
Setelah kepergian Maoura, Rio dan juga Max memulai aksi mereka untuk mengambil alih perusahaan MAMBIO.
Dengan pakaian rapi Rio memasuki gedung yang menjulang tinggi.
Rio menilai semua para tinggi dan mengajak beberapa petinggi yang akan ikut melakukan pemberontakan pada Miss Maoura.
Tidak di sangka ternyata Paman Danu ikut adil dalam pemberontakan itu.
Max tahu jika Paman Danu tidak menyukai kehadiran Maoura, jadi Max memanggil Paman Danu untuk ikut bergabung dengan mereka.
Terdapat 25 Anggota yang ikut dari 7 perusahaan cabang dan inti.
jumlah itu tidak sebanding karena petinggi yang ada di perusahaan itu jumlah ada ratusan.
Tetapi mereka tetap yakin karena bergabung adalah anggota senior di dalam perusahaan. Mereka yang memiliki dendam lama terhadap Tuan Widjaya dengan suka hati mengikuti rencana Max dan juga Rio.
Setelah merencanakan semua dalam 7 hari, Rio dan Max menjemput Maoura di bandara pribadi.
Di saat Maoura turun dari pesawat, wajah Max dan Juga Rio sangat terkejut ketika melihat Maoura.
"Mata itu !!"batin Rio.
"Dia, dia adalah orang nya," batin Max.
Di saat berjalan menghampiri Max dan Rio. Maoura langsung mengenali pria kecil yang memohon ampun kepada-nya, dia adalah Rio.
Ceritanya..
Sewaktu Maoura 2 akan menaiki pesawat untuk pulang ke negaranya, tiba tiba ada banyak mobil beriringan mendatangi bandara. Dia adalah Maoura 1.
Maoura 1 bangun dari tidur panjangnya ketika seorang pelayan tidak sengaja terjatuh dan badan menimpa Maoura 1. Benturan kuat itu membuat mata Maoura 1 langsung terbuka lebar lebar.
"Maoura 1 , itukah kamu !!" ucap Maoura 2 merasa senang kembaranya telah bangun dan menyusul nya me bandara. Maoura 2 menangis terharu.
"Iya Maoura 2 aku telah bangun, dan aku akan ikut denganmu," ucap Maoura 1.
Karena tidak ada waktu akhirnya Maoura 2 mengajak Maoura 1 dan mereka berbicara di dalam pesawat.
"Maoura 1 ceritakanlah bagaimana kamu bisa bangun ?"tanya Maoura 2.
"Di saat pelayan sedang akan mengambil piring bekas kamu sarapan, pelayan tidak sengaja tersandung kakinya sendiri dan dia jatuh di badan ku, di saat itu aku tidak tahu tiba tiba ada sebuah magnet yang membawaku ke alam sadar," ucap Maoura 1.
"Maoura 1 aku sangat senang," ucap Maoura 2.
"Aku juga sangat senang Maoura 2, ini semua adalah berkat kamu. Oya aku telah berjanji akan mengubah namaku jika aku terbangun dari tidur ku," ucap Maoura 1.
"Nama !? nama apa ?"tanya Maoura 2.
"Aku ingin mengubah namaku menjadi Rose. Aku suka nama itu sedari kecil, tetapi aku tidak berani mengatakan pada kakek. Setelah kamu menjadi pemimpin aku sudah bertekad akan mundur dan mengganti namaku menjadi Rise.," jelas Maoura 1 yang akan berganti nama menjadi Rose.
"Baiklah Rose, aku akan memanggilmu Rose," ucap Maoura 2 langsung memeluk saudarinya.
Di dalam pesawat Rose ingin bertukar posisi kepada Maoura, Rose tahu bahaya akan terjadi pada Maoura karena dia mengenal Rio. Rio adalah anak dari seorang supir yang tidak sengaja di bunuh oleh Rose.
Demi keamanan Maoura, Rose ingin Maoura untuk bersembunyi terlebih dahulu.
...
Kembali.
"Ha Hay sayang," sapa Rio yang merasa canggung. Untuk pertama kalinya Rio benar benar melihat wanita yang telah membunuh ayahnya.
Rose yang menggantikan posisi Maoura jelas tidak bisa seluwes Maoura dalam bertingkah.
"Hay ,,"ucap Rose.
"Emm Maoura, apa terjadi sesuatu di sana ?"tanya Rio di dalam mobil.
"Tidak ada ," ucap Rose singkat.
"Sayang aku sangat rindu sekali denganmu," ucap Rio manja ke pada Rose yang dia anggap Maoura.
"Maaf Rio aku sedang lelah," ucap Rose cuek. Max yang mendengar percakapan mereka merasa ada tidak beres.
"Hmm baiklah, jika begitu tidurlah di pundakku," ucap Rio tersenyum dan menepuk nepuk pundak nya.
"Maaf Rio, aku lelah bukan berarti ingin tidur," ucap Rose dengan tatapan yang masih lurus menatap jalan.
Rio yang merasa tidak beres dengan Maoura memilih untuk diam.
Rose menginginkan mereka untuk langsung menuju perusahaan.
Semua karyawan di perusahaan langsung berdiri tegap untuk menyambut kedatangan Rose.
Rose berjalan dengan angkuh, Rose merasa aneh melihat para pegawai yang tidak membungkukkan kepala mereka dan hanya berdiri tegap dengan tatapan lurus ke depan.
Tetapi Rose bisa memaklumi karena itu pasti perintah dari Maoura.
Para petinggi sepuh langsung terkejut ketika melihat Maoura (Rose).
Mereka semua hanya bisa membatin tanpa bisa mencerna apa yang mereka lihat karena mereka semua tidak ada yang tahu jika Maoura yang mereka kenal adalah anak kembar.
Di saat semua akan membubarkan diri, tiba tiba Rose berteriak.
"Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun !!"ucap Rose dengan suara yang begitu lantang membuat bulu kuduk mereka berdiri termasuk Rio.
Setelah mengatakan itu Rose langsung memasuki Lift untuk naik ke atas gedung paling tinggi.
"Sayang, kenapa kamu jadi galak seperti ini?"bisik Rio di dalam Lift.
"Aku bukan galak Rio, aku hanya menegaskan mereka agar lebih disiplin dan jujur," ucap Rose tanpa melirik Rio.
Rio dan Max saling menatap tanda saling bertanya, tetapi mereka hanya menaikan bahu tanda tidak tahu apa apa.
Laras yang mendengar bahwa Maoura telah kembali langsung berdiri dan menyambut Maoura.
"Hay Amaoura ?" sapa Laras tersenyum.
"Hay Laras," ucap Rose tanpa ada senyum sama sekali.
"Apa yang terjadi dengan anak ini ?"batin Laras merasa heran.
"Laras semua persiapan sudah siap, besok kita akan melakukan pelantikan untuk menjadikan mu seorang CEO di perusahaan ini," ucap Rose.
"Ah iya Maoura," ucap Laras yang tidak tahu harus berkata apa.
"Rio, Max, Yuna, kalian urus semuanya. Saya ada urusan penting," ucap Rose memerintahkan mereka lalu pergi begitu saja melewati Rio.
Rio mengepal tangan dengan kuat kuat.
"Hay Sekertaris Max, Yuna, ada apa dengan Maoura ?"tanya Laras merasa heran.
"Entahlah, sejak turun dari pesawat dia berubah menjadi seperti itu," ucap Max.
"Rio ?"tanya Laras.
"Aku juga tidak tahu Laras, di dalam mobil dia sangat dinginku," ucap Rio juga tidak tahu dengan perubahan Maoura.
"Apa mungkin Maoura terkena sawan pesawat, apa dia kemasukan iblis jahat "!?ucap Laras menduga duga.
"Anda bicara apa Nona Laras, mana mungkin Miss Maoura kesurupan orang dia sendiri iblisnya," ucap Max membuat semua orang di sana memelototi Max.
"Hehe saya bercanda Nona," lanjut max.
Rose berjalan menuju ruangan Savior. Hari ini bertepatan dengan Leo dan juga yang lain keluar.
Di depan pintu tidak sengaja Sun menabrak Rose yang akan masuk kedalam.
"Ah Miss Maoura maafkan saya, saya tidak sengaja," ucap Sun yang mendapatkan tatapan tajam dari Rose.
Mata tajam Rose mampu melumpuhkan kaki Sun.
"Kalian minggirlah," ucap Rose.
Tanpa berkata kata mereka semua minggir dan memberi jalan untuk Rose.
"Ada dengan Maoura ?"tanya Juo merasa heran.
"Entahlah, kamu lihat tadi matanya. Kakiku rasanya seperti kehilangan otot otot nya," ucap Sun yang masih merasa lemas di kakinya.
"Mungkin dia sedang bertengkar dengan Rio jadi dia sedikit sensitif," ucap Leo.
"Apa jika istri marah akan menjadi seperti itu ?"tanya Sun merasa merinding ingat jika dirinya sudah memiliki istri.
"Kebanyakan istri akan menjadi singa jika ketika bertengkar dengan suaminya," ucap Leo.
Sun yang mendengar itu langsung berhenti melangkah, Sun membayangkan jika dirinya telat pulang satu detik dan Dauna marah dan mencakar cakar wajahnya.
"PLAAK !!! Woyyy Suuun !!!"teriak Juo memukul kepala Sun.
"Aw sakit Juo !!!"teriak Sun.
"Lagian kamu kenapa malah melamun di tengah tengah jalan, jika tidak ingin di cakar harimau jangan menikah," ucap Juo memperingati.
"Tapi aku sudah terlanjur menikah," batin Sun merasa ngeri sendiri.
..
Di dalam Ruangan Savior Rose mematikan sistem sehingga semua kegiatan kembali normal. Kaca mata yang mereka gunakan telah mati.
Para Savior bertanya tanya mengapa kaca mata yang mereka gunakan tidak berfungsi. Di saat mereka semua berada di fase kebingungan tiba tiba Rose muncul dari lantai bawah.
Semua para Savior senior berkumpul menjadi satu, Savior senior itu terbagi menjadi 2, merah dan putih.
Mereka yang melihat tajam Rose langsung menundukkan kepala, setelah sekian lama ini adalah pertama kali Cucu dari tuan Widjaya memasuki ruangan Savior.