
Di ruang rahasia milik the Meong Leo Deon Jun dan Sun membereskan beberapa barang di ruang itu agar Maoura tidak tahu jika merekalah yang selama ini bekerja sama dengan perusahaan MAMBIO.
"Huft akhirnya beres juga," ucap Juo merasa badannya lelah.
"Jam berapa mereka akan datang ?"tanya Deon.
"Kata Rio jam 11 malam ini mereka akan datang," ucap Leo.
"Baiklah jika begitu, aku ingin makan dulu karena dari siang aku belum bertemu dengan sesuap nasi sebiji pun," ucap Deon berjalan keluar di ikuti dengan yang lain.
Mereka makan di sebrang jalan.
Di mansion utama Maoura dan Rio bersiap siap akan pergi.
"Maoura Rio kalian mau kemana ?"tanya Luna yang masih menonton tv.
"Ah kamu Luna mengagetkan saja. Emm kami ingin keluar sebentar," ucap Rio.
"Luna kamu ikut dengan kami," ucap Maoura membuat Rio melotot ke arah Maoura.
"Baiklah," ucap Luna antusias.
"Maoura ?"ucap Rio menahan kesal.
"Kamu tidak perlu kawatir karena Luna sudah ingat semuanya," ucap Maoura santai.
"Apa !! Luna, kamu ?"ucap Rio tidak percaya.
"Iya Rio aku sudah ingat semua," ucap Luna.
"Bagaimana bisa, sejak kapan?"
"Sehari sebelum kalian menikah."
"Apa !! jadi di saat pernikahan kami kamu sudah ingat semua," ucap Rio benar benar tidak percaya.
"Iya," Jawab Luna tidak kalah santai dengan Maoura.
"Sudah ayok kita pergi, jangan membuat kegaduhan karena akan membangunkan nenek dan Bibik," ucap Maoura.
Di perjalanan Rio terlihat menahan kesal marah dan unek unek.
"Oya Rio jangan bilang ke orang rumah jika Luna sudah ingat semua terutama Bibik Shian," ucap Maoura memperingati Rio.
"Memangnya kenapa bukankah dia orang tua Luna,?"tanya Rio.
"Jangan membantah karena ini perintah," ucap Maoura ketus.
"Dasar wanita siluman, tadi siang mendesah sekarang berubah. Wanita maha segalanya," batin Rio yang belum bisa menyesuaikan diri terhadap sikap Maoura.
Sedangkan Luna sudah sangat paham dengan Maoura. Maoura akan bersikap manis jika di dalam Mansion tetapi setelah keluar gerbang dia akan berubah menjadi wanita yang arogan.
Setelah mereka sampai Rio lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk Maoura.
"Lihatlah mereka datang," ucap Deon.
"Apa !! itukan Luna," ucap Juo terkejut melihat Luna ikut dengan mereka.
"Apa yang mereka rencanakan," ucap Leo menatap tajam kearah mereka.
"berapa bang ?"tanya Leo
"20jt bang," ucap si abang jualan nasi.
(jangan kaget ya karena ini fiksi masa depan jadi author membuat imajinasi tentang kehidupan modern dan biaya yang sangat mahal di masa depan, tetapi ini sesuai ya sama pendapatan mereka. Paling rendah pendapatan mereka sebulan sebesar 20jt jika di dunia sekarang pendapatan sama seperti 1.5jt/bulan.)
Leo mengeluarkan uang 4 kembar dan 1 lembarnya sebesar 5jt.
"Terima kasih ya bang," ucap Leo lalu pergi menemui tamunya.
"Hay Maoura. Luna kamu juga ikut datang," ucap Leo sedikit cemas.
"Kalian tidak usah khawatir karena aku sudah ingat semua," ucap Luna dengan senyumnya.
"Apa !!" teriak Leo Juo Sun dan Deon. Mereka saling melirik satu sama lain.
"Gawat !! semoga saja Luna sudah lupa dengan semua isi dari Ruangan rahasiaku," batin Deon.
Luna menatap Leo seolah olah berkata,
"Baiklah aku akan diam saja."
Leo dan Luna saling lempar senyuman. Leo senyum karena menganggap Luna gila, tetapi Luna senyum karena menganggap Leo pria yang keren.
Mereka memasuki ruang rahasia. Maoura yang terbiasa dengan semua kecanggihan yang mereka miliki biasa saja melihat ruangan itu, berbeda dengan Luna dia masih saja terlihat syok seperti pertama kali masuk ke ruangan itu.
"Tempat ini sangat luar biasa, masih sama seperti saat aku datang kemari," ucap Luna yang tidak membocorkan bahwa ruangan itu sudah sangat berbeda saat pertama dia masuk.
"Apa yang membuat kalian sampai melukai Luna jika ruangan kalian biasa saja," ucap Maoura mengintimidasi mereka.
"Sayang mau gimanapun ini adalah ruangan rahasia," ucap Rio mencoba membuat Maoura mengerti.
Maoura hanya mengangguk ngangguk seolah olah dia memahaminya. Padahal Maoura sama sekali tidak percaya dengan omongan mereka.
Maoura terus berjalan mengelilingi tempat itu sampai dia menemukan sebuah cap elektronik.
"Apa ini ?" tanya Maoura.
"Ah bukan apa apa ini hanya bola mainan ku," ucap Deon yang langsung merebut barang bundar itu.
"Aku tahu barang ini. Siapa di antara kalian yang terdaftar sidik jari," ucap Maoura. Untuk melihat apa tulisan dari cap itu di butuhkan sidik jari sang pemilik.
Semua para lelaki itu hanya bisa menunduk pasrah jika mereka ketahuan.
"Kami semua terdaftar Miss," ucap Juo yang tidak ingin berbohong lagi.
"Baiklah coba kamu tekan ini," ucap Maoura.
Juo meletakan jempolnya dan mengarahkan cap itu kesebuah besi batangan yang ada di sana. Tertulis sebuah nama "MAMBIO"
"Apa !! jadi selama ini kalian,?" ucap Maoura tidak percaya. Jadi selama ini orang yang bekerja sama dengan perusahaannya untuk membuat barang canggih adalah mereka.
"Iya Maoura, selama ini Kamilah yang selalu membuatkan kalian barang barang canggih yang kalian inginkan," ucap Rio.
"Mengapa kalian tidak pernah mau untuk berdiskusi bersama,?" ucap Maoura penasaran.
"Kamu tahu Maoura kami dulu adalah anggota King sedangakan Grup MAMBIO bersaing dengan King. Kami tidak ingin membuat Tuan King kecewa kepada kita, maka dari itu kami hanya bisa berkerjasama dengan sembunyi-sembunyi," jelas Rio.
"Lalu mengapa kalian memilih bekerja sama dengan perusahaan kami dari pada sama Tuan King, bukankah kalian anak buahnya,?"tanya Maoura.
"Selain keuntungan yang besar, masyarakat selalu memilih produk kalian menjadi produk andalan dan itu akan berdampak baik bagi kita juga," ucap Leo.
"Setelah tuan King sudah berdamai dengan kakek mengapa kalian masih menyembunyikan semua," ucap Maoura yang masih terus mengorek ngorek info yang lebih akurat.
"Itu masih sangat mendadak dan kami belum menyiapkan persiapan dan juga mental untuk menjadi terkenal," ucap Deon dengan sangat percaya diri.
"Lalu kapan niat kalian ingin memberi tahu kami," ucap Maoura.
"Kami sedang membuat sesuatu yang spesial Miss," ucap Deon.
"Apa itu ?"tanya Maoura.
Lalu Juo dan Sun mengeluarkan sebuah robot wanita. Robot ini terlihat seperti manusia asli jika di lihat sekilas.
"Apa ini ?"tanya Maoura yang sedikit terkejut kagum.
"Bukankah ini wanita yang kulihat waktu itu," ucap Luna.
"Kamu benar Luna, inilah hasilnya," ucap Juo tersenyum kepada Luna, tapi lagi lagi Luna tidak melirik Juo membuat Juo merasa terasingi oleh Luna.
"Ini adalah robot yang kami ciptakan untuk pekerja rumah tangga, pengasuh dan supir. Di negara kita yang kaya ini sudah sedikit orang yang mau bekerja sebagai asisten rumah tangga selain gengsi gajih mereka juga terlalu kecil gaya hidup kita yang sekarang. Para orang kaya banyak yang memilih untuk mengerjakan rumah sendiri dari pada membayar para asisten karna mereka selalu menuntut bayaran yang sangat mahal," ucap Deon menjelaskan.
"Kalian tahu, kalian sangat luar biasa. Awalnya aku menganggap kalian adalah pemberontak yang hanya akan menghancurkan kota kita, ternyata kalian adalah salah satu solusi untuk kota kita. Baiklah selamat bergabung dengan grup MAMBIO aku akan menjadi kalian salah satu anggota kami secara resmi. Kalian akan mendapatkan lebih banyak keuntungan saat bergabung secara resmi dengan kita. bagaimana," ucap Maoura.
"Benarkah Miss, Terima kasih atas pengertiannya. Kami akan selalu melakukan yang terbaik," ucap Deon merasa sangat senang. Selama ini Deonlah yang sangat berusaha untuk menemukan hal hal baru untuk di ciptakan.
"Aku harap kalian bisa membantu Luna," ucap Maoura membuat senyum Luna mengembang.
"Yes, jika begitu aku akan sering sering bersama pangeran Leoku," batin Luna.
"Dengan senang hati Miss," ucap Deon bersemangat.
Setelah itu Maoura dan Rio memutuskan untuk pulang. Waktu menunjukan pukul 2 dini hari membuat Luna langsung tertidur di dalam mobil karena dia sangat mengantuk.