The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 17 PRINCESS CEO



Pagi hari ...


Di kediaman Rio.


Tok tok tok ...


"Siapa ??"tanya Bibik Luis yang sedang ingin mencuci baju.


"Ibu biarkan Rio yang membuka pintu,"sahut Rio.


Ckleek..


" Siapa kalian ?"tanya Rio.


"Kami datang membawa pesan dari Miss Maoura. Tuan silahkan ikut bersama kami," ucap bodyguard itu sopan.


" Kita akan kemana,?"tanya Rio yang masih kurang mengerti.


" Kita akan melihat lokasi yang akan di bangun restoran untuk anda, Tuan kami sedang ada urusan sehingga memerintahkan kami datang kemari," jelas bodyguard itu.


" Oh baiklah, saya akan bersiap sebentar," ucap Rio yang sedikit kecewa. Walaupun Rio membenci Maoura, tetapi ntah mengapa dia selalu merindukan mata Maoura yang begitu hangat.


...


Di sisi lain. Juo baru sadar dari tidurnya, tetapi karena dia merasa sangat malas maka dia menarik selimutnya kembali.


" Aaaaaaahhhkkk !!!!"teriak wanita cantik pemilik apartemen itu, dia terkejut karena di ranjang tidurnya ada seorang pria yang sedang tertidur.


Juo yang kaget langsung bangun dari tempat tidurnya. Juo juga baru sadar jika semalaman dia tidur di kamar orang lain.


" Siapaa kamuu !! apa kamu pencuri !!?"tanya wanita itu marah dan juga takut.


" Nona ,, nona tolong jangan salah paham, saya adalah orang baik baik, maaf saya telah salah masuk kamar, apartemen saya ada di sebelah, kemungkinan saya salah masuk kamar karena sangat lelah," ucap Juo yang mencoba untuk mengelas.


" Tapi bagaimana kamu bisa masuk kesini,?"tanya wanita curiga.


" Pintu ini tidak di kunci Nona, dan saya juga kebiasaan tidak mengunci apartemen saya, sehingga saya mengira saya tidak salah kamar," ucap Juo lagi berbohong, jam tangan yang dia pakai dapat membobol Pin pintu dalam hitungan detik.


Wanita itu mengingat ingat sepertinya dia sudah mengunci pintu itu dengan benar, tetapi waktu itu dia juga sedang terburu buru sehingga dia tidak bisa memastikan.


" Emm begitu, baiklah maaf saya sudah salah paham," ucap wanita itu mencoba percaya dengan Juo, di tambah tampang Juo yang begitu tampan membuat hati wanita itu meluluh.


" Maafkan kelancangan saya Nona, jika boleh tahu siapa nama anda? kita tetangga jadi sebaiknya saling mengenal satu sama lain," ucap Juo dengan gaya mautnya.


" Ah ya perkenalkan, saya Zahra."


" Perkenalkan, saya Juo. Junjuo."


" ah ya Tuan Juo," ucap wanita yang bernama Zahra itu malu malu menyambut tangan Juo untuk berjabatan.


" Ah ya Nona cantik ini adalah kartu nama saya, hubungi saya jika terjadi apa apa, ok." ucap Juo buru buru karena teringat sesuatu.


" Baiklah, saya akan menghubungi anda jika membutuhkan bantuan," ucap Zahra malu malu.


Kemudian Juo pergi begitu saja.


Juo pergi ke toko bunga dan langsung menuju ruang rahasia. Juo sedikit terkejut melihat keadaan Leo dan Deon, rambut acak acakan dan mata yang menghitam.


Leo dan Deon berjalan lunglai ke arah Juo yang mematung.


"Juo urus sisanya, ganti pola disain tempat ini," ucap Leo dengan lemas.


...


Di dalam hutan, Sun dan para mafia lain sedang berjaga jaga di sebuah gudang yang ada di tengah tengah hutan. Sun dan para mafia lainya sedang membantu para kepolisian untuk membekuk para penjahat yang sedang menculik anak dari seorang perwira tentara.


Sebenarnya mafia Ghost itu telah salah menculik gadis, mereka tidak tahu jika gadis yang mereka culik adalah anak dari seorang perwira. Tetapi klien dari mafia Ghost sudah menerima gadis itu dengan harga yang fantastis karena keperawanannya.


Ketua mafia Ghost mengelak jika kelompoknya telah menculik gadis yang mereka cari, tetapi informasi dari anggota the King petunjuk yang mereka dapat pelakunya adalah mafia Ghost. Maka dari itu semalaman mereka berjaga jaga di bescamp milik mafia Ghost.


Dengan keahlian Sun dia menyelinap sendirian ke dalam gedung yang menyeramkan itu. Hanya menggunakan filing yang kuat dia bertekad untuk menemukan gadis itu. Karena lelah Sun beristirahat di ruangan kosong dan bersembunyi di balik lemari, Saat Sun menjatuhkan tangannya ke lantai dengan keras dia merasa ada sesuatu di bawah. Sun mencoba memukul mukul lantai yang dia injak itu, lalu Sun mencoba menyingkirkan lemari besar itu, saat lemari itu digeser benar saja ada sebuah pintu menuju ruangan bawah.


Dengan keahlian Sun dengan cepat dia membuka gembok yang mengunci pintu masuk itu.


Perlahan tapi pasti Sun menyelusuri tempat yang gelap itu, tidak ada apa apa di dalam ruangan bawah itu hanya peti mati yang sudah usang dan penuh dengan jaring laba laba.


Di saat Sun ingin kembali dia mendengar suara tangisan yang begitu lirih.


Sun kembali dan mendekati peti mati itu. Saat lebih teliti ternyata peti itu menggunakan gembok pin, karena Sun lupa tidak membawa jam tangannya jadi dia berusaha membobol pin itu secara manual. beberapa menit kemudian Pin itu terbuka.


Saat Sun membuka peti mati itu, ternyata didalamnya ada sebuah tangga yang menuju lantai bawah lagi. Sun masuk ke dalam peti itu dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Setelah menuruni hampir 20 anak tangga Sun memasuki ruangan yang kosong lagi, Sun merasa buntu karena ruangan itu seperti penjara bawah tanah tidak ada apa apa di dalamnya, hanya ada tembok yang seolah olah sedang mengejeknya.


Karena kesal, Sun melepaskan sepatunya dan melemparkan salah satu tembok itu.


"Buk !!! sepatu Sun tepat mengenai satu bata yang ternyata itu adalah kunci dari ruangan lain di sana. Sun yang terkejut mendorong lebih kuat tembok itu agar terbuka Sempurna.


Sun sangat terkejut saat melihat ruangan itu. Ruangan itu terlihat bersih dan terang, layaknya sebuah Hotel bintang lima. Sun memasuki ruangan itu dan membuka kamar yang ada di sana. Sun sangat terkejut karena dia melihat gadis cantik yang tangan dan kakinya di ikat merentang di atas kasur itu dan mulutnya di bungkam, di tambah wanita itu tidak menggunakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya.


Tanpa ragu Sun langsung melepaskan jaketnya dan celana jeans yang dia pakai untuk menutupi gadis malang itu. Dengan sekuat tenaga dia melepaskan ikatan rantai itu.


" Nona maafkan mata saya yang telah lancang melihat tubuh anda, tapi percayalah saya kesini untuk menolong anda," ucap Sun yang merasa bersalah tetapi mau bagaimana lagi.


Sun lupa membuka perban pada gadis itu sehingga gadis itu hanya "am em am em" memohon perbannya di buka.


" Oh ya maaf Nona saya lupa," ucap Sun yang gugup.


" Tidak papa, Terima kasih Tuan sudah mau menolong saya, cepat Tuan saya takut orang orang itu akan datang kesini," ucap gadis itu sangat takut dan cemas.


Cukup memakan waktu untuk membuka 4 gembok besar itu.


Mereka sangat beruntung karena para penjaga sedang melawan para mafia dan polisi yang sedang memberontak di atas. Mereka mendengar suara tembakan, tidak buang buang waktu setelah gadis itu memakai baju dan celana Sun mereka segera berlari dari tempat itu.


Gadis itu tersenyum senyum sendiri melihat tingkah Sun yang berlari sambil kedua tangannya menutupi dadanya yang super sempurna itu.


Karena baju dan celananya di pakai oleh gadis itu. Sun hanya menggunakan celana Boxster yang menutupi anu 'nya .


Setelah mereka sampai di luar Sun memberi kode kepada teman temanya untuk menjemput mereka, posisi Sun ada di samping gedung itu.


Teman teman Sun dengan sigap memberi perlindungan kepada dia. Saat gadis itu sudah di selamatkan para polisi dan mafia lain tidak segan segan untuk melumpuhkan mafia Ghost itu. Mereka di serang secara membabi buta oleh anggota the King.


Perwira tentara itu dengan senang menyambut putri tercintanya. Perwira itu juga tidak lupa berterima kasih kepada Sun dan mengundangnya untuk makan malam di kediamannya.


Dan dengan senang hati Sun menerimanya.


...


Di bandara pribadi milik Tuan Widjaya sebuah pesawat pribadi mendarat dengan sempurna.


5 Mobil beriring iringan untuk menjemput Nyonya Yuan Li dan Nyonya Shianhai. Walaupun Nyonya Yuan hanyalah adik tiri Tuan Widjaya, tetapi Tuan Widjaya mencintainya dan sudah menganggap Yuan sebagai adiknya sendiri.