The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 37 PRINCESS CEO



Malam penuh ketegangan. Luna terus menyuruh ibunya untuk menceritakan bagaimana ayahnya bisa mati dan kehadirannya adalah sebuah kesalahan.


"Waktu itu.


Ibu adalah anak yang sangat pemalu dan ayahmu adalah seseorang yang terkenal nakal di sekolahan. Sampai ketika dia bertaruh dengan temannya siapa yang berhasil menangkap ibu mereka berhak untuk menyetubuhinya.


Mereka meletakan ibu ditengah tengah lapangan, karena ibu sangat takut ibu berlari sekuat tenaga untuk menghindari mereka, tetapi mereka malah mengejar ibu dan ayahmu lah yang berhasil menangkap ibu. Di depan teman temanya dia melakukan itu kepada ibu. Dari situ dia selalu meminta ibu untuk melayaninya, jika tidak dia akan menyebarkan foto foto bulgar ibu. Sampai ketika ibu hamil, ibu di keluarkan dari sekolah. Karena ibu sangat takut jadi ibu mengurung diri kamar dan tidak bisa menceritakan kepada mereka yang sebenarnya.


Tiba tiba ayahmu datang seperti orang yang tidak punya dosa. Dia mengatakan siap menikahi ibu yang sudah hamil, dia tidak menceritakan bahwa dirinyalah yang telah menghamili ibu. Karena bangga, orang tua ibu menyerahkan semua perusahaan yang ibu impikan kepada ayahmu. Walaupun setelah menikah ayahmu bersikap baik kepada ibu tetapi ibu tahu di luar sana dia selalu bermain wanita.


Perusahaan yang ibu impikan telah hancur. karena keserakahan ayahmu ibu harus merelakan perusahaan itu.


Jika ayahmu tidak ada dan kamu tidak ada maka ibulah yang akan menjadi pemimpin satu satunya di perusahaan itu,hik hik hik," jelas Nyonya Shian menceritakan masa lalunya yang kelam.


Tiba tiba Maoura datang dengan gaya aroganya menghampiri Nyonya Shian.


Semua orang menunduk kecuali Luna dan Nyonya Shian.


"Bibik hidupmu sangat menyedihkan, aku akan membantumu mengambil alih perusahaan itu dan menjadikannya milikmu, tetapi aku harus mendengar sendiri jika Luna sudah memaafkan kesalahanmu terhadap Luna," ucap Maoura dengan tatapan yang begitu tajam.


"Maoura ini semua adalah salahku, aku tidak seharusnya hidup, aku harus mati Maoura," ucap Luna seperti orang yang kehilangan jiwanya. Dengan cepat Luna mengambil pisau apel yang ada di meja.


Para bodyguard menghentikan aksi gila Luna. Maoura menghampiri Luna dengan gaya yang sangat arogan dan membukuk untuk menjajarkan wajahnya dengan wajah Luna.


"Matilah Luna. Tapi inilah yang akan dilakukan t anakmu juga kelak, karena anakmu juga adalah hasil dari sebuah kesalahan," ucap Maoura membuat Luna menangis histeris.


"Huaaa hik hik ,"pecah tangis Luna yang sangat memilukan.


Ibu dan anak saling menangis tanpa berpelukan. Luna enggan memeluk ibunya dan Nyonya Shian juga tidak berani memeluk anaknya karena dia merasa malu.


"Kalian pergilah istirahat dan lupakan kejadian malam ini," ucap Maoura lalu keluar dengan berjalan dengan gaya angkuhnya.


Maoura memasuki kamar dan menatap tajam ke wajah Rio.


"Aku tidak tahu pria seperti apa kamu, tetapi aku tidak akan membiarkanmu lepas," ucap Maoura dengan suara beratnya sambil mengarahkan kuku tajamnya ke wajah Rio. Namun tiba tiba tatapan tajam itu hilang berganti dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang. Maoura menyadarkan kepalanya ke dada Rio. Maoura tersenyum manis dan bersikap manja.


Rio tidak akan terbangun karena setelah melakukan itu Maoura memberikan minum untuk Rio, minuman itu telah dia beri obat tidur.


Malam panjang akhirnya berakhir.


Pagi pagi semua orang sarapan dengan biasa. semua terlihat baik baik saja, hanya saja Nyonya Shian dan Luna seperti menjaga jarak.


"Hari ini aku akan ikut bersamamu ke restoran sayang," ucap Maoura.


"Benarkah, dengan senang hati aku akan menggandengmu sayang," ucap Rio.


"Luna hari ini kamu akan bertemu dengan anakmu jadi bekerja dengan benar, jika aku mendengar kamu tidak fokus lagi aku akan mengurungkan niatku," ucap Maoura dengan lembut tetapi juga terkesan tegas.


"Dan bibi aku harap anda bersenang senang, aku akan menyuruh orangku untuk mengawalmu untuk berbelanja," ucap Maoura, dia mengerti perasaan bibinya jadi dia ingin memberikan kebebasan kepada bibinya sebelum dia mengirim Bibinya kembali ke negaranya.


"Terima kasih Maoura sayang," ucap Nyonya Shian dengan senyum senang.


"Maoura aku berjanji akan bekerja dengan baik, aku tidak akan memikirkan yang lain selain anakku," ucap Luna.


..


Setelah sampai di restoran Maoura dan Rio di sambut oleh orang orang yang di sana. walaupun restoran ini masih sangat baru tetapi sudah banyak pengunjung yang datang.


Tidak sengaja Maoura bertemu dengan beberapa CEO lain yang bekerja sama dengan perusahaannya.


"Rio aku akan menyapa mereka dahulu," ucap Maoura.


"Baiklah, aku akan membuatkan sesuatu untukmu," ucap Rio.


"Hay Tuan tuan," sapa Maoura.


"Oh hay Miss Maoura, senang bertemu dengan anda sepagi ini," ucap mereka.


"Ah karena kita semua disini, bagaimana kita mulai bicarakan kerjasama yang orang tua kita lakukan sejak lama," ucap Mereka.


"Tuan vino dan Tuan Bastian maaf aku datang hanya ingin menyapa kalian, kita akan bicarakan soal kerjasama kita secara resmi. Sekali maafkan saya," ucap Maoura dengan ramah.


"Oh iya tidak masalah Miss Maoura. Kami tahu anda pasti sedang ada urusan lain," ucap Tuan Bastian. Dia adalah CEO muda, dia menggantikan ayahnya. Sedangkan Tuan Vino, dia juga Tuan muda yang menggantikan Kakeknya seperti Maoura.


"Terima kasih atas perhatian kalian, saya permisi."


..


Di tempat lain Rio sedang menyapa Tuan putri 3 bersaudara, Ria, Diana dan Santi.


"Hay Tuan putri, selamat pagi," sapa Rio ramah.


"Oh hay chef, anda tahu kami datang kesini ingin sarapan buatan anda," ucap Ria dengan antusias di ikuti oleh 2 saudarinya.


"Dengan senang hati saya akan membuatkannya untuk kalian," ucap Rio.


Maoura yang melihat wanita kecentilan dan Rio yang menanggapinya dengan ramah membuat hatinya sedikit panas.


"Hay Rio," sapa Maoura.


" oh hay sayang," ucap Rio yang senang istrinya kembali dengan cepat. Dia juga sebenarnya merasa kurang nyaman Maoura menghampiri pria tampan dan kaya itu.


"Miss Maoura, itukah anda ?"tanya 3 bersaudara itu heboh.


"Bolehkah kita berfoto dengan anda, satu saja," ucap Diana memohon.


"Baiklah," ucap Maoura ramah.


Setelah berfoto Maoura izin pamit kepada Rio.


"Rio aku harus kembali ke kantor sekarang. Dan iya nanti siang kita akan menjenguk sekertaris Max. Akhirnya dia sadar juga," ucap Maoura merasa bersyukur. .


" Baiklah hubungi aku jika kita sudah akan berangkat," ucap Rio.


..