The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 43 PRINCESS CEO



"Sayang ayoo kejar mama nak !!"terik Luna yang sedang asyik bermain dengan Zico atau zie.


"Mama...mama...mama !!"ucap Zie yang mencoba menangakap mamanya dengan kaki kecilnya.


Nyonya Shian yang melihat anak dan cucunya tertawa bahagia dia merasa senang sekaligus marah pada dirinya sendiri.


"Luna maafkan ibu nak, ibu janji setelah ini ibu tidak akan menganggu hidupmu lagi, ibu merasa gagal menjadi seorang orang tua yang baik untukmu," batin Nyonya Shian sambil menyeka air matanya.


Sampai sekarang Nyonya Shian maupun Luna tidak tahu siapa nama dari bapaknya Zie. Perusahaan yang telah di ambil alih bukan nama asli dari Bos mereka, jadi Nyonya Shian tidak tahu siapa sebenarnya yang berada di balik ini semua.


..


Mobil Leo dan yang lain telah sampai di depan rumah.


"Waaw ini benar benar mobil keren," ucap Sun yang tidak henti hentinya memuji mobil itu.


"Oya nanti malam akan aku pinjam untuk bertemu dengan Dauna," ucapnya lagi.


"Terserah kau saja, ayo kita masuk. Aku tidak sabar bertemu dengan ibu," ucap Leo.


",Ibuuuu !! Ibuuu!!! dimana ibu !?"teriak mereka bergantian.


Karena tidak dapat jawaban mereka mencoba mencari kemana mana tetapi tidak ada.


"Oh apa ibu di dalam kamar ?"tanya Juo.


"Tapi ibu tidak pernah jam segini berada di kamar, kecuali .... Ayok kita masuk !!!"ucap Leo yang tiba tiba khawatir.


"Uhuk uhuk uhuk ,,"suara batuk Bibik Luis yang sambil memegangi dadanya.


"Ibuuuu !!!! ibu kenapa ??"tanya mereka yang langsung menghampiri Bibik Luis dan memeluknya.


"Kalian pulang, kalian dari mana ? mengapa tidak memberi tahu ibu ?ibu mencari kalian dan datang ke toko kalian tetapi kalian tidak ada," ucap Bibik Luis senang anak anaknya pulang. Walaupun dia merasa kecewa karena mereka pergi tanpa berpamitan.


"Maafkan kami Bu, kami sudah mulai bekerja di perusahaan besar. Dan anak magang tidak boleh keluar sebelum satu Minggu," ucap Leo mencoba menjelaskan sambil mencium punggung tangan ibunya.


"Kalian bekerja dimana memang ?"tanya Bibik Luis.


"Kami bekerja di Perusahaan Grup MAMBIO ibu," ucap Juo dengan ragu ragu.


"Apaaa !!!!"teriak Bibik Luis syok mendengar itu.


"Apa ibu keberatan kami bekerja disana, ?"tanya Sun.


"Oh tidak nak, kalian hebat bisa masuk ke perusahaan itu," ucap Bibik yang tidak ingin mereka tahu.


"Ibu sedang sakit, apa ibu sudah minum obat ?"tanya Deon.


"Ibu belum makan dan minum obat sedari pagi," ucap bibik Luis dengan sangat lemas.


"Baiklah jika begitu, ayo kita masak untuk ibu," Leo bersemangat.


Mereka membagi kelompok, Leo dan Deon memasak. Sun membereskan rumah dan Juo mencuci pakaian. Mereka benar benar sangat terampil.


...


"Sekertaris Yuna sudah berapa lama kamu bekerja disini,?"tanya Laras disela sela pekerjaannya.


"Saya berada di perusahaan ini baru 2 tahun dan sebelumnya saya bekerja untuk Tuan Raden," ucap Sekertaris Yuna.


"Oh begitu, menurutmu besar mana perusahaan ini dengan perusahaan Om Raden?"tanya Laras kembali.


"Jelas perusahaan ini Nona Laras," ucap Sekertaris Yuna dengan senyum.


"Lalu mengapa Maoura mau memberikan perusahaan ini kepada saya," ucap Laras merasa tidak percaya.


"Itu karena Miss Maoura adalah anak yang baik dan tidak tamak dengan harta," ucap Sekertaris Yuna.


"Ah kamu benar Yuna, dia adalah Tuan putri cantik dan baik hati," ucap Laras memuji Maoura.


Laras yang mewarisi kecerdasan dari Kakek Widjaya dengan mudah memahami apa yang baru dia pelajari.


..


"Hay Miss Maoura !!"sapa Ria dan saudarinya.


Maoura yang melamun pun terkejut dengan kehadiran wanita centil yang menganggetkannya.


"Oh kalian," ucap Maoura yang mencoba meluruskan duduknya.


"Maafkan kami Miss sudah menganggetkan anda," ucap Ria sambil menunduk, dia sadar karena telah lancang.


"Oh tidak papa," ucap Maoura tersenyum.


"Miss Maoura sedang memperhatikan Babang Rio yah ,,"ucap Diana membuat wajah Maoura memerah.


"Ah haha, apa yang kalian lakukan disini ?"tanya Maoura yang mengalihkan pembicaraan.


Sekertaris Max yang melihat ada yang mendekati Miss Maoura langsung menghampiri mereka.


"Maaf Nona, anda di larang berada di dekat Miss Maoura," ucap Sekertaris Max yang membuat 3 bersaudara itu tersenyum kecut.


"Sekertaris Max tidak papa, biarkan saja mereka aku mengenal mereka," ucap Maoura.


"Baiklah Miss," ucap sekertaris Max lalu menjauh dari mereka.


"Ah anda baik sekali Miss Maoura, sudah cantik baik lagi," ucap Santi kagum.


"Kami kesini untuk makan siang, dan maaf karena sudah menganggu waktu senggang anda Miss," ucap Ria merasa tidak enak diri.


"Oh tidak papa kalian tidak perlu sungkan, duduklah bersamaku disini. Kita akan makan bersama," ucap Maoura menawarkan makan siang bersama.


"Oh benarkah, ini benar benar situasi langka," ucap Ria yang mendapat anggukan dari Santi dan Diana.


Mereka duduk bersandingan karena mereka tidak berani duduk di samping Maoura. Maoura yang melihat tingkah mereka tersenyum kecil.


Rio sempat melihat mereka, dan itu membuat senyum tulus dari wajah Rio mengembang.


Lagi lagi Rio tidak bisa memahami perasaanya terhadap Maoura.


Tiba tiba tiba Maoura mendapatkan telfon penting dan harus pergi saat itu juga.


"Maaf ya semua, aku tidak bisa ikut makan siang bersama kalian. Aku ada urusan yang mendadak," ucap Maoura merasa tidak enak.


"Oh tidak papa Miss," ucap Mereka.


Di dalam mobil sekertaris Max mengemudi sangat cepat.


"Bagaimana Sekertaris Max, apa yang terjadi ?"tanya Maoura.


"Laboratorium di bawah laut mengalami masalah teknis Miss, sepertinya kita harus meminta bantuan Leo dan saudaranya," ucap Sekertaris Max.


"Bagaimana bisa laboratorium bawah laut mengalami masalah. Hmm aku tidak bisa meminta bantuan mereka karena mereka adalah saudara Rio," ucap Maoura.


"Biar aku saja yang mengurus Max," ucap Maoura yang ingin memastikan.


"Tapi Miss jika anda masuk kedalam itu akan membahayakan nyawa anda," ucap Max memperingati.


"Baiklah kita akan kontrol dari villa," ucap Maoura.


"Tetapi di villa ada Nona Luna Miss," ucap max mengingatkan.


"Hmm suruh seseorang untuk membawa pergi mereka dari sana. Bawa mereka kerumah utama," ucap Maoura.


"Baik Miss."


Tanpa mereka sadari Rio telah mengikuti mereka dari belakang. Rio penasaran mengapa Maoura sampai terburu buru dan terlihat cemas.


"Mau kemana sebenarnya mereka?"batin Rio yang masih mengikuti mereka dari jarak jauh.