
Waktu menunjukan saatnya pulang kerja. Semua karyawan bersiap siap menutup pekerjaan mereka selain yang akan lembur. Maoura pergi untuk menemui Luna yang sedang melakukan pekerjaan barunya.
" Luna apakah suka pekerjaanmu ?"tanya Maoura yang membuat semua kaget dan langsung berdiri untuk menyambut Bos mereka.
" Ah Miss Maoura, saya sangat menikmati pekerjaan ini dan semua rekan rekan saya sangat baik. Terima kasih atas kesempatan yang anda beri untuk saya Miss," ucap Luna sopan menghargai Moura di depan semua para karyawannya.
" Kamu pantas untuk mendapatkan kesempatan Luna. Ayo sudah waktunya pulang," ucap Maoura yang sadar sebenarnya sebenarnya Luna sedikit mengejek kepadanya.
" Maaf Miss bisa kita bicara sebentar."
" Maoura maaf sebelumnya. Tapi begini, bolehkah aku tidak berangkat dan pulang bersamamu," ucap Luna memohon. Luna tidak ingin terlihat seperti kerabat Maoura karena dia akan merasa terkekang, dia ingin sedikit terbebas dari segala peraturan yang beralasan demi kebaikannya.
" Tapi Luna ini semua demi kebaikanmu."
" Maoura, jika orang orang tidak tahu jika aku kerabatmu maka aku akan baik baik saja. Tidak ada yang akan mengincar nyawaku", jelas Luna yang sedikit canggung.
Maoura sedikit berfikir dengan apa yang di ucapkan Luna. Ada benarnya juga apa yang di katakan Luna, jika dia terus menempel padanya maka kemungkinan nyawanya juga dalam bahaya. Dengan berat hati Maoura mengizinkan Luna untuk berangkat dan pulang kantor sendiri dengan syarat dia akan di temani dengan supir.
" Hmm baiklah jaga dirimu baik baik."
" Terima kasih Miss Maoura," ucap Luna kembali mengejek Maoura.
" Aku sangat menyukai itu," ucap Maoura tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Luna.
" Oya Maoura aku akan pulang terlambat karena aku dan rekan rekan akan lembur."
" Baiklah."
....
Saat sampai di Mansion utama Maoura di kejutkan dengan tamu yang sedang berbincang bincang dengan Kakeknya.
" Kakek." sapa Maoura.
" Maoura kamu sudah pulang nak. Sini duduklah sebentar."
" Nak ini adalah Chef Rio Hantara. Apakah kamu ingat dengan beliau?"
" Iya kek aku ingat. Hay chef, senang bertemu dengan anda lagi."
" Senang juga bertemu dengan anda kembali Miss." balas Rio menundukkan kepala tanda menghormati.
" Begini nak, Kakek dulu pernah berjanji akan membuatkan Chef Rio ini restoran. Bagaimana pendapatmu tentang ini?" tanya kakek meminta persetujuan Maoura.
" Tidak buruk kek. Chef Rio anda bisa pilih sendiri dimana tempat yang akan kita bangun untuk membuat restoran ini."
" Saya berterima kasih Tuan dan Miss atas kebaikan kalian, tetapi saya serahkan semua kepada kalian. Maafkan kelancangan saya,"
"Hmm baiklah, Minggu depan kita akan mencari lokasi itu bersama. Sekarang kita akhiri perjumpaan ini sampai disini, saya permisi dulu."
" Baik Miss."
" Tuan jika begitu saya undur diri, Terima untuk jamuanya. Saya akan datang kembali di saat Miss Maoura memanggil saya." pamit Rio sopan.
"Baiklah chef hati hati di jalan."
...
Maoura melihat Rio meninggalkan Mansion utama dari dalam kamarnya." Rio apa yang kamu inginkan dari kami?" batin Maoura bertanya tanya.
Setelah kejadian itu Maoura menyelidiki tentang Chef Rio yang telah menyelamatkan dia dan Kakeknya. Dari info yang Maoura dapat dia mengetahui jika Rio adalah anggota Mafia the King, tetapi Rio hanya mafia yang bertugas sebagai penyelamat dan bekerja sama dengan negara. Tidak ada catatan bahwa Rio ikut adil dalam pemberontakan yang di lakukan Mafia the King.
...
Di tempat lain Luna sedang menuju jalan pulang. Saat melihat melihat ke arah pinggir jalan dia melihat toko bunga.
" pak supir tolong berhenti sebentar, saya ingin membeli buket bunga," ucap Luna.
" Baik Non."
Luna turun dari mobil dan berjalan menuju toko bunga itu. Saat masuk Luna melihat 4 pria sedang bercanda gurau dengan gaya cool mereka dan itu membuat Luna terpesona oleh ketampanan mereka.
Luna membunyikan lonceng, dan itu membuat semua pria yang sedang asik bercanda menoleh ke Luna. Luna yang mendapatkan tatapan dari 4 pria itu merasa kikuk di buatnya.
" Permisi, maaf siapakah pemilik toko ini?" tanya Luna karena dia tidak melihat siapapun selain mereka.
" Hay Nona manis toko ini adalah milik kita semua. Perkenalkan, saya Jun, ini Sun, dan ini Deon dan ini yang lebih tua Leo." ucap Jun memperkenalkan diri dan para sahabatnya.
" oh begitu, Baiklah saya ingin membeli bunga untuk saudari saya. Dia begitu baik manis dan sangat lembut, bisa Carikan saya bunga yang untuk dia?"
" Ini dia bunga tulip berwarna pink sangat cocok untuk wanita yang manis," ucap Rio yang tiba tiba muncul dari belakang Luna.
" Maaf, siapa anda?" Tanya Luna heran.
" Saya adalah Rio, kakak tertua dari mereka semua,"ucap Rio memperkenalkan diri.
" Oh begitu, kalian 5 bersaudara berkerja sama membuka toko bunga ini. Manisss sekaliii ..." puji Luna kagum dengan mereka.
Bagaimana tidak, badan mereka begitu Maco, otot mereka ada di mana mana, wajah mereka begitu tampan dan bersih. Dan ntah mengapa Luna sangat tertarik dengan Leo, di matanya Leo sangat begitu sempurna.
" Tentu Nona, jika anda membutuhkan sesuatu datang saja ke tempat kami ini." ucap Jun sedikit merayu.
" Ah yaa, terima kasih banyak. Permisi saya pamit dulu." ucap Luna pamit karena dia sudah mendapatkan bunga yang tepat.
" Baiklah Nona sampai jumpa .." ucap Jun membukakan pintu untuk Luna.
" Haaay Nona siapa nama anda ...!!!???" teriak Jun yang teringat bahwa dirinya belum mengetahui nama Nona itu.
"Luuunaaaaaa ....!!!" Teriak Luna sudah sedikit jauh.
Di dalam mobil Luna mengingat tatapan Leo kepadanya. " Aaahh kenapa dia begitu tampan dan sangat cool," Batin Luna yang merasa berbunga bunga.
" Hay kalian tahu siapa wanita ?"tanya Jun kepada ke-4 saudaranya.
" Tidak." ucap Rio
" Tidak." ucap Leo
"Tidak." ucap Sun
" Aku juga tidak." ucap Deon.
" Aggrhh kalian sungguh menyebalkan !!" ucap Juo sedikit kesal dan pergi meninggalkan mereka.
"Woy JUNJUOOO tunggu aku ikut !!" teriak Sun yang mencoba mengejar Jun telah pergi dengan montornya.
" Sun jangan ganggu dia, kasihan anak itu. Dia sangat ingin memiliki cinta tetapi belum juga tercapaikan." ucap Deon menggeleng gelengkan kepala.
" Memang kamu tidak ingin pacar atau sejenisnya ?"tanya Sun.
"Hmm ingin sii.. Tetapi siapa wanita yang mau dengan peria seperti kita ?"ucap Deon mendengus putus asa.
" Maka dari itu ayok kita kompak untuk keluar dari the King," bujuk Rio.
"Bagaimana caranya Rio, apakah kamu ingin melihat kepala kami di penggal ?"tanya Sun.
" Aku akan mencari perlindungan dari Tuan Widjaya. Kalian tahu bukan Mafia yang berada di tangan Tuan Widjaya, mereka adalah mafia nomor satu dan hanya kepada mereka kita bisa berlindung." ucap Rio dengan mantap.
" Bagaimana bisa Rio ?"tanya Deon ,mereka masih bingung dengan apa yang di bicarakan Rio.
" Kalian tau, saat aku menyelamatkan Tuan Widjaya dan cucunya. Dari situ Tuan Widjaya sangat merasa berjasa padaku dan dia akan membuatkan aku restoran untuk aku kelola. Dan poin pentingnya adalah aku akan membuat cucunya Tuan Widjaya jatuh cinta kepadaku." jelas Rio dengan senyum dan tatapan yang sedikit berbeda.
" Rio, apakah kamu tidak akan merasa bahwa kita akan membahayakan keluarga itu ?"ucap Leo mengingatkan Rio.
" Kamu tau sebenarnya dua mafia itu saling bermusuhan. Jika kita berada di pihak Tuan Widjaya aku pastikan kita akan menang dan terbebas dari The king."
Dan semua mengangguk mengerti.
....