The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 16 PRINCESS CEO



Setelah sampai Mansion utama Maoura berlari ke lantai dua. Saat memasuki rumah Maoura mendengar suara teriakan dari kamarnya.


" Lunaa ,,"panggil Maoura lembut.


Luna yang sedang histeris pun menoleh ke arah Maoura. "Maoura itukah kamu ,?"tanya Luna memastikan.


Para bodyguard melepaskan pegangannya terhadap Luna yang tiba tiba histeris setelah siuaman.


" Iya Luna ini aku Maoura," ucap Maoura dengan sangat lembut, sungguh hati Maoura merasa sakit melihat kenyataan yang ada di depan matanya.


Luna berlari kearah Maoura dan menangis.


" Maouraa hik hik hik tolong aku Maoura, mereka adalah orang suruhan ayah yang akan menjualku hik hik," ucap Luna yang merasa sangat ketakutan.


" Luna ,, luna Hay tatap aku tatap mataku. Baiklah sekarang dengarkan aku, kamu aman disini, mereka adalah orang orangku yang sudah menyelamatkanmu jadi tenangkan dirimu, Ok" ucap Maoura dengan hati hati agar Luna bisa segara tenang.


Kakek Widjaya yang mendengar keributan, dia melihat jam masih jam 4 dini hari. Kakek langsung bangun dan sedikit berlari ke arah suara. Di depan kamarnya kakek melihat para penjaga yang siap siaga.


" Ada apa ini," tanya kakek ke salah satu bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu kamarnya.


" Ada sesuatu yang terjadi pada Nona Luna Tuan, Miss Maoura sedang menanganinya," ucap salah satu bodyguard.


Biasanya tidak ada bodyguard yang menjaga, berhubung keadaan sebelumnya yang sangat kacau Maoura memerintahkan para Bodyguard untuk menjaga Kakeknya.


Setelah sampai kamar kakek melihat Maoura yang sedang memeluk dan menenangkan Luna.


" Sayang ada apa ini,?"tanya Tuan Widjaya.


" Kakek itukah kamu, kakek ada disini juga," ucap Luna senang lalu memeluk Tuan Widjaya. Luna masih belum menyadari jika dirinya berada di kediaman Tuan Widjaya.


Kakek dan Maoura mencoba untuk menenangkan Luna terlebih dahulu sebelum meminta penjelasan ke Luna tentang apa yang terjadi kepada dirinya di masa lalu.


Maoura menyuruh Luna untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, setelah itu Maoura memberinya roti dan susu hangat. Di rasa sudah cukup Kakek dan Maoura mulai bertanya ke pada Luna.


"Luna tolong jelaskan kepada kami apa yang sedang kamu alami,?"tanya Maoura pelan pelan.


"2 tahun yang lalu ayah telah berubah, entah kenapa ayah jadi sering marah marah dan suka memukul ibu dan juga aku. Sampai ketika perusahaan Nenek yang di pegang ayah bangkrut dan hutang ayah sangat banyak di mana mana, ayah menjualku kepada seseorang daann dan dia selalu memper*k*saku setiap malam. Aku sangat ketakutan setiap detik dan aku selalu berharap ada yang menolongku hik hik hik,, setelah aku bangun aku ingat di sebuah apartemen ada 4 pria yang sudah menolong ku, tetapi entah mengapa sekarang aku sudah berada disini. Maoura kakek terima kasih banyak sudah menolongku dan membawaku kesini,, hik hik hik aku sangat ketakutan," ucap Luna menjelaskan posisinya saat ini. Karena efek obat itu, Luna menjadi kehilangan ingatannya dan mengingat dirinya yang berada di 2 tahun yang lalu.


" Luna tenangkan dirimu, sekarang kamu aman bersama kami," ucap Maoura.


Maoura melirik ke Kakeknya, di matanya sedang menyembunyikan rasa sakit, kecewa dan marah. Tetapi di depan Luna mereka sebisa mungkin menahanya.


"Kamu tenang saja Luna, anak buahku mereka sedang menjemput Bibik Shianhai. Dan sekarang kamu beristirahat lah, tenangkan dirimu dulu, kamu jangan khawatir karena kamu aman disini," ucap Maoura menenangkan Luna.


Setelah Luna beristirahat kembali, Maoura dan kakek keluar dari kamar itu. Amaoura mengumpulkan semua para ahli tanpa terkecuali, entah mereka ahli yang di butuhkan atau tidak. Karena di dalam rumah itu semua pembantu adalah para ahli di dalam bidangnya. Dan Bodyguard mereka pun bodyguard pilihan.


" Maoura apa kamu tidak istirahat dulu nak, kamu terlihat sangat kelelahan, masalah ini biar kakek yang urus," ucap kakek yang sangat kasihan melihat Cucunya yang terlihat sangat kelelahan.


" Tidak kakek, aku tidak apa apa. Kakek istirahat lah kembali, biar aku yang mengurus semua ini," ucap Maoura dengan senyum, Maoura tidak ingin terlihat lemah di depan kakeknya.


" Kamu memang anak hebat nak, kakek akan ikut membantumu," ucap Kakek, dia tidak ingin meninggalkan cucunya yang sedang dalam keadaan kacau seperti ini.


Semua para ahli dan body guard telah berkumpul. Total jumlah mereka kurang lebih 50 orang, 20 pembantu dan 30 body guard. Tidak ketinggalan sekertaris Max yang setia membantu Maoura.


Maoura meminta 3 Hacker untuk mencari data data mengenai perusahaan Nenek Yuan Li. 2 psikologi dan spikiater untuk membantu memulihkan kejiwaan Luna, meminta dokter dan tabib membuat ramuan alami untuk memulihkan ingatan Luna, Maoura mencari jalan yang aman dengan menggunakan obat obatan herbal karena itu lebih aman dari pada obat obatan kimia walaupun akan memakan waktu yang cukup lama. Maoura juga meminta para Chef untuk memasak masakan yang dapat membantu memulihkan mood Luna kembali.


Maoura juga menyuruh 10 bodyguard untuk menjemput Nenek Yuan Li dan Bibik Shianhai.


Maoura juga Memerintahkan 2 bodyguard untuk mendatangi Chef Rio, yah walaupun Maoura sedang dalam keadaan tidak stabil tetapi dia tidak ingin ingkar janji. Dia menyuruh bodyguardnya untuk mengajak Chef Rio melihat tempat yang telah di rekomendasikan oleh sekretaris Yuna.


Sedangkan sekertaris Max, dia tetap harus mengendalikan keadaan markas mafia. Sekertaris Max masih harus mencari informasi tentang penyeludupan senjata yang akan masuk beberapa hari lagi sesuai dengan informasi dari Chef Rio, salah satu anggota The king.


Setelah semua pesuruh berjalan sesuai perintah. Maoura meminta izin kepada kakeknya untuk beristirahat sejenak.


" Kakek, aku akan membersihkan diri dulu dan istirahat sebentar," ucap Maoura.


" Iya nak, kamu sangat hebat malam ini," puji kakek.


" terimakasih kek, bukankah aku harus menjadi hebat seperti saudariku," canda Maoura yang mengingat kan mereka tentang kehebatan Maoura 1.


" Haha kamu benar nak, ya sudah istirahat lah, kakek akan berkebun sejenak dan menghirup udara segar pagi ini," ucap kakek.


Maoura pergi kedalam kamar ibunya yang kosong karena kamarnya sedang di gunakan Luna.


Maoura memutuskan untuk mandi air hangat. Dia berendam memejamkan mata, tidak terasa air mata keluar dari sudut matanya.


" Saudariku, aku sungguh lelah," batin Maoura, dia benar benar merasa gundah. Tidak ada tempat untuk bersedih dan mengadu. Walaupun Maoura di latih untuk menjadi baja tetapi tetap saja Maoura memiliki hati yang terbuat dari daging dan darah, bisa terluka dan sakit.


Maoura keluar dari kamar mandi dan menggunakan baju piyama milik Nyonya Sarla Suerdja, maminya Maoura. Nyonya Sarla akan pulang setiap tanggal 07, sedangakan Tuan Raden akan pulang setiap tanggal 29. Mereka selalu bergantian, terkadang mereka hanya berkunjung beberapa jam kemudian kembali lagi. Maoura benar benar merasa kurang kasih sayang, tetapi itu adalah pilihannya. Orang tua Maoura sering mengajak Maoura untuk ikut bersama mereka, tetapi Maoura menolak.


Di atas kasur yang super size king, Maoura yang lelah pun tertidur dengan nyenyak.