
Di dalam Ruangan gelap, Rose dan Rio mencoba saling untuk membantu sama lain.
Setelah ikatan mereka telah terbuka, Rose maupun Rio mencoba untuk membuka pintu dan meminta pertolongan.
Dor Door !!" pintu di gedor.
"Hay !!! siapa di luar !! tolong kami !!"teriak Rose meminta pertolongan.
Rio mencoba menghubungi Leo menggunakan jam tangan canggih yang mereka buat.
"Sial !! kenapa disini tidak ada sinyal !!"ucap Rio merasa frustasi.
"Apa !! pulau ini memiliki WI-FI !!"ucap Rose.
Hanya jam tangan Rio lah satu satunya harapan mereka, karena handphone mereka telah di sita oleh Max..
"Aaaaahh !! Max sialan !!! awas saja jika dia mencoba menyakiti istriku dan calon anakku !!"ucap Rio merasa geram.
...
Di gedung pencakar langit..
"Max, apakah Maoura dan Rio baik baik saja sampai tujuan ?"tanya Laras.
"Sudah Nona, tidak ada kendala sampai tujuan," ucap Max berbohong.
"Bagus Max, sekarang tolong kamu pergi ke perusahaan cabang obat herbal. Hmm entah apalagi yang di perbuat Om Danu itu," ucap Laras menggerutu, ternyata tidak semua sodara itu baik.
"Baik Nona, ow iya dimana sekertaris Yuna ?"tanya Max.
"Hmm dia sedang mengurus dan membantu mengalihkan nama perusahaan Tuan Nick untuk Bibik Shian, tetapi menggunakan nama Maoura untuk sementara waktu," jelas Laras.
"Baik Nona, saya permisi," ucap Max dengan senyuman samarnya.
Di dalam Lift..
"Bagus, Rio dan Maoura tidak ada, Yuna ada di negara J, tinggal mengurus tikus kecil itu(Laras) maka semuanya beres. Grup MAMBIO ini akan menjadi miliku, hahaha," batin Max yang sedang berbunga-bunga Karen dia hampir berada di pucuk kemenangan.
..
Di dalam ruangan rahasia, Maoura asli dan para pelayan sibuk berada di layar besar mereka. Mereka hanya fokus untuk mencari informasi tentang Rio selama ini. Mereka masih belum sadar jika Max lah dalang dari semua ini.
Tujuan Maoura menaruh Leo dan para saudara di dalam grup Savior itu, tujuannya adalah untuk memantau gerak gerik mereka. Tapi sayang, tindakan Maoura bisa di katakan senjata makan tuan.
Andai saja Leo berada di rumah, dia akan mendapatkan satu tanda merah dalam jam tangannya dari Rio, itu kode bahwa Rio sedang dalam bahaya. Tapi sayang, tanpa sinyal kode merah itu tidak bisa di lacak. Tetapi mereka bisa melihat jejak dari terakhir mereka di saat ada sinyal.
Tapi sayang, di saat mereka masuk dalam grup Savior mereka tidak boleh di izinkan menggunakan benda asesoris termasuk jam tangan.
"Apa kalian menemukan sesuatu yang aneh ?"tanya Maoura kepada para pelayan yang sibuk mengotak ngatik komputernya.
"Tidak ada yang mencurigakan Miss !!"teriak mereka serempak.
"Baiklah, saya akan menghubungi Rose. Semoga dia baik baik saja,semoga Rio tidak berbuat jahat pada Rose," ucap Maoura merasa sangat khawatir dengan saudaranya.
Awalnya Maoura lah yang akan berangkat bulan madu dengan Rio, tetapi Rose menghalanginya karena Rose merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Rose mengatakan pada Maoura bahwa dia akan mengatakan yang sejujurnya dengan Rio agar dia tidak salah faham lagi dengan Maoura.
Dengan berat hati Maoura mengijinkan Rose untuk berangkat ke pulau pribadi bersama Rio.
"Hay !! kenapa Rose tidak dapat di hubungi !!"teriak Maoura membuat para pelayan mengalihkan pekerjaan mereka dan mencari informasi kenapa Rose tidak dapat di hubungi.
"Miss, sinyal telah terputus."
"Gunakan sinyal satelit !!"
"Miss, ada radius yang menghalangi sinyal satelit ke pulau."
"Apa !!"
Maoura berfikir keras bagaimana caranya untuk menghubungi Rose ke pulau pribadi jika semua sinyal di tolak.
"Apa tidak ada cara lain !!"
"Maaf Miss, sinyal satelit hanya satu satunya cara."
"Oh ya ampun, apa yang sebenarnya terjadi di sana !!"ucap Maoura merasa sangat khawatir.
Maoura mencoba menelfon Laras.
"Halo Laras !?"
"Iya Maoura ada apa ?"
"Apa kamu sudah menghubungi Rose ?"
"Emm belum Maoura, apa yang terjadi ?"
"Apa !! baiklah, aku akan mencoba bertanya pada Max, dia baru sampai tetapi aku sudah mengirimkannya ke perusahaan cabang. Tapi aku akan manggilnya kembali."
"Baiklah.
Emm Laras,"
"Iya ,,"
"Tolong hati hati," ucap Maoura Lirih.
"Kamu tenang saja Maoura."
..
"Halo Max, kamu dimana ?"tanya Laras dalam telfon.
"Saya dalam perjalanan Nona."
"Tolong kembali ke perusahaan sekarang."
"Baik Nona."
panggilan terputus..
"Apa yang terjadi kepada Rose !?"batin Laras merasa tidak enak setelah dapat kabar dari Maoura.
..
"Apa kalian menemukan kejanggalan dari Leo dan saudaranya ?"tanya Maoura pada pelayan.
"Miss, selama ini kami tidak menemukan apa pun dari Rio dan juga saudaranya. Kami tidak yakin jika yang terjadi di laboratorium adalah ulah Rio dan juga saudara nya."
"Hmm apa aku sudah salah faham kepada Rio dan juga saudaranya, apa aku telah melewatkan sesuatu," Maoura berfikir sangat keras apa saja yang sudah dia lewatkan.
..
"Sekertaris Max, mengapa di pulau pribadi tidak dapat sinyal ?"tanya Laras.
"Maaf Nona saya tidak mengerti !"
"Maoura dan juga Rio tidak bisa di hubungi !!"
"Mungkin mereka sedang bulan madu bersama dan tidak ingin di ganggu Nona," ucap Max.
"Tapi mengapa disana tidak dapat sinyal, aku ingin menghubungi Maoura !!"
"Em saya di perintahkan mematikan sinyal agar tidak ada yang menganggu mereka Nona," ucap Max berbohong, dan itu dapat di lihat oleh Laras.
Yang berada di Pulau adalah Rose bukan Maoura, tidak mungkin Rose menyuruh Max untuk mematikan sinyal.
Laras merasa sangat curiga dengan Max..
"Emm baiklah, kamu keluar sekarang," perintah Laras, dia ingin segera mengabari Maoura atas kejanggalan Max.
"Aku harus segera menelepon Maoura, Max sangat mencurigakan," ucap Laras sangat lirih tetapi dapat di dengar oleh Max di balik pintu.
"Apa maksud Laras, dia mau menghubungi Maoura tetapi dia sudah tahu jika di pulau tidak dapat sinyal," batin Max merasa curiga juga dengan Laras.
Dia diam diam masuk dan mencoba mendengar apa yang akan di bicarakan oleh Laras.
"Halo Maoura, Maoura !!!! emmm, emmmm !!!" dengan cepat Max membungkam mulut Laras sampai pingsan.
"Halo Laras !! haloo !! Laras, apa kamu sudah dapat dapat kabar Rose dan Rio !!"ucap Maoura panik di balik telfon.
Max sangat terkejut dengan kejutan yang diberi oleh keluarga Widjaya Le Huang.
"Aoouu ternyata Maoura memiliki kembaran, dan namanya Rose," batin Max merasa sangat senang karena keberuntungan ada di tangannya.
Tut Tut Tut !!"Suara panggil berakhir.
Max dengan cepat membawa Laras pergi dari ruangan itu.
Maoura merasa ada janggal dengan keadaan Laras.
"Cepat kalian lihat CCTV yang ada di ruangan Laras !!"perintah Maoura.
"Baik Miss !!"
"Miss, Nona Laras tidak ada di ruangannya .."
"Cari beberapa menit lalu, periksa semua CCTV yang ada di perusahaan, lihat kemana perginya Laras !!"perintah Maoura dengan sangat panik.
"Rose tidak bisa di hubungi dan Laras tiba tiba menghilang, apa yang sebenarnya terjadi !!"batin Maoura.