
15 TAHUN KEMUDIAN..
KOTA PARADES adalah kota yang sangat maju dan sangat modern. Kota ini memiliki 3 gedung pencakar langit yang terhubung satu sama lain ,dan gedung ini berada di tengah tengah kota, karena saking tingginya gedung ini membuat gedung gedung tinggi di bawahnya tidak ada apa apanya.
GROUP MAMBIO adalah sebuah perusahaan yang sangat berpengaruh di kota ini, perusahaan ini menjalani bisnis besar seperti pembuatan alat alat modern dan canggih lainya.
Perusahaan ini memiliki cabang di mana mana, bahkan sampai ke luar negeri.
Sebuah rapat penting akan di adakan di gedung ini, bahkan Kakek WIDJAYA LE HUANG menyuruh semua ketua dari dalam atau luar negeri untuk hadir.
Di ruangan yang begitu megah dan besar, semua para hadirin bertanya tanya apa yang ingin Presedir mereka katakan sehingga mengumpulkan semua, para ketua dari semua perusahaanya dan juga ketua dari perusahaan lain yang bergabung GROUPS MAMBIO.
Setelah pembukaan, pembawa acara mempersilahkan Presedir untuk memberikan sambutan.
" Para hadirin semua, Terima kasih atas kerja keras yang kalian lakukan sehingga membuat GROUP MAMBIO ini menjadi perusahaan nomor satu di dunia dalam bidangnya.
Saya juga ingin mengumumkan, karena saya sudah sangat tua dan mungkin saja ajal saya akan datang kapan saja jadi saya memutuskan akan mengundurkan diri," ucap kakek Widjaya terhenti untuk minum sebentar.
Para hadirin sangat berharap bahwa status itu akan menjadi milik mereka, begitu pun dengan Danu Suerdja adik Sarla Suerdja. Dia sudah lama mengabdi kepada perusahaan itu setelah mengetahui bahwa cucu tunggal dari Tuan Widjaya Telah tiada. Karena Tuan Raden Widjaya sudah menjadi Presdir utama di perusahaan yang berada di luar negeri. Dan dia mengatakan tidak ingin mengambil perusahaan papahnya.
" Hmmm para hadirin maafkan saya, saya sekarang sering haus jika bicara terlalu banyak," ucap Tuan Widjaya dengan sedikit tertawa dan di ikuti tawa renyah oleh para tamu undangan.
" Baiklah akan saya lanjutkan.saya akan mewariskan perusahaan dan kekayaan saya kepada cucu saya," ucap kakek Widjaya membuat para tamu kaget dan bertanya tanya, bukankah cucu Tuan Widjaya telah tiada 15 tahun yang lalu..
" Cucu saya sebenarnya tidaklah meninggal, saya menyembunyikan selama 15 tahun ini agar dia tetap aman. Dan sekarang sudah waktunya saya memperkenalkan cucu saya, AMAOURA RADEN WIDJAYA ,,,," sambut kakek.
Tak tak tak .....
suara sepatu hak tinggi milik Maoura bergema di ruangan yang hening itu, sungguh para hadirin tidak ada yang percaya dengan yang mereka lihat. Begitu pun dengan Danu Suerdja, sebagai keluarga dia tidak mengetahui jika keponakanya masih hidup bahkan sebenarnya dia juga tidak tahu jika dia memiliki keponakan kembar'.
Wajah cantik ,putih , tinggi, rambut yang indah, bibir yang seksi dan mata yang begitu indah, mata yang begitu damai dan bersinar membuat para hadirin terkagum kagum.
semua para media saling berebut mengambil gambar Maoura, walaupun Maoura tidak pernah tersenyum tetapi juga wajahnya tidak memiliki seperti orang yang arogan. Wanita ini begitu unik dan alami, walaupun dia tidak tersenyum tetapi wajahnya tetap enak di lihat dan di pandang.
" Para hadirin. Perkenalkan saya Amaoura Raden Widjaya cukup panggil saya, Miss Maoura. Dan saya akan menggantikan kakek saya jadi tolong bimbingan dan kerjasamanya", sambutan dari Maoura, singkat, jelas, padat. Setelah membungkuk Maoura meninggalkan Aula itu.
Acara yang sangat singkat itu membuat para tamu masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka seperti menemukan teka teki yang selama ini mengganjal di pikiran mereka, pantas saja waktu di pemakaman mereka tidak di izinkan untuk melihat jasad Maoura. Dan ternyata Presdir mereka telah membohongi mereka, tetapi mereka tidak berani melawan.
Dalam ruangan paling atas di gedung pencakar langit ini, Maoura menatap kota dari jendela.
" Kakek aku sudah siap menjadi seseorang yang akan membanggakan kakek, jadi tolong dukung aku ya kakek," ucap Maoura meminta dukungan kepada kakeknya, sebenarnya dia sangat gugup tetapi karena ilmu yang dia punya dia siap menghadapi dunia secara langsung. Yah sebenarnya Maoura telah berkerja untuk perusahaan ini dengan diam diam, dan dia mengetahui siapa saja yang selama ini telah berhianat kepada perusahaan, salah satunya adalah pamannya sendiri Danu Suerdja.
" Kakek akan selalu mendukungmu cucuku, " ucap kakek yang percaya bahwa cucunya ini mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dreet Dreet... Panggilan Vidocall dari Nyonya Sarla .
" Selamat ya sayang, maafkan Mami dan Papi yang tidak bisa hadir di acara yang sangat penting untukmu," ucap Nyonya Sarla merasa tidak enak .
" Tidak apa Mami, aku sangat memaklumi jika kalian sangat repot disana, jaga diri kalian baik baik ya, jaga juga kesayangan aku disana, byeee ,," ucap Maoura dan mengakhiri panggilan.
" Maoura kita akan bersiap siap, karena kita akan makan malam bersama dengan semua para tetua penting lainnya. Kita harus menghargai mereka karena mereka juga sudah datang jauh jauh untuk hadir di acara kita ", ucap Kakek.
" Baiklah kakek".
Saat hendak mau keluar dari ruangan datang 3 orang berjas Rapi.
" Maaf Tuan, Nona. Saya membawa sekertaris baru untuk Nona Maoura," ucap sekertaris Winanto orang kepercayaan Tuan Widjaya.
" Perkenalkan saya Maxch Jan, panggil saya sekertaris max," sapa sekertaris Max sopan.
" Perkenalkan saya Yuna Sari, panggil saya sekertaris Yuna, saya adalah sekertaris Tuan Raden dan saya di perintah kan untuk membantu Nona disini," sapa sekertaris Yuna sopan.
" Hmm baiklah, dan panggil aku Miss Maoura. sekarang kalian ikut dengan aku dan kakek".
" Baik Miss ".
Di restoran ini para penjaga mengelilingi seluruh ruangan, bahkan restoran ini penuh dengan penjaga bersenjata tersembunyi. Tidak hanya di dalam dan di ruangan bahkan penjaga jarak jauh juga di kerahkan. Karena ini adalah pertama kali Maoura muncul jadi kakek ingin menjaga dia dengan sangat ketat seketat ketatnya.
Di dalam restoran, Rio yang mendengar bahwa restoran ini akan kedatangan tamu terhormat tidak jadi mengundurkan diri. Dia ingin tahu bagaimana kabar anak yang di nyatakan mati tetapi hidup kembali.
Semua para tamu menyaksikan cara chef Rio memasak, dan mereka sangat kagum dengan aksi Rio saat memasak tetapi tidak dengan Maoura, dia terlihat biasa saja wajahnya datar tanpa ekspresi, walaupun wajah Maoura tidak menunjukan senang atau marah ekspresinya datar tetap membuat orang orang di sekitarnya terkagum kagum.
Berbeda dengan Rio, dia sedang membayangkan jika yang dia cincang itu adalah wanita iblis yang telah membunuh ayahnya. Maoura yang menyadari wajah chef yang sedang memasak itu sedang sangat marah, orang orang akan menganggap dia sedang berkonsentrasi tetapi menurutnya chef itu sedang menahan marah. Rio menyadari jika dirinya sedang di tatap oleh Maoura, dan dia akhirnya menatap balik Maoura. Dia seperti kena hipnotis, dirinya yang tadinya begitu marah tiba tiba menjadi tenang hanya melihat mata Maoura yang indah dan begitu damai. Dan mata itu sangat berbeda dengan mata yang selalu dia ingat ingat selama 15 tahun ini.
Hidangan telah di siapkan, para pelayan sibuk menata makanan ke piring piring para tamu, musik yang mengiringi mereka makan melantunkan melodi yang sangat merdu dan damai, sampai saat melodi di piano itu mencapai ke nada yang lebih tinggi suara ledakan terdengar.
BOOOMMMM !!!!!...
Piano itu meledak dan menewaskan seorang pianis.
Semua orang berlari mencoba menyelamatkan diri, semua penjaga mencoba melindungi Tuan Widjaya dan Miss Moura.
GOO GOO GOO, serangan senjata tajam pun tidak terhindarkan, entah dari mana datangnya penyusup itu. Mereka begitu pintar untuk membuat teror yang begitu rapi.
Karena jalan keluar telah di kepung oleh lawan,akhirnya Rio mengajak Tuan Widjaya dan Miss Maoura untuk masuk ke ruangan rahasia di restoran itu. Karena Rio sadar orang di incar adalah Maoura.
" Terimakasih kasih chef, " ucap kakek Widjaya yang tidak menyadari jika pria di hadapannya ini adalah anak yang kehilangan ayahnya karena kesalahan pahaman yang terjadi di masa lalu.