
10 Hari dalam rumah sakit, Maoura sebenarnya sudah di izinkan pulang setelah 3 hari di rumah sakit. Tetapi Maoura masih belum ingin meninggalkan rumah sakit.
Semua orang merasa pasrah untuk membujuk Maoura, kepedihan yang dia terima sepertinya tidak sesuai dengan pengorbanannya selama ini.
Seorang anak kecil berlari ke arah Maoura...
"Tanteeee,,, Tante maoula ,,??"sapa Zie yang datang untuk menjenguk Maoura.
Maoura hanya tersenyum kepada Zie..
"Tante Maula ayo kita pulang, bial kita bica belmain cama cama,," ucap Zie memegangi tangan Maoura.
Maoura yang melihat anak kecil menggemaskan seperti Zie malah semakin sedih karena teringat oleh janinnya yang hilang.
Semua anggota keluarga yang mengintip dari luar, merasa rencana mereka membujuk Maoura menggunakan Zie sepertinya tidak berhasil.
Luna masuk untuk mengambil anaknya..
"Zie sayang, ante Maoura sedang sakit jadi tidak bisa bermain bersama. Kita harus pulang ke negara J karena papa akan masih harus bekerja," ucap Luna, karena dia dan suaminya sudah cukup lama disana. Tuan Nick juga sudah membantu keluarga itu untuk mencari Max yang hilang tetapi masih tidak ketemu.
"Baiklaaah ....."ucap Zie sedih menundukkan kepalanya.
"Aku akan pulang asalkan Zie tetap berada di Mansion utama," ucap Maoura membuat senyum semua Keluarga yang mendengarnya.
...
Walaupun begitu, di dalam rumah Maoura masih tidak bersemangat untuk hidup. Rio sangat terpukul dengan apa yang menimpa istrinya, bahkan Maoura sendiri enggan untuk berbicara dengan Rio.
Nenek Manda mencoba untuk mendekati Maoura untuk yang kesekian kalinya.
"Maoura sayang, kamu masih muda nak,kamu masih bisa memiliki anak lagi. Jangan sia siakan hidupmu hanya untuk merenungi sesuatu di luar kendali kita. Anak, jodoh, rezeki itu sudah di atur oleh sang maha kuasa, kita tidak bisa menghakimi bagaimana sang maha kuasa memberi keputusan. Kamu harus hidup demi anak anak kamu yang sedang menunggumu," ucap Nenek Manda, karena Maoura masih diam saja membuat nenek Manda juga merasa putus asa dan akhirnya keluar dari kamar itu.
"Bagaimana mama ?"tanya Sarla.
"Dia masih tidak ingin bicara," ucap Nyonya Mandalika.
"Hmm apa yang harus kita lakukan," ucap Nyonya Sarla merasa putus asa dengan anaknya.
Bahkan ahli spikolog, spikiater yang ada di rumah itu yang selalu memberi arahan kepada Maoura tidak berhasil juga.
"Aku akan coba masuk Mami," ucap Rio yang rupanya sangat buruk. Rio yang bisanya terlihat tampan menjadi seorang pria yang sangat kurus dan tirus, kantong mata hitam dan juga brewok yang acak acakan, rambut yang tak terurus, itu semua bentuk dari keputusan melihat wanita yang dia cintai tidak ingin melihatnya.
"Tapi Maoura berpesan agar kamu tidak menemuinya nak," ucap Nyonya Sarla.
"Aku mohon sekali ini saja mi ,," ucap Rio memohon.
"Baiklah, tetapi jika Maoura meminta kamu untuk keluar mami harap kamu bisa memakluminya.."
"Baiklah mami .."
..
"Maoura ,,"sapa Rio.
Maoura yang Melihat Rio tidak bergeming sedikitpun. Dia memalingkan mukanya kearah berlawanan.
"Maoura, ambillah ini dam tembakan kebagian manapun yang kamu inginkan," ucap Rio memberikan Maoura sebuah pistol.
"Apa yang lakukan Rio, keluarlah .. aku tidak ingin bermain main, aku ingin beristirahat," ucap Maoura.
"Aku selalu berdoa dan berharap jika yang mati waktu itu lebih baik aku saja, jika boleh aku berdoa agar Tuhan mengambil nyawaku dan menyelamatkan anak kita. Maafkan aku Maoura, jika kamu memang merasa aku tidak pantas hidup maka ambilah pistol ini dan tembakan saja kebagian manapun yang kamu mau," ucap Rio yang pasrah jika dia mati di saat itu juga.
"Jika kamu mau mati, matilah sendiri Rio. Jangan membuat aku agar menjadi seorang pembunuh," ucap Maoura seperti agak muak dengan akting Rio.
Rio yang sudah berada di atas keputusan akhirnya bersiap siap untuk menembak dirinya sendiri.
"Baiklah Maoura jika itu yang kamu inginkan, setelah aku tiada aku berharap agar kamu bisa hidup kembali dan menjalani hidup dengan damai. Aku titip salam untuk ibuku ,," ucap Rio mengambil pistol yang di letak di tangan Maoura.
Maoura melirik ke arah Rio dan seperti menunggu apa yang akan terjadi.
DOOOORR !!!!!"
Satu tembakan membuat semua orang yang ada di rumah itu terkejut.
"Riooo !!! apa yang kamu lakukan, apa kamu akan mati menyusul anak kita, apa kamu tidak memikirkan bagaimana hidup aku tanpa kalian, apa kamu ingin aku semakin gila !! kamu tidak Sarah Rio !! Kamu tidak waraaass !!" ucap Maoura histeris ketika Rio menekan pistol itu. Untung Maoura dengan cepat mengalihkan pistol itu dan akhirnya menembak langit langit.
"Hahaha ,," Rio tertawa di depan Maoura membuat Maoura merasa bingung.
"Kenapa kamu tertawa ?"tanya Maoura yang masih menangis karena takut kehilangan Rio.
"Aku tahu kamu tidak akan mau aku meninggalkanmu Maoura, terima kasih sudah menyelamatkan hidupku ,,!"ucap Rio memeluk Maoura dengan sangat erat.
Kali ini Rio memeluk Maoura dengan penuh kasih sayang dan juga penuh cinta. Tidak ada lagi keraguan bagi Rio untuk mencintai Maoura dengan setulus hati.
Semua orang yang mengintip dari CCTV merasa sangat bahagia Melihat Maoura bisa tersenyum kembali.
...
Perusahaan yang sudah menurun drastis membuat Laras sedikit kualahan. Tetapi untung ternyata Tuan Danu tidaklah sejahat yang kita kira selama ini. Dia ternyata selama ini mengikuti Max hanya untuk mendapatkan semua kejahatan dan memantau siapa saja yang telah berhianat pada grup MAMBIO.
Di bantu dengan Tuan Nick dan Tuan Raden membuat perusahaan itu pulih dengan cepat, dan berhasil ke titik yang sangat setabil.
Keluarga Widjaya telah mengklarifikasi semua kejadian yang menimpa keluarga mereka. Dan Tuan Widjaya juga menyatakan jika dia memiliki cucu kembar selama ini kepada publik membuat semua warga merasa terkejut, bahkan kerabat dekat pun banyak yang tidak tahu perihal ini.
3 hari berlalu, Maoura dan Rose melakukan jumpa pers kepada publik membuat para publik gempar karena kecantikan yang di miliki oleh kedua saudari kembar itu.
Berita hari ini sampai berbulan bulan masih menjadi trending nomor satu di dalam maupun luar negeri.
....
Malam hari di mansion utama, semua keluarga berkumpul untuk makan malam.
"Sepertinya saya harus kembali besok Tuan Raden," ucap Tuan Nick.
"Ah iya Tuan Nick, maafkan kami sudah banyak merepotkan Anda," ucap Tuan Raden.
"Saya merasa senang karena bisa membantu keluarga saya sendiri," ucap Nick ramah.
"Hahaha iya, sudah hampir 3 Minggu anda berada disini, saya minta maaf atas nama keluarga saya jika kami memiliki salah dengan anda," ucap Tuan Raden
"Saya merasa senang berada disini, jangan sungkan sungkan jika memerlukan bantuan saya," ucap Nick.
Malam itu semua keluarga besar berkumpul dan tersenyum bahagia. Akhirnya badai yang menerpa selama ini pergi dari kehidupan mereka.
...
Di dalam kamarnya ,,
"Sayang, ini sudah waktunya ,,"ucap Rio memeluk istrinya dari belakang ketika saat akan tidur malam.
"Emm waktunya apa ?"tanya Maoura.
"Aku akan memperkenalkan kamu kepada ibuku," ucap Rio yang masih memeluk istrinya dengan erat.
"Wah benarkah, aku selalu menunggu hal ini terjadi," ucap Maoura bahagia, akhirnya Rio mau memperkenalkan dirinya pada keluarganya.
"Benarkah, jika begitu persiapan dirimu besok ya," ucap Rio tersenyum.
"Baiklah, besok kamu bantuin aku cari gaun yang pas dan cantik untuk aku," ucap Maoura antusias.
"kamu itu selalu cantik sayang, apapun yang kamu kenakan akan terlihat cantik," puji Rio membuat wajah Maoura memerah.
Dan malam itu terjadilah yang seharusnya terjadi.