
Di Mansion utama, Rose berlari kearah Maoura yang sedang melamun di kamarnya.
"Maoura !?"sapa Rose.
"Rose ! kamu kembali ?"tanya Maoura penuh haru.
"iya Maoura, aku datang untukmu ,,"ucap Rose dan memeluk Maoura.
"Rose, ibunya Rio tidak menerima aku, hiik hik hik," tangis pilu Maoura di pelukan Rose.
"Kamu tenang saja ya, aku akan bertanggung jawab dengan semua yang aku lakukan," ucap Rose mencoba meyakinkan Maoura bahwa semua akan baik baik saja.
"Tapi apakah itu akan berhasil ? apakah ibunya Rio akan menerima aku setelah kamu mengatakan semuanya ?"tanya Maoura sedikit Ragu.
"Kamu tenang saja Maoura, semua akan baik baik saja. Percayalah," ucap Rose.
"Sekarang kamu istirahatlah, aku disini," lanjutnya.
Maoura tersenyum manis dan mengikuti kata Rose. Akhirnya Maoura bisa tertidur nyenyak di samping Rose.
.
setelah Maoura tertidur, Rose keluar meninggalkan Maoura.
Rose berjalan menuju ruangan rahasia.
Semua orang menunduk ketika Rose memasuki ruangan itu.
"Manipulasi Vidio pembunuhan yang telah di lakukan Maoura agar terlihat akulah pelakunya. Dan kerahkan semua pasukan untuk mencari Max, jika Maoura tidak melihat jasad Max maka penyakitnya akan sulit di kendalikan," perintah Rose dengan tatapan tajamnya.
"Baik Nona !!" jawab semua pelayan serempak.
..
Waktu sudah menunjukkan 4 pagi, Rio masih terjaga di dalam kamarnya. Sampai akhirnya telfonnya berdering.
"Halo !?" Jawab Rio dengan lemas.
"Maoura sudah kembali ke Mansion, besok aku dan Maoura akan datang kerumahmu," ucap Rose membuat Rio terkejut.
"Rose !? kamu disini ?"tanya Rio tidak percaya
"Aku datang ketika saudariku membutuhkan aku," jawan Rose.
"Baiklah, aku akan menunggu kedatangan kalian," ucap Rio bersemangat.
Rio akhirnya bisa bernafas lega. Dan semoga saja ibunya mau menerima Maoura dan memaafkannya.
..
Disisi lain, Max dengan wajah tertutup datang dengan lemas menuju ke apartemen Yuna.
Sekertaris Yuna yang masih belum sehat sepenuhnya dengan lemas mencoba meminum obatnya.
Sekertaris Yuna resmi mengundurkan diri dari grub MAMBIO.
Ting Ting !! suara bel
Sekertaris Yuna dengan perlahan melihat siapa tamu yang berkunjung.
Yuna sangat terkejut mengetahui jika itu adalah max.
"Yuna, tolong aku !! aku mohon !!?"ucap Max memilukan.
Yuna ragu ragu untuk menolong Max dengan semua yang sudah dia perbuat olehnya. Tetapi Rasa cinta untuk Max lebih besar dari pada semua yang telah terjadi.
Pelan pelan Yuna membuka pintu. Dan Max langsung masuk dengan terburu buru.
Max langsung pingsan di sofa setelah berjuang dari kematian.
Ketika terjun dari tebing, Max mencoba masuk ke kapal yang melintas. Tetapi ternyata kapal itu adalah milik musuh Tuan Widjaya, dan yang mereka ketahui Max adalah anak buah dari Tuan Widjaya.
Yuna yang panik langsung mencoba untuk memberi obat dan membersihkan luka Max.
Tetapi, ketika melihat wajah max dari dekat. Yuna merasa gemetar dan berniat sesuatu.
Yuna mengambil ponselnya dan merekam aksinya membunuh Max dan juga membunuh dirinya sendiri dengan cara menggorok leher.
Setelah menggorok Max, Yuna juga menggorok dirinya sendiri.
Siaran itu langsung menuju ke jejaringan Maoura.
..
Pagi hari, Maoura dan Rose bersiap siap untuk pergi kerumah Rio. tetapi salah satu pelayan menghentikan mereka.
"Nona ada kabar penting," ucap pelayan.
"Ada apa ?"tanya Rose.
Pelayan menunjukan sebuah Vidio ketika Yuna membunuh max dan juga dirinya sendiri kepada Maoura dan Rose.
Maoura benar benar terkejut, tetapi senyum aneh terlihat di wajahnya.
"Baguslah jika dia sudah mati, tetapi sangat di sayangkan. kenapa sekertaris Yuna membunuh dirinya sendiri," ucap Maoura merasa tidak percaya, cinta bisa membuat seseorang melakukan itu.
Maoura berjalan kedalam mobil dengan perasaan yang sangat puas.
Ketika Rose akan menyusul Maoura, Rose membisikan sesuatu kepada Pelayan.
"Transfer Yuna uang yang banyak, katakan jangan muncul di hadapan kami," bisik Rose kepada pelayan.
Jadi sebenarnya, Yuna sempat menghubungi Rose perihal Max yang datang ke apartemennya. Tetapi Yuna memohon agar Max di maafkan dan membiarkan Max hidup bersamanya. Dengan pemikiran yang matang, akhirnya Rose memiliki ide untuk jalan keluar dari masalah ini semua.
..
Didalam mobil, Maoura terlihat sangat senang dan bersemangat. Rose Sangat senang melihat Saudari kembarnya akhirnya bisa lepas dari semua tekanan.
Mobil Maoura dan Rose sampai ke rumah Max.
Semua orang sedang sarapan, terlihat Bibik Luis terlihat membaik setelah dibujuk beberapa kali oleh para anak anaknya.
Maoura dan Rose masuk begitu saja dan menghampiri mereka semua.
Bibik Luis yang melihat anak kembar di depannya sungguh sangat syok. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Tidak basa-basi, Rose maju dan berlutut di depan Bibik Luis.
Bibik Luis benar benar di buat syok dengan tindakan Rose.
"Tante, perkenalkan saya adalah Rose, saudara kembar Maoura. Saya adalah anak yang bertanggung jawab atas semua kecelakaan di masa lalu. Saya mohon ampuni saudari saya dan hukumlah saya jika anda mau !" ucap Rose lalu menaruh pistol di atas meja.
Semua orang sangat tercengang dengan apa yang Rose lakukan.
"Rose !!, apa yang kamu lakukan. kita kesini hanya untuk meminta maaf !! aku tidak akan membiarkan kamu mati !! lebih baik aku kehilangan Rio dari pada melihat kamu mati !!"ucap Maoura dengan emosi.
"Buu,, ibu.. Kami mohon dengan ibu, maafkanlah Maoura dan juga kembaranya dan juga keluarganya. Semua sudah berlalu Bu," ucap Rio yang ikutan berlutut di depan ibunya.
Lalu semua orang ikut berlutut. Leo, Juo, Deon, Sun bahkan Dauna pun ikut ikutan.
Terakhir Maoura, dia berlutut dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Bu,, jika ibu masih tidak merestui Kami. Aku rela pergi dari kehidupan Rio, aku tidak bisa kehilangan Saudari aku satu satunya. Dia pernah mengalami koma selama 15 tahun, aku tidak pernah berhenti berdoa agar saudari aku kembali ke alam sadarnya. Akhirnya, setelah penantian panjang saudari aku bisa kembali kedunia ini. Aku tidak akan membiarkan dia mati untuk yang kedua kalinya," ucap Maoura dengan menahan sesak dadanya.
Rose benar benar terharu dengan sikap Saudari nya. Rose pikir ini adalah akhir dari hidupnya, tetapi saudarinya dengan rela meninggalkan kekasihnya hanya demi dirinya.
Maoura mengangkat tangan Rose dan berniat untuk pergi dari sana.
Bibik Luis masih hanya diam. Di matanya terlihat lautan api. Rio yang melihat Istrinya pergi dan ibunya masih diam saja, tidak dapat berbuat apa apa.
Rio berjalan dengan lemas menuju kamarnya, dia merasa tidak bersemangat untuk hidup.
Semua orang yang merasa kecewa dengan bibik Luis, akhirnya meninggal Bibik Luis yang sedari tadi diam saja di meja makan.
Karena kekacauan ini, Sun akan membawa Dauna untuk kembali kerumah orang tuanya. Sun khawatir jika Dauna masih berada dirumah ini, kandungannya malah akan bermasalah.
..
Maoura terlihat mencoba untuk menutupi luka di hatinya. Tetapi jelas Rose tidak bisa bohongi.
"Maoura !!?" panggil Rose lirih.
"Aku tidak papa Rose, didunia ini tidak ada yang lebih besar dari cinta ku kepadamu," ucap Maoura memeluk Rose dengan haru.
"Emm apakah kamu mau mengunjungi kakek ?"tanya Maoura antusias.
"Emm itu ide bagus, kita akan mengunjungi Kakek ,,!!"ucap Rose ikut antusias.
Walaupun hati Maoura sakit, tetapi dia tidak ingin berlarut larut dalam kepedihan. Dia ingin tetap menikmati hidup dengan Saudarinya yang dia sangat cintai.