
Dalam keheningan Maoura menatap langit-langit yang ada di kamarnya sembari merebahkan tubuhnya.
"Ting, satu pesan singkat dari Rio.
"Malam, apakah kamu sudah tidur?"isi pesan.
"Belum"
"Jika begitu tidurlah."
"Kamu memberi aku pesan hanya untuk memerintah aku agar tidur?"
"Hahaaha 2 hari lagi kita akan menikah, jaga kesehatan mu."
"Apa kamu mencintaiku Rio?"
"Sepertinya begitu."
"Sejak kapan?"
"Sejak pertama melihatmu menghajar para mafia."
Setelah pesan ini Maoura tidak membalas pesan Rio.
"Semoga cintamu tulus Rio," gumam Maoura. sejujurnya Maoura sudah pandai membaca gerak gerik seseorang, disisi lain Maoura dapat melihat ketulusan Rio di sisi lain Maoura juga dapat melihat sesuatu yang mencurigakan.
....
Pagi yang cerah, semua orang sibuk dengan segala urusan mereka.
"Selamat pagi semua," sapa Maoura di meja makan.
"Pagi sayang," jawab kakek.
"Ehem ada yang ingin aku bicarakan kepada kepada kalian,"sambung kakek.
"Ada apa kak?" tanya Nyonya Yuan.
"Setelah pernikahan Maoura aku akan pergi dari sini," ucap kakek.
" Memang kakak mau kemana?"
"Aku akan menemui mantan kekasihku Soraya."
"Apa Soraya !!dimana dia sekarang kak? apa dia baik baik saja, bagaimana dengan anaknya?"Tanya Nyonya Yuan Li.
"Apa kamu tahu dari dulu jika Soraya mengandung anakku Shianhai?"
"Maaf kak, dulu sebelum Soraya pergi dia berpamitan denganku dan dia menyuruhku untuk tidak memberi tahumu."
"Soraya pasti tersiksa selama ini karena merawat anak dan cucu seorang diri."
"Apa !! seorang diri, bukankah dia telah menikah dengan King ??"
"Soraya tidak pernah menikah dengan siapapun selama ini."
"Ya ampun, jika begitu kamu harus segera pergi kak, aku juga sangat merindukan dia."
"Ya sudah sekarang ayo kita sarapan dulu," ucap Maoura.
"Hahaha bagus, jika Paman Widjaya tidak ada maka akan mempermudah aku untuk merebut kekuasaan Maoura." Batin nyonya Shian merencanakan niat jahat. Dia tidak sadar jika gerak geriknya telah di pantau oleh pelayan disana.
..
"Ibu ada yang ingin katakan pada ibu."
"Ada apa nak?"
"Ibu beberapa bulan kedepan aku akan pergi keluar negeri. Aku mendapatkan kesempatan promosi menjadi koki internasional, mohon dukungan nya ya Bu?" ucap Rio berbohong, karena Rio tidak ingin rencananya gagal, jika Bibik Luis tahu Rio akan menikah dengan Maoura anak yang telah membunuh ayahnya pasti ibunya tidak akan mengizinkannya.
"Untuk berapa lama nak?"
"Kurang lebih tiga bulanan Bu."
"Walaupun berat untuk ibu, tetapi demi masa depan mu ibu akan mendoakan yang terbaik untukmu."
"Terima kasih banyak bu."
Rio bersiap siap untuk mengemaskan barang barangnya karena dia akan langsung pindah ke hotel. Rio tidak ingin ibunya curiga disaat dia akan mempersiapkan segalanya.
"Rio mengapa kamu berbohong dengan ibu ?"tanya Leo, dia tadi tidak sengaja nguping percakapan Rio dan ibunya.
"Ah Leo, aku tidak ingin membuat ibu cemburu dengan menikahi seorang perempuan. Leo berjanjilah jangan beri tahu ibu, jika sudah saatnya aku pasti akan memberi tahunya."
"Hmm begitu, baiklah." ucap Leo yang masih menaruh curiga kepada Rio.
...
Tak tak tak ..
"Silahkan masuk Tuan .."ucap pelayan.
"Rio, kamu datang lebih cepat?" tanya Maoura.
"Aku hanya tidak ingin terlambat," rayu Rio.
"Siapa ini Maoura?" tanya Nyonya Shian yang tiba tiba datang bersama Luna.
"Apa wanita ini !!!kenapa dia ada dirumah Maoura?"Batin Rio, dia sangat terkejut melihat Luna ada di rumah Maoura.
"Ah perkenalkan, ini Rio Tante. Dan Rio perkenalkan ini Tante aku Shianhai dan ini Luna saudariku, Luna." ucap Maoura memperkenalkan mereka.
"Waah tampan sekali calonmu Maoura," ucap Luna dengan polos.
"Apa dia benar benar tidak ingat aku?"batin Rio kembali.
"Terima kasih Nona atas pujiannya, memang banyak yang mengatakan itu kepada saya," ucap Rio dengan percaya dirinya.
"Haha benarkah, jika begitu Maoura sangat beruntung memilikimu," ucap Nyonya Shian berpura-pura baik.
"Baiklah Tante dan Luna, kami pergi dulu." ucap Maoura yang menahan malu.
"Hati hati dijalan Maoura. Hay Rio jaga Maoura dengan baik atau kamu akan berurusan dengan ku," ancam Luna serius.
"Baiklah Nona, anda serahkan semua kepada saya."
Setelah itu Maoura dan Leo pergi ke pusat kota perbelanjaan untuk memilih Gaun dan cincin perkawinan.
"Rio setelah kita makan siang bisakah kita menjenguk sekertaris Max, aku ingin tahu bagaimana keadaannya." ucap Maoura.
Setelah selesai memilih apa yang mereka inginkan, ini saatnya membayar."Berapa mbak?"tanya Maoura yang mengeluarkan kartu nya.
"Maoura biar aku saja !"
"Tidak Rio biar aku saja !"
"Maoura aku tahu kamu orang kaya, tetapi masih sanggup untuk membayar ini semua."
"Maaf Rio, aku tidak bermaksud menyinggung mu. Aku hanya tidak ingin merepotkan mu,"ucap Maoura merasa tidak enak.
"Tidak papa Maoura aku mengerti maksud mu." ucap Rio dengan senyuman nya yang manis.
"Baiklah, untuk selanjutnya semua yang kita beli kamu yang bayar." ucap Maoura mengejek.
"Kamu tidak sedang berencana memerasku bukan ?"tanya Rio yang mengerti arti dari ejekan Maoura.
"Haha bercanda Rio."
...
Di rumah sakit Maoura dan Rio langsung menuju keruang rawat sekertaris Max.
"Hik hik hik sekertaris Max bangunlah, bukankah kamu berjanji jika pertempuran itu selesai kamu akan melamarku, tetapi mengapa kamu malah terbaring disini, hik hik hik." suara tangis Sekertaris Yuna membuat Maoura dan Rio memurungkan niat mereka untuk masuk. Sampai akhirnya sekertaris Yuna keluar.
"Oh Miss Maoura anda disini ?"tanya sekertaris Yuna yang terkejut.
"Ah sekertaris Yuna, apa kamu sudah selesai?"
"Ah iya Miss saya sudah selesai,"ucap sekertaris Yuna kikuk.
"Sekertaris Yuna maafkan saya, ini semua salah saya, sekertaris Max celaka karena dia ingin menyelamatkan saya, sekali saya minta maaf sekertaris Yuna," ucap Maoura tulus meminta maaf.
"Apa maksud anda Miss, itu semua sudah tugas kami sebagai pelayan anda."
"Aku berjanji, setelah sekertaris Max siuaman aku akan menikahkan kalian."
"Ah Misss ?"sekertaris Yuna merasa sangat terharu.
"Aku bersungguh sungguh."
"Terima kasih banyak Miss."
"Bagaimana keadaan sekertaris Max?"
"Dia masih koma Miss, tetapi dokter mengatakan dia sudaah melewati masa kritisnya."
"Syukurlah jika begitu, kami pamit dulu."
"Ah Miss tunggu, bagaimana dengan undangan acara makan malam anda bersama Tuan Nick?"
"Ah yaa bagaimana bisa aku melupakan itu, kapan acara itu?"
"Nanti malam Miss."
"Baiklah undang dia ke Mansion utama."
"Baiklah Miss."
..
Di dalam mobil.
"Siapa Tuan Nick Maoura?"tanya Rio merasa sedikit cemburu.
"Ah dia tamu dari negara J. Kami akan melakukan sebuah kerjasama," jelas Maoura.
"Emm bolehkah aku ikut bersamamu makan malam bersama?" tanya Rio ragu ragu.
"Ide bagus, aku akan memperkenalkan mu dengannya."
Rio tersenyum manis karena dapat mengawasi Maoura.
..
"Selamat malam Tuan Nick," sapa Maoura ramah.
"Malam juga Nona, saya merasa sangat terhormat karena telah di undang makan malam di mansion yang megah ini."puji Tuan Nick.
"Ah anda bisa saja, silahkan duduk." Oya Tuan Nick, perkenalkan ini Rio calon suami saya. Satu hari lagi akan menikah, saya berharap anda masih berkesempatan untuk menghadiri acara kami."lanjut Maoura.
"Wah tentu saya akan menghadiri acara pernikahan kalian, selamat ya untuk kalian."
"Terima kasih banyak Tuan Nick," ucap Maoura.
Malam itu di sebuah ruang tamu cabang yang ada di mansion Maoura dan Tuan Nick melakukan sebuah kerjasama dalam bidang teknologi smartphone dan mobil canggih terbaru milik Grup MAMBIO. Maoura berharap dengan kerjasama ini mereka dapat mempromosikan produk mereka sampai ke penjuru negeri.
...
Di dalam kamarnya Luna merasa jantungnya tiba tiba berdebar tidak karuan, Luna memegangi kepalanya yang tiba tiba sangat sakit.
"Duh mengapa setelah makan malam kepalaku terasa sakit." Aww apa itu, siapa itu, kenapa aku tidak dapat mengingat nya," ucap Luna yang merasa sudah mulai mengingat masa lalunya.
"Huuuf Luna tenangkan dirimu, ambil langkah pertama yaitu duduk bersila, angkat dua tanganmu dan satukan, lalu pejamkan matamu. Ini adalah saran dari salah satu pelayan jika aku merasa sakit kepala, aku akan mencobanya."
Karena Maoura hilang ingatan jadi dia lupa jika pelayan di Mansion itu adalah para ahli dari berbagai bidang.
Pelan pelan Luna mengatur napasnya naik turun, dia mencoba merilekskan pikiran, tubuh, dan otot ototnya. Setelah beberapa menit bermeditasi Luna membuka matanya lebar lebar. "Aku ingat, aku ingat semuanya, aku ingaaat !!!" ucap Luna merasa tidak percaya.