Free!!"


teriak Cleo dengan tawanya.


Reza hanya tertawa kecil dan menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sang istri.


' Aku berjanji akan selalu membuat mu tertawa, Beby.'