
Cleo sedang di rias oleh penata rias artis. Dia hanya sendiri di hari pernikahan nya ini. Tidak ada orang yang menemani nya kecuali perias dan salah satu supir serta body guard yang bertugas menjemput dan mengawal nya.
Kini dia sedang berdiri di depan cermin. Senyumannya tersungging saat melihat pantulan dirinya di depan cermin.
Dia memutar tubuhnya. Dia terlihat sangat sangat cantik dengan make up yang tak terlalu tebal dan gaun pengantin yang cantik membalut tubuh seksinya.
" Kau sangat cantik, Nona. Aku yakin calon suami mu akan terpesona melihat kecantikan mu," kata salah satu perias itu.
" Ya. Bahkan pria itu mungkin tak akan sabar untuk melakukan malam pertama nya," sahut perias satu lagi.
" Kau beruntung, Nona. Kau memiliki ibu mertua bak peri. Nyonya Rahardjo sangat baik, dia pasti akan sangat menyayangi menantu cantik nya ini," kata perias itu.
Cleo hanya tersenyum mendengar ucapan dari wanita itu.
' Bahkan aku tidak pernah tahu sosok ibu mertua ku, apalagi mengenalnya. Semoga yang dikatakan oleh wanita ini benar,' batin Cleo.
Dia takut ibu mertua nya sosok yang jahat dan suka pilih-pilih. Tapi pikiran itu terhempas saat mengingat beberapa waktu yang lalu mertuanya itu menghubungi dirinya.
Suaranya sangat lembut dan mendayu. Bahkan dari suaranya itu, Cleo bisa menebak sosok ibu mertua nya itu pasti sangat baik hati.
Apa lagi saat menerima beberapa barang yang dikirim langsung oleh mertuanya. Itu semakin membuat Cleo penasaran dengan sosok ibu mertua nya itu.
Kini Cleo sudah ada dalam perjalanan menuju mansion keluarga Rahardjo. Tempat dimana pernikahan itu akan berlangsung.
Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai di mansion megah itu. Lea turun dari mobil saat seorang bodyguard membukakan pintu mobil untuk nya.
Senyumnya tersungging saat melihat seorang anak laki-laki yang tampan sedang berlarian kearahnya.
Wanita itu berjongkok dan merentangkan kedua tangannya.
Bryan berlari dan langsung melompat kedalam pelukan Cleo. Mereka berpelukan dan hal itu membuat semua orang melihat kearah mereka.
Lalu Bryan menggandeng tangan Cleo berjalan di atas karpet merah yang membentang dari halaman mansion sampai kedalam mansion yang begitu luas.
Semua orang menatap kagum kearah sang pengantin yang terlihat sangat cantik. Cleo hanya tersenyum tipis sambil terus berjalan kedalam mansion.
CEKLEK
Pintu utama mansion yang sangat besar di buka oleh 2 pengawal yang berjaga disana.
Hal itu membuat semua orang yang ada di dalam mansion melihat kearah pintu yang terbuka.
Tampaklah Cleo yang berjalan dengan perlahan bersama Bryan. Senyum tipis yang menghiasi bibirnya membuat kecantikan nya bertambah.
" Menantu ku sangat cantik," gumam Moza, Momy Reza.
" Ya. Jika dia tak cantik, Reza tak mungkin memenuhi permintaan Bryan," sahut Rekza.
Bryan memberikan tangan Cleo pada Reza. Pria itu menerima tangan itu dan menggenggam nya.
Deg deg
Jantung Cleo berdebar saat berhadapan langsung dengan pria yang akan menjadi suami nya itu.
' Ada apa dengan jantung ku,' batin Cleo.
' Shiitt ... kenapa dia begitu cantik?' batin Reza menatap lekat wajah cantik itu.
Lalu mereka mengucapkan janji suci pernikahan bersama.
" Sekarang kau bisa mencium istri mu," ucap pria paruh baya yang menuntun jalannya pernikahan.
Dengan sangat perlahan, Reza mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Cleo.
Dia membelai tengkuk leher wanita itu hingga membuat Cleo meremang.
Cleo memejamkan matanya sambil mencengkram jas Reza di bagian dadanya saat pria itu mulai mencium bibirnya secara perlahan.
Deg deg
Dada mereka sama-sama bergemuruh. Reza menyesap bibir Cleo dan terdengar sorak sorai dari para tamu dan keluarga.
" Whooo ... Selamat atas pernikahan mu Bos!! Lanjutkan itu nanti di kamar kalian!!" teriak Haikal.
Dev dan Zea hadir di pernikahan itu. Zea sangat senang melihat dua sahabatnya bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.
Dan dia tak menyangka bahwa dia akan menyaksikan pernikahan dua sahabatnya itu.
Reza terus mencium bibir Cleo. Hingga wanita itu kehabisan udara baru Reza melepaskan nya.
" Kau sangat bernafsu rupanya," kata Cleo lirih dengan tatapan kesal nya.
Dia merasa malu dengan ciuman barusan. Karena ciuman itu di saksikan langsung oleh semua para tamu undangan.
Lalu Reza menggandeng tangan Cleo menuju kedua orang tuanya yang berdiri jauh di hadapannya.
Moza langsung menangkup wajah cantik cleo dan menciumnya.
" Selamat atas pernikahan mu, Sayang. Oh God, kau sangat cantik. Aku tak menyangka Reza akan mendapatkan wanita secantik dirimu," kata Moza yang membuat Cleo tersipu malu.
" Terimakasih, Mom," sahut Cleo tersenyum.
Lalu Rekza menghampiri menantunya. Dia mencium kening Cleo. Dan mengangkat dagunya agar menatap kearahnya.
" Katakan pada Daddy jika Reza menyakiti mu, Hmmm ..."
Cleo tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Daddy ... gendong aku gendong aku!" teriak Bryan sambil merentangkan kedua tangannya.
Reza menggendong tubuh Brian. anak itu memeluk leher Cleo dan mereka pun terlihat berpelukan bertiga.
" Akhirnya aku memiliki seorang momi yang mencintaiku," kata Bryan.
" Ya. I love you Boy," sahut Cleo.
Reza tersenyum melihat pemandangan itu.
Zi menghampiri mereka. Dan Cleo langsung melepaskan pelukannya pada Bryan.
"Kau masih ingat padaku?" tanya Zivilia.
" Mana mungkin aku melupakanmu, Adik Ipar," sahut Cleo.
Mereka langsung berpelukan.
" Aku senang, ternyata Kakak mendapatkan pawang sepertimu," kata Zi.
" Yah. Aku akan menyiksanya," sahut Cleo sambil tertawa.
Hal itu membuat Moza dan Rekza tertawa, tapi tidak dengan Reza.
Pria itu menarik tangan Cleo menuju teman-teman nya. Dan ada Dev serta Zea disana.
" Selamat, Honey. Kau menikah dengan pria tengil ini," kata Zea merentangkan kedua tangannya.
Cleo langsung memeluk Zea. Dan mereka berpelukan. Akhirnya Cleo melihat kehadiran sahabat nya itu.
Dia berpikir, di hari pernikahan itu hanya dia sendiri. Dia begitu senang saat melihat sahabat nya datang di pernikahan itu.
Tanpa sadar dia pun menangis sesenggukan.
" Kenapa kau menangis?" tanya Zea.
Dia hanya mengusap punggung Cleo sembari menenangkan nya.
" Kau tak sendiri, ada aku disini, Oke."
Cleo tetap menangis. Zea semakin mendekap erat tubuh Cleo. Sampai wanita itu merasa tenang dan menghentikan tangisnya.
Zea mengusap air mata yang membasahi pipi Cleo menggunakan tisu.
" Kau jelek bila menangis. Ini hari bahagia mu, kau harus nya senang, bukan?" kata Zea sambil menghapus air mata Cleo.
' Ini hari buruk ku, Ze. Bukan hari bahagia ku,' batin Cleo sambil menundukkan kepalanya.
Zea menatap wajah sendu Cleo. Dia mengangkat nya dan menatap mata nya yang masih basah.
" Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Zea penuh selidik.
" Apa Reza memaksa mu?" tanya Zea lagi.
Cleo tak menjawab, dia bingung mau menjawab apa.
Hal itu semakin membuat Zea curiga.
' Sepertinya benar dugaan ku, mereka hanya terpaksa menikah. Tapi apa masalahnya? aku harus menyelidiki hal ini,' batin Zea.