
Di Mansion utama Maoura merasa sangat bahagia, dia merasa terhibur dengan kehadiran para sanak saudara dan juga Nenek dan Kakeknya. Semua berjalan dengan damai dan menyenangkan apalagi ada Luna yang akan menemani dia di Mansion utama. Kakek diam diam berencana akan memberikan salah satu perusahaan anak cabang miliknya ke pada Luna secara bertahap.
" Maoura maafkan Papi ya Papi tidak bisa berlama lama berada disini. Semoga masalah ini cepat berlalu dan tuhan memberikan kita semua kesehatan agar bisa berkumpul kembali. Papi dan Mami berjanji setelah masalah kita terselesaikan kami akan menemanimu disini." ucap Tuan Raden Widjaya. Dia sangat merasa bersalah kepada putrinya yang satu ini karena dia sangat jarang pulang, mungkin hanya 3 bulan sekali orang tuanya mengunjunginya dengan waktu yang sesingkat singkatnya.
" Tidak mengapa Papi. Hmm Papi jaga kesayangan Maoura disana yaa, Papi tidak perlu menghawatirkan Maoura dan Maoura berjanji akan sering sering berkunjung ke tempat Papi dan Mami," ucap Maoura lembut. Dia memang anak yang hebat dan manis, sungguh pengertian dan bisa menerima keadaan walaupun semua mengerti jika dia sangat terpukul dengan keadaan ini.
" Sayang besok Papi akan berangkat, sekarang sudah malam jadi princess Papi harus beristirahat dengan cukup. Emuuach mimpi yang indah ya sayang," ucap Tuan Raden memberikan ucapan selamat malam kepada Maoura. Dan Maoura menerima kasih sayang itu dan langsung memejamkan matanya.
Tuan Raden Widjaya keluar dari kamar Maoura dan mencoba menghampiri Orang tuanya.
" Pah ?"
" Iya Nak."
" Papa belum tidur ?"
" Hmm papa belum bisa tidur."
" Pah besok aku sudah harus kembali ke Amerika, maafkan aku yang tidak bisa berlama lama disini."
" Tidak mengapa nak, aku mengerti keadaanmu."
" Pah mari kita bermain catur untuk meluangkan waktu yang tersisa ini."
" Baiklah kita lihat apakah Kakek kakek ini masih lihai bermain catur."
" jika sudah tidak maka saya yang akan menjadi pemenangnya." canda mereka.
" Pah beberapa tahun ini setelah kejadian Maoura 1 keadaan jadi sangat begitu rumit dan menegangkan, aku jadi sangat merasa bersalah kepada Maoura 2 karena di usianya yang masih belia dia harus menanggung semua beban keluarga kita." ucap Raden.
" Papah pun begitu nak, apalagi dengan memisahkannya dengan orang tua Sarla Papa sungguh sangat merasa bersalah kepada mereka. Papa hanya trauma akan kehilangan cucu papa lagi." ucap sendu Kakek Widjaya.
" Semoga badai ini cepat berlalu. Jika semua sudah kembali normal aku dan Sarla akan kembali ke Mansion utama."
" Lalu bagaimana dengan perusahaan yang ada di sana. Perusahaan Induk harus di jaga dengan ketat nak, perusahaan disana sama pentingnya seperti yang disini."
" Pah kita semua sudah menua dan harta yang kita kumpulkan sudah sangat banyak. Aku akan memantau dari sini dan kesana beberapa sekali, ini baru rencana pah dan semoga akan berjalan dengan semestinya."
" Baiklah jika itu keputusanmu."
" Pah ada satu lagi, apa sebaiknya tidak berhenti untuk mengurus Mafia."
" Sudah lama papa juga ingin menutupnya, tetapi kejahatan seperti tiada habisnya dan semakin kejam. Papa sudah menyerahkan semua keputusan itu kepada Maoura dan dia sendiri yang memilih untuk melanjutkannya, bahkan terkadang dia masih ingin untuk terjun langsung mengahadapi para mafia mafia jahat itu. Hmm mungkin jika The King bisa di hentikan akan mudah untuk mengalahkan yang lain, tetapi Papa tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali."
" Aku sangat heran kenapa Tuan Back dan Tuan King bisa berbuat seperti ini, padahal dulu kalian adalah teman dekat dan saling membantu. Kalian sudah banyak membantu negara dengan merentas semua para mafia jahat waktu itu."
" Di depan negara mereka masih baik nak, tetapi di belakang itu mereka jugalah pengacau yang harus di tangani."
" Semoga Maoura dan para mafia lain bisa mengatasi ini tanpa ada pertumpahan darah." ucap Raden pasrah. Dan mereka memutuskan untuk mengakhiri pertarungan catur dengan hasil seri.
........
Sudah 7 hari setelah meninggalnya Nyonya Purima dan para keluarga yang menginap akan pulang ke tempat kediaman masing masing.
" Nenek Mandalika, Maoura sangat senang berada di sisi Nenek dan Maoura akan selalu meluangkan waktu Maoura untuk berkunjung kerumah Nenek," ucap Maoura sedikit sedih karena neneknya akan meninggalkan Mansion utama.
" Iya sayang sama sama Nenek juga merasa sangat bahagia, karena di sisa usia Nenek sekarang masih di beri kesempatan untuk melihatmu kembali," ucap Nenek.
Mereka saling berpelukan.
" Kakek tolong jaga Nenek dengan baik, aku akan sering sering berkunjung," ucap Maoura kepada Kakek Suerdja.
" Siap Nona CEO !" ucap Kakek dengan candanya.
" Kakek panggil aku Miss CEO ,no no Nona!!" ucap Maoura dengan sedikit cemberut gemes. Dan di sambut tawa oleh mereka.
..
Setelah kepergian Nenek dan Kakek, Keluarga dari Tirai Bambu juga ingin berpamitan untuk pulang ke Negera mereka.
" Sama sama adikku, aku juga berterimakasih karena dari sekian tahun kamu bersudi untuk berkunjung kerumahku ini lagi," ucap kakek merendah.
" Aku titip Cucuku disini, tolong jaga dia baik baik," ucap Nyonya Yuan Li berharap cucunya Luna bisa hidup dengan baik di negara orang.
" Kamu tidak perlu kawatir Yuan saya akan menjaganya seperti saya menjaga Maoura,"ucap Tuan Widjaya meyakinkan.
Di bandara pribadi Tuan Widjaya.
Semua melambaikan tangan tanda perpisahan, Luna sedikit sedih karena di tinggal oleh nenek dan ibunya yang tersayang.
" Luna bagaimana jika kamu ikut denganku ke kantor sekarang," ucap Maoura yang ingin menghibur Luna, karena dia tahu Luna sedang merasa sedih.
" Emm baiklah sepertinya akan seru," ucap Luna tersenyum manis kepada Maoura.
" Kakek kami akan langsung pergi ke kantor. Kakek beristirahatlah di rumah dan jangan lupa makan vitamin agar tetap fit. Ok," ucap Maoura berpamitan kepada Kakeknya.
" Iya sayang hati hati dijalan, jangan lupa untuk selalu waspada," ucap kakek memperingati Maoura. walaupun Maoura sedikit jenguh dan bosan tetapi dia selalu menjawab dengan senyum manisnya kepada kakek tersayangnya.
...
Maoura dan Luna bergegas pergi ke kantor pencakar langit di kota itu. Luna merasa sangat takjub karena mereka dikawal dengan 10 mobil dan setipa mobil berisi sekitar 7 orang.
" Maoura apakah kamu tidak merasa risih dengan di kawal begini?" tanya Luna yang masih merasa tidak percaya. Karena selama ini dia hidup dengan bebas tanpa ada yang menjaganya.
" Luna mulai detik ini biasakan dirimu untuk hidup seperti ini saat bersamaku,ini demi kebaikanmu," jawab Maoura dengan wajah datarnya, dan itu membuat Luna merasa heran dan memilih untuk diam.
GROUP MAMBIO terpampang jelas di jalan masuk perusahaan super megah ini dan semua orang mulai sibuk untuk menyambut atasan mereka.
Mereka berjajar dengan rapi dengan menegakan kepala mereka dengan tegap.
" Tak tak tak." Suara sepatu Maoura menghentak indah di gedung yang ramai tetapi sunyi sepi karena tidak ada yang bersuara sedikitpun.
Dan lagi lagi Luna di buat kagum dengan suasana di perkantoran milik saudarinya ini.
" Luna kamu akan aku pekerjakan di kantor cabang," ucap Maoura saat mereka memasuki Lift.
" Maoura aku hanya ingin berada disini bersamamu," ucap Luna yang merasa belom siap untuk di serahkan tugas besar.
" Baiklah, apa keahlianmu?" tanya Maoura dengan wajahnya yang datar.
" Maoura kenapa kamu sangat berbeda di dalam kantor, kamu tidak seperti Maoura yang aku kenal," ucap Luna sedikit sedih karena perubahan Maoura. Dan Maoura hanya menatap Luna tanpa berkata sedikit pun membuat Luna salah tingkah di buatnya.
Setelah di dalam kantor Maoura Kembali bertanya kepada Luna.
" Luna bagaian mana yang kamu inginkan."
" Emm aku sangat pandai mendisaein."
" Baiklah, sekarang kamu akan aku tempatkan kamu di tempat yang seharusnya. Semoga harimu menyenangkan." Ucap Maoura dengan Wibawanya sebagai bos besar.
" Baik Miss, saya akan melakukan yang terbaik untuk anda," ucap Luna yang sudah paham akan situasi yang membaut Maoura harus seperti itu.
Luna di tuntun oleh sekertaris Yuna ke ruangan khusus. Di dalam ruangan ini terdapat orang orang sedang membuat disain mobil tercanggih dan termewah, Bukan kaleng kaleng Ruangan ini sangat tertutup agar disain mereka tidak bocor.
Pertama masuk Luna di tunjukan sebuah layar besar yang sedang menunjukan sebuah disain hasil karya para anggota tersebut. Di saat mereka sedang menjelaskan rincian dari hasil disain mereka, tetapi Luna yang baru datang langsung mengkomen hasil karya mereka. Luna langsung menjelaskan kelemahan dari mobil ini walaupun mobil ini sudah terlihat keren dan mewah. Setelah mendengarkan penjelasan dari Luna mereka yang berada disana langsung bengong dan bertepuk tangan untuk memberi sambutan kepada anggota baru mereka.
" Hay Nona cantik, perkenalkan nama saya adalah Lanord. saya adalah ketua dari anggota kita, yaitu anggota kuaci. Jangan tanya apa arti dari kuaci, sebab aku suka saja dengan kata itu." ucap Lanord dengan gaya yang sangat cool tetapi terlihat konyol bagi siapapun yang melihatnya.
" Perkenalkan saya adalah Luna Shianhai. senang bergabung dengan kalian."
" Tentu Nona kami juga akan sangat terhormat jika anda Sudi bergabung dengan anggota kita yang keren ini," ucap Lanord dengan sangat percaya dirinya.
"Baiklah sepertinya semua berjalan dengan lancar, Nona Luna saya undur diri dulu. Semoga harimu menyenangkan." ucap sekertaris Yuna.
"Terimakasih banyak sekertaris Yuna."
Luna sangat senang karena dia bisa berkerja di bidang yang dia kuasai. Dan hari ini Luna resmi bergabung dengan anggota Kuaci, walaupun para anggota ini sangat konyol tetapi mereka sangat humoris dan berbakat. Luna merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan mereka.