The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 21 PRINCESS CEO



COMEBACK ...


Nyonya Shian memutuskan untuk tidur dari pada dia ngoceh ngoceh tidak jelas, itu membuat nya sakit kepala.


Di sisi lain Maoura meminta semua pelayan untuk datang keruang rahasia.


"Bagaimana, apa yang kalian dapatkan ?"tanya Maoura kepada mereka, sedari awal Maoura sudah curiga dengan Bibik'nya Shian.


Seorang supir maju dan memberikan rekaman yang ada di dalam mobil. Rekaman itu menunjukkan gerak gerik Nyonya Shian saat dalam berada di dalam mobil.


Dan salah satu pelayan menunjukkan sebuah Vidio dan rekaman suara yang barusan dia ambil saat mengikuti Nyonya Shian masuk kedalam kamar Luna.


"Bibik Shian, apa yang kamu inginkan," batin Maoura kesal.


Pantai terus Bibik Shian.


"Baik Miss," jawab para pelayan serempak.


"Kakek Tabib dan dokter apa kalian sudah menemukan obat penawar yang aman untuk Luna,?"


"Kami sudah mendapatkannya nak, tetapi karena ini cara tradisional akan memakan waktu. Jika kita rutin memberinya setiap hari harusnya dalam waktu kurang 3 bulan dia sudah mulai sedikit mengingat tentang dirinya," jelas seorang tabib Tua. Tabib itu sudah menganggap Maoura sebagai anaknya, dan Maoura sangat senang dengan ke kedekatan mereka.


"Tidak papa kek, yang penting kesehatan Luna yang nomor satu."


"Dan kakak spikolog/spikiater tolong tanganin kejiwaan Luna, jadikan dia menjadi pribadi yang baik agar setelah dia mengingat semua dia bisa membedakan mana baik dan buruk untuk di lakukan, aku percaya Luna adalah gadis polos dan baik."


"Baiklah Maoura sayang, kamu serahkan semua kepada kami," ucap ahli spikolog.


Mereka sangat akrab jika di dalam ruangan rahasia itu sehingga dapat memanggil Maoura dengan sebutan yang lebih santai.


"Baiklah cukup sampai disini dan kita istirahat. Jaga kesehatan kalian karena aku akan selalu membutuhkan kalian, hanya kalianlah tempat ku untuk mengadu, aku sayang kalian," ucap Maoura lalu memeluk mereka kecuali para pria.


...


Setelah semua tertidur, Rio bangun dan menjauh dari mereka. Leo yang merasakan ada ada pergerakan membuka matanya dan melihat Rio yang sudah keluar dari dalam tenda.


"Rio ?"sapa Leo yang menyusul Rio ketaman belakang.


Mereka menghirup rokok bersama. Mereka selalu diam diam jika ingin merokok di dalam rumah karena takut ibu mereka tahu.


"Apa kalian sudah membereskan wanita itu ?"tanya Rio.


"Sudah, ntah siapa wanita itu. Di saat dia siuaman dia mengaku anak yang di jual oleh ayahnya, tetapi disisi lain dia memiliki orang dalam yang sangat hebat. Kamu tahu, semalaman aku dan Deon berusaha untuk mempertahankan keamanan ruang rahasia kita. Beruntung, orang itu mau mendengarkan penjelasan kita dan mengehentikan serangan mereka," jelas Leo.


"Siapa wanita itu sebenarnya ?"gumam Rio.


"Entahlah yang terpenting mereka sudah tidak menggangu kita, aku sudah menyuruh Juo untuk mendisaein ulang ruang rahasia kita."


"Baguslah."


"Bagaimana denganmu, apakah kamu berhasil mendekati Miss Maoura ?"tanya Leo.


"Masih dalam proses, akhir akhir ini dia sangat sulit untuk di temui bahkan aku harus melihat sendiri lokasi pembangunan restoran itu."


"Kamu harus bersabar karena dia adalah seorang CEO, pasti sangat sulit bagi dia membagi waktu."


"Lalu bagaimana dengan the King, apa kalian sudah menemukan siapa pemilik senjata api yang akan di seludupkan itu."


"Kami belum menemukan apa apa, mereka sangat sulit di temui dan di jangkau."


"Sepertinya kita harus main dalam, jika kita hanya diam diam seperti ini kita tidak akan menemukan apa apa, dan kita akan kehilangan kesempatan untuk membuktikan kepada Maoura bahwa kita berada di pihak dia."


"Jangan khawatir aku dan yang lain akan masuk besok."


"Berhati-hatilah karena semenjak kejadian aku menyelamatkan Maoura, Tuan king sudah tidak percaya kepada kita."


"Baiklah."


Obrolan kecil malam itu terasa sunyi. Rio Leo menatap langit yang kosong tanpa bintang, dan mereka menghabiskan rokok dengan perasaan yang sangat hampa.


...


Di sebuah perusahaan terbesar di kota itu terpampang nama GROUP MAMBIO perusahaan yang telah membuat nama Widjaya Le mengembang.


Dengan suara kaki yang menghentak di lantai Maoura dengan anggun berjalan memasuki gedung yang begitu megah.


Semua karyawan memberi hormat dengan tegap sesuai permintaan Maoura, mereka di larang untuk membungkuk.


"Sekertaris Yuna bawa group Kuaci ke ruangan saya," perintah Maoura.


"Baik Miss."


"Hmm grup kuaci, nama yang konyol," gumam Maoura dengan heran.


"Pagi Miss." Sapa mereka.


"Duduklah."


"Baik Miss, kami akan tetap melakukan yang terbaik untukmu walau tanpa Luna," ucap Lanord, ketua dari anggota kuaci.


"Baguslah."


"Kami permisi Miss."


..


"Sekertaris Yuna apa saja jadwal kita hari ini?"


"Nanti siang kita di undang untuk menghadiri makan siang untuk menyambut kedatangan Tuan Nick dari negara J. Kedepan kita akan melakukan kerja sama dengan Tuan Nick dalam bidang teknologi."


"Baiklah kamu atur saja waktu nya."


"Baik Miss."


Dreet Dreet... Suara telepon Maoura.


Terpampang nama mami sedang memanggil lewat vc.


"Hay mami ,,," sapa Maoura dengan senyum yang manis.


"Hay sayang Minggu ini mami akan datang," ucap Nyonya Sarla.


" Emm mami bukanya Maoura tidak ingin mami datang, tetapi mami untuk sementara tidak perlu datang dulu ke Mansion Karen Maoura sangat sibuk," ucap Maoura dengan pelan agar maminya tidak merasa tersinggung.


" Oh begitu, baiklah sayang. Kabari mami jika kamu sudah ada waktu," ucap Nyonya Sarla, dia sangat mengerti bagaimana keadaan anaknya sekarang.


"Baiklah mami, Maoura akan berkunjung jika sudah ada waktu luang," ucap Maoura mencoba menghibur Maminya.


"Mami akan sangat senang jika kamu memiliki waktu untuk berkunjung kemari nak, kami sangat merindukanmu."


"Maoura juga merindukan kalian, jaga baik baik kesayangan Maoura mami."


"Oh tentu sayang."


"Bye mami."


"Bye sayang."


Panggilan pun berakhir.


...


Di dalam ruangan tertutup di sebuah restoran ternama, para tamu undangan sudah menepati tempat duduk yang sudah di susun sesuai nama mereka.


" Miss apakah kita mengambil kesempatan untuk bekerja sama dengan Tuan Nick nanti," tanya paman Danu yang mengikuti acara itu bersama Maoura sebagai perwakilan dari perusahaan cabang.


"Kita akan lihat dahulu bagai mana cara kinerja mereka, tolong paman jangan tergesa gesa." Ucap Maoura memperingati.


Tuan Danu hanya bisa berekspresi kesal dengan sikap dingin ponakannya itu.


"Paman, aku sudah memaafkan Paman dan memberi paman kesempatan. Jadi tolong jangan mengecewakan saya lagi," ucap Maoura kembali yang telah melihat raut wajah lamanya menahan kesal.


"Baik Miss," ucap Tuan Danu dengan senyum piciknya.


Setelah beberapa saat, orang mereka tunggu tunggu akhirnya datang.


" Siang semua, maaf atas keterlibatan saya," ucap Tuan Nick yang baru sampai.


Para tamu undangan dengan senyum mereka tidak mempersalahkan dengan keterlambatan Tuan Nick.


"Ah tidak papa Tuan Nick."


"Benar Tuan Nick, kami sangat senang di beri kesempatan untuk menyambut Anda."


"Mari silahkan duduk Tuan."


"Tuan ini ada sedikit kenang kenangan dari saya, mohon diterima walau tidak seberapa."


"Tuan saya juga ingin memberi ini, mungkin ini lebih baik dari yang lain."


"Ah tuan anda masih sangat muda dan tampan, saya dengar anda belum menikah. Ini adalah foto putri saya jika anda berkenan, anda bisa berkenalan dengan putri saya."


Begitulah kegaduhan para petinggi itu yang sedang mencari muka di depan Tuan Nick. Sedangkan Tuan Nick hanya tersenyum manis menerima keributan itu.


Maoura merasa sudah sangat jengah akhirnya membuka suara.


"Jika kita tidak jadi makan siang, saya akan undur diri lebih dulu. Saya tidak ingin membuang-buang waktu berharga saya." Ucap Maoura membuat para tamu langsung berdiam.


Tuan Nick sangat terpesona dengan ketegasan dan kecantikan Maoura, meskipun Maoura tidak menunjukan senyumnya tetapi Tuan Nick sangat mengagumi kemurnian Maoura.


" Maaf Nyonya atas keributan ini, dan tuan tuan mari kita makan siang dahulu baru membicarakan hal yang lain," ucap Tuan Nick dengan ramah.


Akhirnya mereka bisa makan siang dengan damai, sesekali Tuan Nick diam diam melirik Maoura. Sesungguhnya Maoura mengetahui jika dirinya sedang di perhatikan, tetapi dia tidak perduli dan terus menyantap makan siangnya.