
Di dalam kamar barunya Laras terdiam dan merasa tidak percaya bahwa dirinya ternyata adalah keturunan dari seorang sultan.
“Aku harus mulai menata masa depan dari sekarang, ini adalah kesempatanku untuk menunjukan bakatku,” batin Laras yang bersemangat untuk memulai hidup baru.
Larasati adalah wanita cantik dan sangat pintar, tetapi karena kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuanya dia tidak bisa melanjutkan sekolahnya demi menjaga neneknya.
..
Di dalam kamar Maoura menatap Rio dengan sangat lekat lekat.
Rio mencoba memejamkan mata merasa ada yang memperhatikannya.
“Maoura, kamu tidak jadi tidur ?”tanya Rio yang sedikit kaget.
“Aku ingin di peluk,” ucap Maoura dengan manja.
“Emm ya sudah sini,” ucap Rio sambil menyingkirkan bantal guling yang menghalangi mereka.
Setelah Rio memeluk Maoura, dia bertanya.
“Apakah kamu sangat mencintai aku,” tanya Rio sambil mempererat pelukannya.
“Ntahlah Rio, yang jelas aku tidak ingin kehilanganmu,” ucap Maoura sambil mengecup bibir Rio singkat lalu tersenyum.
Ntah mengapa Rio merasa tersentuh dengan sikap manja Maoura. Perlahan Rio pun mencium Maoura dengan sangat lembut. Kali ini Rio bermain dengan sangat lembut membuat Maoura merasa nyaman dan tidak merasa sakit.
“Mengapa kali ini Rio berbeda, kali ini dia sangat lembut dan manis,” batin Maoura yang menikmati permainan Rio.
Siang itu pun mereka habiskan di dalam kamar.
..
Di tempat lain, ruangan Savior.
“Sun apa kamu ingat nomor telpon Dauna, aku akan mencoba menghubunginya,” ucap Deon.
“Emm aku tidak ingat,” ucap Sun merasa kecewa dengan dirinya sendiri.
“Ehem !!” Ten tiba tiba muncul.
“Hay !! kau ini mengangetkan saja,” ucap Sun yang merasa kesal.
“Jika berada di dalam Ruangan ini di larang menghubungi orang yang berada di luar. Mengerti !?”ucap Ten mengingatkan.
“Hmm ya ya aku mengerti,” ucap Sun.
“Dan D341 (Deon) kamu ikut denganku,” ucap Ten.
“Kemana,” tanya Deon
“ Sudahlah ikut saja.”
Deon di bawa keruangan atas milik para Savior senior.
“Hay D341 (Deon), kami akan memberimu sebuah tugas dan jika kamu berhasil kamu bisa berkabung dengan kami,” ucap senior itu.
“Baiklah,” ucap Deon merasa senang.
“Peraturan jika kamu masuk ke grup kita adalah kamu harus memutuskan hubunganmu dengan dunia luar untuk sementara waktu, karena kita akan melakukan perjalanan dimensi lain dengan waktu yang cukup lama,” ucap senior itu.
Deon berfikir lama.
“Ah maaf Savior senior, saya tidak bisa bergabung dengan kalian. Kakak saya adalah yang segalanya bagi saya. Maaf jika saya sudah lancang masuk ke sistem kalian, saya janji tidak akan melakukanya lagi,” ucap Deon.
“Tawaran yang di berikan kepada kita tidak main main, jika kita berhasil membuat alat penjelajah waktu kita akan mendapatkan bonus yang sangat besar. Program kita sudah berjalan 50% dan dengan adanya kamu di grup kita maka kita akan segera menyelesaikannya.”
“Berapa lama kira kira kita akan membuatnya menjadi 10% ?”tanya Deon.
“Kurang lebih 2 tahun kita akan menyelesaikannya.”
“Aku harus memberi tahu kakakku dulu perihal ini. Dua tahun di dalam sini bukanlah waktu yang sebentar dan belum jika memulai eksperimen maka kita akan memakan waktu yang lebih lama bukan,” ucap Deon.
“Baiklah, aku akan memberi kamu waktu 10 menit untuk memberi tahu kakakmu. Ingat kesempatan ini tidak akan aku tawarkan lagi untuk yang ke dua kali.”
“Baiklah.”
Deon menghampiri saudara saudaranya.
Lalu mereka mengikuti Deon.
Di dalam kamar, mereka membuka kaca mata mereka.
“Kak Leo ada yang ingin aku bicarakan,” ucap Deon.
“Ada apa Deon ?”
“Begini, aku di tawarkan untuk masuk ke grup senior,” ucap Deon.
“,Waaw kamu sungguh keren Deon,” ucap Juo.
“Tapi masalahnya jika aku masuk ke grup mereka, aku tidak di izinkan keluar dari sana selama 2 tahun,” ucap Deon merasa sedih.
“Apa !! dua tahun bukanlah waktu yang singkat,” ucap Sun.
“Deon menjadi ahli teknologi bukankah cita citamu, aku serahkan semua keputusan itu padamu,” ucap Leo mencoba memberi semangat adiknya.
“Deon, walaupun kita tidak sempurna tanpamu tetapi aku ikhlas jika kamu memang ingin masuk kesana,” ucap Juo.
“Memang apa yang kamu kerjakan sampai tidak boleh keluar selama 2 tahun ?”tanya Sun.
“Maaf semua aku tidak bisa memberi tahu kalian,” ucap Deon.
Ten masuk untuk menjemput Deon.
“Hay Deon, bagaimana ?”tanya Ten.
“Hmm baiklah aku akan ikut dengan mereka,” ucap Deon.
“Bagu Deon itu adalah pilihan yang tepat,” ucap Ten.
“Dan Oya, jika Deon kamu masuk maka nyawamu adalah taruhannya,” ucap Ten memperingati.
Semua terdiam saat Ten menjelaskan itu.
“Deon kami tetap menerima keputusanmu,” ucap Leo. Walaupun Leo tidak memberatkan adiknya tetapi Deon tahu jika kakaknya sangat tidak rela.
“Kakak aku bukanlah orang pemberani seperti kalian, tetapi aku tidak bisa mempertaruhkan nyawaku hanya demi sesuatu yang tidak pasti,” ucap Deon lalu memeluk semua saudaranya.
Ten tersenyum haru melihat 4 saudara itu.
“Deon pilihan pertamamu memang bagus, tetapi pilihan keduamu ini sangat sangat bagus. Kalian tahu, aku juga sebenarnya pernah dapat kesempatan itu tetapi aku menolak demi keluargaku,” ucap Ten.
“Lalu bagaimana caraku untuk menolak mereka,” ucap Deon.
“Mereka tahu kamu adalah orang yang tepat. Aku sarankan kamu berpura pura bodoh dan jangan sampai lolos tes, jika kamu sampai lolos tes mereka akan membuatmu mengikuti mereka bagaimanapun caranya,” ucap Ten memperingati.
“Baiklah aku mengerti,” ucap Deon.
Mereka mengunakan kaca mata lalu keluar dari dalam kamar.
Karena sudah mendapatkan peringatan dari Ten akhirnya Deon berhasil lolos dari para senior.
“D341 maafkan kami. Dengan berat hati kami menyatakan kamu tidak lolos dalam tes ini,” ucap Senior.
“Benarkah, sangat di sayangkan sekali,” ucap Deon pura pura sedih.
“Tapi aku heran, jika kamu bisa membobol satu angka kami bagaimana mungkin kamu tidak bisa menyelesaikan tes kecil itu,” ucap Senior merasa curiga.
“Ah itu mungkin karena aku lagi beruntung saja. Kedepannya aku janji tidak akan mencoba bermain main dengan sistem kalian,” ucap Deon.
“Baiklah, silahkan kerjakan tugas anda kembali,” ucap Senior merasa berat kehilangan Deon.
Di saat Deon keluar Ketua Savior menatap tajam kepergian mereka.
“Siapapun yang berhasil membujuk Deon masuk kedalam markas kita, aku akan mengizinkan orang itu untuk keluar dari markas selama satu bulan,” ucap Pimpinan Savior.
Mereka yang sudah terjebak selama 2 tahun mulai bersemangat untuk membujuk Deon.
Selama dua tahun mereka tidak izinkan keluar, setelah dua tahun mereka diizinkan keluar selama dua bulan, setelah mereka masuk lagi mereka tidak bisa keluar selama 2 tahun. Kurang lebih 30 tahun peraturan itu tidak pernah berubah.
...