
Di dalam Mansion utama, semua keluarga menikmati makan malam. Bahkan Tuan Nick juga berada disana bersama mereka.
"Saya ingin menyampaikan sesuatu," ucap Tuan Nick membuat semuanya menyimaknya.
"Besok saya akan membawa Luna dan juga anak saya untuk kembali ke negara J," ucap Tuan Nick.
"Syukurlah jika Luna sudah tahu kebenarannya," ucap Maoura.
"Iya Maoura, ternyata selama ini saya sudah salah faham terhadap pria yang sudah banyak membantu keluarga aku," ucap Luna.
"Yang terpenting sekarang Zie sudah menemukan papa kandungnya," ucap Rio tersenyum.
"Haha iya Rio, maafkan semua kenakalan Zie selama ini kepadamu ya," ucap Luna.
"Tidak papa Luna, saya juga sudah menganggap Zie seperti anak saya sendiri," ucap Rio.
"Luna apa kamu yakin ingin melepaskan grup kamu ?"tanya Laras.
"Sebenarnya sangat berat, tetapi aku harus pulang Miss CEO," ucap Luna sambil mengejek Laras.
"Lunaa !! panggil aku biasa saja," ucap Laras merasa aneh di panggil begitu.
"Hahaa ,,,,!!"semua tertawa.
...
Tengah malam, diam diam Maoura mendatangi Rose(Maoura 1) di ruangan harta Karun.
"Bagaimana soal Luna ?"tanya Rose.
"Semua masalah sudah diselesaikan, kamu tenang saja," ucap Maoura.
"Bagaimana dengan Rio ?"tanya Rose.
"Emm sepertinya dia belum bertindak apa apa," ucap Maoura. Mereka tidak tahu jika sebenarnya Rio dan Max sudah merencanakan hal besar.
"Hmm kita harus tetap waspada Maoura, ledakan di laboratorium bawah laut tidak meledak begitu saja, kita harus mencari siapa dalang dari semua ini," ucap Rose.
"Bagaimana dengan mesin ruang dimensi yang kalian ciptakan ?"tanya Maoura.
"Aku rasa semuanya tidak berjalan baik Maoura," ucap Rose merasa kecewa.
"Maafkan aku Rose, karena ketidak becusanku memimpin MAMBIO membuat semuanya kacau," ucap Maoura merasa bersalah.
"Ini bukan salah kamu Maoura, musuh memang seperti tikus yang pandai menyelinap, dan sedangkan kita adalah manusia. tapi kita tetap tidak kalah, sepandai pandai tikus jika di racun tetap akan mati," ucap Rose.
"Oya setelah ini aku akan melakukan bulan madu dengan Rio, aku sudah berjanji setelah pelantikan Laras kami akan melakukan bulan madu," ucap Maoura dengan malu malu.
"Hati hati ya Maoura, kamu tenang saja karena aku selalu mengawasi mereka dari jauh," ucap Rose.
"Terima kasih banyak Rose," mereka berpelukan dan akhirnya Maoura kembali.
Maoura menatap Rio yang sedang terlelap dengan sangat nyenyak karena dia telah memberi obat tidur kepada Rio. Setiap Maoura akan keluar malam maka dia akan memberi Rio obat tidur untuk berjaga jaga.
Disisi lain Laras sebenarnya tidak sengaja melihat Maoura menuju ke ruangan harta Karun, dan dia mengikuti Maoura.
Pelayan yang melihat Laras sudah mengetahui semua langsung melaporkan itu kepada Maoura.
Akhirnya Maoura memutuskan akan memberi tahu rahasia besar keluarga itu kepada Laras.
Malam itu Maoura membawa Laras keruangan rahasia dimana disana ada semua pelayan dan juga Rose.
Laras sangat terkejut disaat melihat wajah Maoura ada dua.
"Loh kalian !!"ucap Laras terkejut.
"Iya Laras, kami adalah anak kembar," ucap Maoura.
Maoura menceritakan semuanya apa yang terjadi pada keluarga itu kepada Laras. Laras yang mendengar semuanya merasa kakinya seketika terasa lumpuh.
"Apa!! Jadi keluarga ini adalah mafia dan memiliki banyak musuh," batin Laras.
"Laras, bukan itu maksud kami. Kami menjadikan kamu CEO agar kami punya waktu untuk melumpuhkan semua musuh musuh kita, sebagai cucu kakek Widjaya kita semua harus kompak Laras," ucap Amaoura menjelaskan.
"Rahasia besar apa lagi yang aku tidak tahu ?"tanya Laras menakan mereka.
"Sebenarnya Rio adalah anak dari seorang supir yang tidak sengaja di bunuh oleh Rose,". ucap Maoura.
"Apa !!! jika kamu tahu kenapa kamu menikahinya Maoura ?"tanya Laras.
"Karena awalnya aku juga tidak tahu Laras, lagian selama ini Rio tida berbuat macam macam kepada keluarga kita, jadi kita tidak perlu mencemaskan dia, ok ,,"ucap Maoura mencoba meyakinkan Laras agar tenang.
"Dan satu lagi, semua pelayan disini adalah seorang ahli dalam bidangnya. Jika perlu sesuatu kamu bisa meminta bantuan mereka," ucap Rose.
Laras kembali tidak percaya, pelayan yang dia anggap seperti pelayan biasa ternyata lebih pintar dari dia dalam segi apapun.
"Laras aku harap kamu bersedia membantu kami," ucap Maoura.
"Hmm aku akan berusaha sebisa aku," ucap Laras yang tidak memiliki jalan lain.
...
Pagi itu Luna dan Nick berpamitan kepada keluarga Maoura dan yang lain. Karena Tuan Nick akan menggunakan helikopter miliknya jadi mereka tidak perlu mengantar mereka ke bandara.
"Hati hati ya, semoga kalian sampai dengan selamat," ucap Maoura.
"Aku akan kangen sekali denganmu Luna," ucap Laras.
"Iya aku juga akan sangat rindu dengan kalian, dan Maoura terima kasih banyak atas bantuanmu selama ini ya, maaf jika aku sudah banyak merepotkanmu," ucap Luna.
"Aku tidak merasa begitu Luna, sering seringlah berkunjung ke tempat ini," ucap Maoura.
"Itu pasti," ucap Luna.
"Papaa Lioo !! Zie mau naik pecawat dulu ya," ucap Zie kepada Rio.
"Da daa ziee sayang !!"lambaian tangan Rio.
"Emm Maoura aku berangkat kekantor dulu ya," ucap Laras berpamitan setelah Luna pergi.
"Hati hati Laras," ucap Maoura.
"Emm sekarang bagaimana dengan kita," ucao Rio sambil merangkul pundak Maoura.
"Bukankah kita harus menyiapkan barang untuk bulan madu," ucap Maoura tersenyum.
"Haha iya kamu benar sayang, Ayo kita bersiap siap !!"ucap Rio antusias.
...
Disisi lain Juo merenung dalam kesepiannya di apartemen, dia mendapatkan kabar dari Zahra bahwa Luna berhenti dan akan kembali ke negara J. Alasan Luna pergi ialah karena dia akan kembali dengan suaminya.
Zahra yang melihat kesedihan Juo mencoba untuk menghiburnya.
"Juo, kamu yang sabar ya, mungkin Luna bukan jodoh kamu," ucap Zahra yang tahu bagaimana Juo sangat mencintai Luna dalam diam.
"Aku tidak papa Zahra, kamu tidak perlu khawatirkan aku," ucap Juo tersenyum kecut pada Zahra.
"Juo sebenarnya ,,,"ucap Zahra ragu ragu.
"Zahra, Deon mencintai kamu," ucap Juo yang tahu bahwa Zahra selama ini suka padanya, tetapi dirinya memilih tetap setia dengan Luna.
"Apa maksud kamu Juo !"ucap Zahra kaget.
"Deon mencintai kamu, aku harap kamu mau menikah dengan dia," ucap Juo.
"Kamu .... jahat Juo !!"ucap Zahra lalu berlari keluar dari apartemen Juo.
"Maafkan aku Zahra, tapi aku tidak bisa karena Deon cinta sama kamu. Andai waktu bisa diputar, aku akan memilih kamu jika tahu kebenarannya seperti ini," ucap Juo menyesali keputusannya memilih Luna waktu itu.