
Luna yang merasa sudah tidak ada harapan untuk lari akhirnya hanya bisa pasrah dengan pria, ayah dari anaknya.
"Tuan, apa yang anda lakukan disini," ucap Luna mencoba santai di depan Tuan Nick.
Bukanya menjawab Tuan Nick malah meninju dinding di samping Luna membuat jantung Luna serasa akan berhenti.
"Jelaskan padaku !"ucap Tuan Nick menatap tajam ke arah Luna.
"Mamaaa !!! Mamaa !!!"terdengar suara anak kecil memanggil Luna.
"Ah kamu disini Luna, Zie dari tadi rewel ingin mencari kamu," ucap Juo yang menyusul Zie.
"Hay anak mama sayang, main dulu dengan papa ya, mama sedang ada urusan penting dengan Tuan ini," ucap Luna memberikan Zie kepada Juo.
Juo yang mendengar itu merasa ada yang salah.
"Zie sayang, ayo kita melihat Tante Laras dan juga Maoura, mereka punya banyak makanan di dalam sana," bujuk Juo. Di saat Juo akan pergi, dia melirik ke arah Luna dan juga pria yang tidak dia kenal. Perasaan Juo tidak enak, tetapi dia mencoba untuk tenang.
"Aku yakin itu adalah anak aku yang kamu bawa kabur !"ucap Tuan Nick menatap Luna dengan tajam.
Luna menatap Nick dengan tidak percaya.
"Bagaimana pria ini tahu itu adalah anaknya,"batin Luna.
"Jawaaab !!!"bentak Nick membuat Luna bergetar hebat.
"Kamu salah, dia anakku," ucap Luna menekan suaranya.
Buk !!" lagi lagi Nick meninju tembok dekat Luna.
"Apa kamu pikir aku bodoh hah, aku tahu saat itu kamu sedang hamil !!"bisik Nick di telinga Luna lalu mengigit.
"Aww, lepas saya tuan, saya tidak kenal anda, kita tidak ada urusan, maaf saya sedang sibuk," ucap Luna gugup dan meninggalkan Nick yang masih menatap tajam Luna.
"Nyawa ibu dan nenekmu ada di tanganku," ucap Nick membuat Luna menghentikan langkahnya.
Tiba tiba ada beberapa orang menggunakan baju hitam menyerang Tuan Nick. Bodyguard Tuan Nick yang sedari tadi mengawal dari jauh langsung berlari untuk menolong Tuannya.
Tetapi karena kalah pasukan dan serangan yang mendadak membuat Tuan Nick terjatuh.
Luna yang sangat terkejut Melihat itu semua mencoba untuk menolong Nick.
"Luna, mundurlah," ucap Maoura yang tiba tiba muncul.
"Maoura ! semua ini adalah kamu yang memerintah ?"tanya Luna.
Maoura tidak menjawab Luna.
"Cepat bawa pria ini dari sini," ucap Maoura.
"Baik Miss !!"
Agar tidak terdengar kericuhan, Nick dan juga anak buahnya di suntik penenang.
"Luna, sebaiknya kamu bawa anakmu pulang, Tuan Nick aku yang akan urus," ucap Maoura meninggalkan Luna yang masih mematung tidak percaya.
Juo yang mengintip dari jauh akhirnya mengerti jika Zie adalah anak Tuan Nick.
"Sepertinya hubungan Luna dengan oria itu tidak baik," batin Juo lalu pergi dari sana.
Luna yang sadar dari berlari untuk mencari Zie, di akan membawa anaknya pulang.
"Pria gila itu sudah tahu anakku, aku harus bersembunyi," batin Luna, dia berlari mencari anaknya.
Luna merasa bersyukur karena ternyata anaknya sedang bersama Leo dan juga Laras.
Luna ragu ragu menghampiri Leo, perasaan itu sungguh masih ada tetapi Luna tidak ingin berlarut larut dalam cinta bertepuk sebelah tangan.
"Hay sayang kamu disini nak, ayo kita pulang dulu, Zie harus istirahat siang dulu ya," ucap Luna.
"Baiklah Zie kamu pulang dulu bersama mama kamu ya, kita akan bertemu lagi besok," ucap leo yang sedang menggendong Zie.
Di saat leo menyerahkan Zie ke Luna posisi mereka sangat dekat membuat Luna merasa sedikit canggung.
..
Di perjalanan pulang Luna tidak memperhatikan Zie yang sedari mengoceh.
Luna mengelusi kepala anaknya yang sangat dia cintai.
"Mama akan selalu melindungi mu nak," batin Luna meneteskan air matanya.
Di dalam Mansion ternyata Tuan Nick dan Maoura sedang menunggu kedatangan Luna.
"Ada apa ini ?"tanya Luna merasa heran.
Tadi saat di perusahaan mereka bertengkar dan sekarang mereka malah mengobrol seolah olah tidak terjadi apa apa.
"Emm Luna, aku rasa kalian telah salah faham. Sebaiknya kamu bicara empat mata dengan Tuan Nick agar semuanya jelas," ucap Maoura lalu mengendong Zie dan menjauhi mereka.
"Dan Zie ayo kita tidur di kamar Tante," ucap Maoura .
"Dimana papa ?"tanya Zie kepada Maoura di saat mereka sedang menaiki tangga.
"Emm papa Rio sedang bekerja, jadi Zie bobok siang sama ante Maoura ya," ucap Maoura.
..
Tuan Nick mengajak Luna berjalan jalan ketaman di halam belakang mansion.
"Luna, kamu telah salah faham," ucap Nick.
"Apa maksud kamu ?"tanya Luna.
"Apa kamu lihat wanita itu tewas ?"tanya Nick.
"Aku lihat sendiri bagaimana kamu membunuh wanita yang pernah tidur dengan kamu, dia hamil anak kamu dan kamu membunuhnya," ucap Luna.
"Aku tidak membunuhnya," ucap Nick membuat Luna tidak percaya.
"Aku tidak percaya," ucap Luna.
"Wanita itu telah menyebar fitnah ke pada awak media jika dia sedang mengandung anakku, tapi kenyataanya itu bukanlah anakku. Aku selalu menggunakan pengaman di saat berhubungan dengan wanita lain, dan hanya padamu lah aku tidak menggunakannya."
"Apa itu alasan kamu membunuhnya ?"tanya Luna.
"Aku tidak membunuhnya, peluru itu yang mengenai wanita bukanlah peluruku," ucap Nick.
"Aku mendengar kamu menembak kan senjata itu."
"Aku memang menembak tetapi aku tidak menembak wanita itu, aku hanya menggertak dia agar dia mau mengatakan siapa orang yang telah menyuruhnya, tetapi tidak aku sangka ada seseorang yang menebak wanita dari jarak jauh," jelas Nick.
"Oh ya ampun, jadi selama ini aku telah salah faham denganmu !! jadi jika aku mengatakan bahwa aku sedang mengandung anakmu waktu itu, kamu tidak akan membunuh kami ?"tanya Luna.
"Jelas tidak Luna, kamu adalah wanita yang aku cari selama ini. Aku sengaja menitipkan benih unggulku ke rahimmu dan hanya rahimmu lah yang sudah menerima benihku selama ini," jelas Nick.
Luna tidak tahu harus berkata apa, dia bingung harus sedih atau merasa senang.
Nick memeluk Luna dengan sangat mesra.
"Pulanglah bersamaku, aku berjanji akan menjagamu dan anak kita," ucap Nick sedikit memohon kepada Luna.
"Dan aku juga akan mengembalikan perusahaan itu pada ibumu," ucap Nick.
"Jadi selama ini kamu yang sudah mengambil alih perusahaan ibuku ?"tanya Luna.
"Ayahmu yang menjualnya padaku Luna," jelas Nick tidak ingin Luna salah paham menilainya.
"Karena kamu ibuku membunuh ayahku, hik hik," ucap Luna yang meneteskan air matanya.
"Ayah kamu masih hidup,aku menyelamatkan dia dari ajalnya," ucap Nick.
"Apa !! bagaimana bisa ?"tanya Luna tidak percaya,
"ibu bilang dia sudah membunuh ayah," lanjut nya.
"Waktu itu aku dan anak buahku mendatangani rumahmu untuk mencarimu, tetapi kami melihat ibumu yang penuh darah keluar rumah dengan mobilnya.
Kami mengikuti ibumu, dan ternyata ibumu mencoba menguburkan ayahmu. Ibumu kurang pandai menggali jadi ayahmu tidak sepenuhnya terkubur. Di saat ibumu pergi kami melihat jari ayahmu masih sedikit bergerak, jadi kami langsung membawanya kerumah sakit dan syukur ayahmu masih hidup. Tetapi karena pukulan keras di kepalanya membuat ayahmu sedikit kurang waras," jelas Nick.
Luna tidak percaya mendengar itu semua. Pria yang dia takuti setengah mati selama ini adalah malaikat yang sudah banyak menolong keluarganya.