
Di pagi hari Juo datang ke apartemen untuk mengambil beberapa barangnya dan juga ingin bertemu dengan Zahra.
Awalnya Juo terlihat santai sampai akhirnya dia terkejut saat memasuki kamarnya.
"Sun !!! apa yang kalian lakukan dikamarku !!!teriak Juo sangat kuat sehingga membuat Sun dan Dauna bangun dengan hati yang terkejut.
"Ah Juo kamu disini, jangan berteriak di pagi hari karena itu bisa membuatku sakit kepala," ucap Sun dengan santai.
"Juo ini tidak seperti yang kamu kira, kami tidak melakukan apa pun," ucap Dauna merasa canggung.
Juo yang masih melongo tiba tiba memutar balik badannya.
"Emm baiklah, kalian lanjutkan saja dan maaf telah mengganggu tidur pagi kalian," ucap Juo dan berjalan keluar dengan tenang seolah olah dia tidak melihat apa apa.
"Haah ada apa dengan saudaramu Sun, dia sangat aneh," ucap Dauna yang merasa aneh dengan sikap Juo.
"Sudahlah kamu tidak perlu memikirkan dia, otak dia emang suka eror seperti itu," ucap Sun yang paham dengan sikap Juo.
"Hmm baiklah, aku akan mandi dulu," ucap Dauna.
Dan sun yang masih agak lelah akhirnya memutuskan untuk tidur kembali.
Di apartemen sebelah, Juo akhirnya mendapatkan penjelasan dari Zahra kenapa Sun dan Dauna berakhir di ranjang bersama.
"Mereka sangat romantis ya," ucap Zahra memuji hubungan Sun dan Dauna kepada Juo.
"Menurut aku biasa saja," ucap Juo yang tidak ingin memuji Sun.
"Hmm dasar kamu ini. Oya bagaimana pekerjaan mu ?"Tanya Zahra.
"Yah begitulah, karena adaptasi sangat baik jadi kami bisa hidup normal setelah tiga bulan," ucap Juo.
"Apakah tidak bosan tinggal di ruangan kerja," ucap Zahra yang tidak tahu kehidupan di dalam ruangan para Savior.
"Menurut aku asyik saja karena ada banyak teman didalamnya," ucap Juo yang tidak bisa mengatakan yang sejujurnya pada Zahra.
"Besok kamu akan sudah kembali lagi ?"tanya Zahra.
"Emm iya, dan bolehkah aku meminta tolong padamu."
"minta tolong apa Juo?"
"Bisakah nanti pas istirahat siang kamu ajak kamu ajak Luna keluar,?
Jleebbb !!hati Zahra tiba tiba seperti di tusuk panah, pisau, tombak dan lain sebagainya.
"ternyata Juo dan Luna ..."batin Zahra bagai di hujani seribu beton sehingga membuatnya tidak bisa berkata kata.
"Hay Zahra !!!" panggil Juo.
",Oh ya, Emm nanti akan aku usahakan," ucap Zahra ragu.
"Baguslah, terima kasih ya atas bantuannya," ucap Juo yang merasa tidak berdosa karena telah melukai hati Zahra.
"Iya Juo kamu tidak perlu sungkan terhadap ku," ucap Zahra dengan senyum yang di paksakan.
"Karena itulah aku menjadikanmu teman baikku, aku tahu kamu bisa sangat di andalkan. Baiklah aku pergi dulu," ucap Juo memakan roti lalu pergi begitu saja.
Zahra memegang kuat jantungnya yang berada sangat sakit.
"Zahra kamu harus sadar diri, dia tidak suka sama kamu, tapi dia sukanya Luna teman kerja kamu," batin Zahra yang merasa sangat sedang patah hati.
...
Pagi ini Leo dengan rapi akan menuju ke kantor membuat Deon mengerutkan dahinya.
"Kak kamu mau kemana?"tanya Deon.
"Iya Deon aku akan perusahaan, ada urusan penting," ucap Leo.
"Urusan apa kak ?"
"Emm aku akan memberikan arahan langsung kepada grup kuaci."
"Aku ikut ya kak ?" Deon antusias.
"Emm kamu dirumah saja jaga ibu yah," ucap Leo sambil memainkan matanya lalu berlari keluar.
"Dasar kalian !!! aku tahu kalian semua pergi bertemu dengan wanita kan !!!"Teriak Deon dan dijawab senyuman manis dari Leo.
"Hanya aku yang tidak memiliki pasangan,"ucap Deon lirih dengan nada yang mengenaskan.
"Harusnya aku sudah selesai membuat robot wanitaku, tetapi gara gara mereka aku malah terjebak di perusahaan itu !!"gerutu Deon.
Disaat sedang merenungi nasibnya yang jomblo, tiba tiba Deon mendapatkan pesan dari Leo.
Senyum manis keluar dari sudut bibir Deon.
"Ah kakak benar, jika begitu aku harus bersiap siap !!"ucap Deon bersemangat.
Dia akan menuju kantor dan mendapatkan wanita cantik disana.
...
Di Mansion utama.
"Sayang maafkan aku," ucap Rio tiba tiba.
Maoura yang berada di meja rias mengehentikan aktivitasnya.
"Minta maaf untuk apa?"
"Sebenarnya aku bukanlah orang kaya, orang tuaku tidak memiliki bisnis apapun di luar negeri, mereka hanya rakyat biasa dan kami tidak memiliki apapun," ucap Rio sambil menutup matanya karena tidak sanggup melihat keterkejutan Maoura...
Tetapi Maoura yang sudah tahu jika Rio sedang berbohong hanya bisa tersenyum kecut.
"Rio lalu mengapa kamu tidak membawanya di pernikahan kita ?"
"Aku takut keluargamu tidak akan setuju dengan kita jika mereka tahu asal usulku yang menyedihkan, dan sebenarnya ibuku juga tidak ingin aku menikah dengan orang kaya karena dia wanita yang begitu berperasaan. Dia takut jika aku akan hanya menjadi budak jika menikahi wanita kaya," jelas Rio dengan air mata kebohonganya.
"Rio keluargaku tidak pernah memandang seseorang dari materinya. Mereka melihat aku bahagia denganmu saja itu sudah membuat mereka bahagia. Tapi jika apa yang kamu bilang ternyata benar, ibumu tidak suka dengan menantu kaya lalu apa bisa aku perbuat," ucap Amoura merasa sedih mengetahui jika mertuanya alergi dengan menantu kaya.
"Emm sayang aku memiliki ide, bagaimana jika kamu berpura pura menjadi wanita miskin di depan ibuku," ucap Rio yang tiba tiba menutup mulutnya rapat rapat. "Aduuh kenapa ini mulut lemes banget sih, bagaimana jika Maoura setuju dan langsung ingin bertemu dengan ibu,maka aku akan ketahuan jika aku bukanlah orang miskin," batin Rio mengutuk dirinya sendiri.
"Emm itu ide bagus Rio, tetapi maaf ya aku tidak bisa menemui ibumu sekarang," ucap Maoura sedih.
"Oh tidak papa sayang, aku mengerti keadaanmu," ucap Rio yang berpura pura galau padahal hatinya sangat senang karena Maoura tidak ingin segera bertemu dengan ibunya.
"Terima kasih ya kamu sudah mengerti keadaanku yang selalu sibuk dengan pekerjaan."
"Tidak papa sayang, dan maafkan aku soal kebohonganku ya," ucap Rio sedih.
"Aku mengerti Rio, kamu tenang saja aku akan menjelaskan itu kepada mami dan papi, aku yakin mereka tidak akan menyalakanmu bahkan karena kejujuran mu ini orang tuaku akan bangga terhadapmu."
"Terima kasih sayang."
setelah mengatakan itu Rio bersiap siap mandi dan akan pergi restoran.
Maoura keluar dari kamar dengan wajah yang tidak bisa di artikan, tatapannya lurus tajam kedepan.
"Dasar pria, kamu berbohong demi menutupi kebohonganmu yang lain. Kita lihat saja sampai mana permainanmu Rio!!" batin Maoura menggerutu karena pagi pagi sudah beri sarapan kebohongan oleh suaminya.
"Sayang kamu tidak sarapan nak ?"sapa Nyonya Sarla.
"Tidak Mami, tadi di dalam kamar Maoura sudah makan buah-buahan."
"Oya Tante Shian sudah berangkat ?"Maoura.
"Sudah sayang, cuaca lagi ini sangat cerah sehingga Shian hai mempercepat kepulangan. Di prediksi nanti siang akan mendung."
"Ow begitu, Baiklah mami Maoura berangkat dulu ya."
"Hati hati sayang ," ucap Tuan Raden yang baru istirahat dari berkebun.
"Iya papi, bye.."
Di depan orang tuanya Maoura bisa terlihat seperti gadis normal seperti umumnya. manja dan periang, berbeda jika di bawah asuhan kakek. Maoura akan terlihat anak penuh dengan tekanan dan pikiran, dia selalu terlihat tegas dan kaku.
Rio yang menatap kepergian Luna dari atas kamarnya tersenyum aneh kearah Maoura.
Tiba tiba ponselnya berbunyi.
satu pesan dari nomor tidak di kenal.
"Aku tahu kamu adalah anak dari Paman Gutai, supir yang tidak bersalah telah terbunuh oleh Maoura dan kedatanganmu hanya untuk membalas dendam kepada keluarga itu." isi pesan dari orang misterius itu mampu membuat Rio mati berdiri, tangan dan badan Rio bergetar hebat sehingga tidak dapat berbicara sepatah kata pun.
.Tiba tiba nomor itu menelvon Rio.
"Ha-halo, siapa kamu ?"tanya Rio ragu ragu.
"Ha ha ha ha, aku adalah orang yang akan membantu semua pekerjaanmu untuk membalas dendam kepada keluarga Widjaya."
Suara orang misterius itu disamarkan sehingga tidak dapat Rio kenali.
"temui aku di hutan timur, disana ada gudang tua." tut tut, telfon di matikan. Rio yang tidak sanggup berdiri memegang tralis jendela dengan sangat kuat sampai tangan berdarah karena terlalu kuat menekan.
"Siapa kamu sebenarnya !!"batin Rio dengan mata yang memerah.