The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 2 0 PRINCESS CEO



Sudah seminggu Luna di kurung di dalam kamar itu dan pria itu tidak pernah menampakkan dirinya. Tetapi malam ini pria itu datang, walaupun pria itu sangat tampan tetap saja Luna mencium bau bau aura tidak baik.


Luna yang ketakutan hanya bisa meringkuk di atas kasur.


"Apa kamu siap malam ini ?"tanya pria itu sambil membelai rambut Luna.


Luna hanya diam saja tidak menjawab, hanya air mata yang keluar dan membasahi pipinya.


"Baiklah aku tidak akan memaksamu," ucap pria tampan itu.


Pria itu lalu beranjak dan keluar dari kamar itu, saat Luna merasa dirinya telah aman tiba tiba pria itu masuk lagi dengan senyum yang menakutkan bagi Luna.


Luna turun dari kasur dan menjauh sampai ke pojok.


Luna terkejut ternyata pria itu tidak sendiri, kali ini pria itu membawa wanita cantik dan seksi bersamanya.


Tanpa aba aba mereka berdua berciuman di depan Luna, Luna hanya bisa menutup matanya dan telinganya. Suara desahan mereka sangat membuat Luna ketakutan tetapi Luna hanya bisa menahannya. Mereka melakukan hal itu di depan Luna yang masih polos. Setelah selesai wanita itu menatap Luna dan tersenyum mengejek lalu tidur di dada bidan lelaki itu.


Karena tidak berani beranjak akhirnya Luna hanya bisa tidur sambil meringkuk di pojokan.


Setelah kejadian itu, seperti biasa pria tampan itu hanya datang dua Minggu sekali untuk menemui Luna.


Luna malam ini sudah tidak terlihat takut lagi, dia terlihat santai saat pria itu mendekati nya.


"Apakah kamu sudah siap malam ini ?"tanya pria itu kembali.


"Maaf tuan saya tidak bisa melakukanya," ucap Luna ragu ragu.


Pria itu berhenti memainkan tangannya di dirambut Luna yang sangat wangi.


"Baiklah," pria itu keluar dan kembali dengan menggandeng dua wanita.


Lagi lagi malam ini Luna harus menutup mata dan telinganya. Luna yang penasaran dengan dua wanita dan satu pria itu bermain sedikit mengintip ke arah mereka.


Luna sangat terkejut dan juga kagum dengan ketampanan pria itu, tetapi dia sangat malu dan akhirnya menutup matanya kembali.


Setelah 3 jam Luna menutup mata dan telinga akhirnya dirinya bisa tidur dengan nyenyak di lantai.


Hari hari Luna hanya di dalam kamar itu, Luna hanya bisa melihat tv yang sudah di tentukan. Pelayan hanya akan mengantar makanan pagi hari dan beberapa buah dan cemilan untuk mengisi kulkas yang ada di kamar itu.


Sudah dua Minggu berlalu pria itu datang kembali. Dan seperti biasa dia bertanya kepada Luna.


"Apakah malam ini kamu siap,?" Tanya pria itu dengan sangat lembut.


Kali ini Luna mengangguk kecil dan itu membuat senyum manis pria itu mengambang.


Perlahan pria itu mencoba untuk memegang dagu Luna agar menatapnya.


Luna yang merasa takut tetapi tidak menolak hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya.


"Tatap mata aku," ucap pria itu.


Perlahan Luna membuka matanya dan menatap pria itu. Sesaat Luna sangat kagum dengan ketampanan pria itu, tetapi Luna pendam jauh jauh pikiran itu.


Pria itu memperlakukan Luna dengan sangat lembut.


Bibir manis pria itu membuat Luna merasa basah. Luna yang masih pemula hanya bisa diam dan menahan napas. Dia tidak mengerti apa sedang dia rasakan.


Luna yang kehabisan napas mengambil dalam dalam oksigen alami setelah pria itu melepaskan bibirnya.


Luna masih tersipu malu. Dan akhirnya terjadilah yang di inginkan pria itu. Luna yang merasa lelah setelah 5 jam berolahraga langsung tepar tak sadarkan diri.


Pria itu tersenyum puas saat melihat darah segar berceceran di atas kasur mereka.


Setelah kejadian itu selama dua Minggu sekali Luna selalu melayani pria itu tanpa penolakan.


Setelah 5 bulan berlalu Luna yang sudah mulai bosan dengan kamar itu merasa pusing dan mual. Luna sadar dirinya telah dua bulan telat. Luna bahagia, dia berharap kehadiran buah hati mereka dapat membebaskan Luna dari sangar emas itu.


Setelah dua Minggu akhirnya yang ditunggu-tunggu Luna pun datang. Seperti biasa pria tampan itu datang dan meminta jatah, Luna masih ragu ragu untuk mengatakan kehamilan nya akhirnya memutuskan untuk diam.


Luna yang lelah akhirnya tertidur, sampai ketika Luna mendengar ada suara wanita menangis.


Luna bangun dan melihat pria tampan itu tidak ada di samping nya, lalu Luna melihat pintu kamar sedikit terbuka. Tidak buang buang waktu Luna akhirnya keluar dari kamar itu.


Rumah itu masih sama seperti pertama kali dia masuk. Dari lantai dua Luna melihat ada 1 wania sedang hamil berlutut dan menangis meminta ampun. Tetapi pria itu tidak mendengar nya dan langsung menembak wanita itu sampai mati. Saat wanita itu tergeletak Luna mengenali wajah wanita itu, itu adalah wanita pertama yang pernah tidur dengan pria tampan itu.


Luna yang melihat itu sangat takut dan terkejut, kakinya terasa lemas dan badanya bergetar hebat. Tetapi Luna harus kuat demi anak yang sedang di kandungan nya.


Saat Luna ingin kembali ke kamar Luna melihat ada sebuah lift, awalnya Luna ragu tetapi dia bertekad ingin selamat dari pria itu.


Luna sangat bersyukur karena lift itu menuju ke garasi mobil, perlahan Luna keluar dari tempat itu, ini sudah sangat larut malam jadi tidak ada penjagaan ketat, hanya ada dua orang satpam yang sudah terkulai lemas karena mengantuk.


Luna sangat takut jika ketahuan, dia sangat berfikir keras bagaimana bisa keluar dari tempat itu tanpa ketahuan satpam.


Saat berfikir, Luna melihat sebuah lubang got. Tanpa pikir panjang Luna membuka pelan pelan tutup lubang itu dan memasukinya. Kotor dan bau sudah tidak dirasa oleh Luna sampai akhirnya Luna berhasil tembus ke sebuah lorong got di pinggir jalan lintas tidak jauh dari rumah besar itu.


Luna berlari dan meminta tolong oleh orang yang berlalu lalang. Sampai akhirnya ada seorang nenek yang mengendarai mobil tua berhenti.


"Nek tolong aku, aku mohon !"teriak Luna saat sambil menangis ketakutan.


Nenek itu yang merasa kasihan akhirnya mengizinkan Luna untuk masuk walaupun badan Luna kotor dan bau.


"Terima kasih banyak nek," ucap Luna yang merasa lega.


"Nak kamu kenapa dan kamu mau kemana ?"tanya nenek itu.


"Maaf nek aku tidak bisa bicara kepada nenek, sekarang aku hanya ingin pulang kerumah ibuku," ucap Luna sopan.


Nenek baik hati itu pun akhirnya mau mengantar Luna pulang ke rumahnya, sebagai tanda terima kasih Luna meminta nomor hp nenek itu dan akan menemuinya setelah semuanya aman.


Tok tok tok


"Siapa ??"tanya Nyonya Shian.


Ckleek..


"Ibuuuuuu !!!! Hik hik hik !!!"


"Lunaa sayang, ada apa denganmu nak ??"tanya Nyonya Shian terkejut melihat kedatangan putri nya dan keadaanya yang begitu mengerikan.


Beruntung malam itu Tuan Siga tidak sedang berada di rumah.


Luna menceritakan semua yang dia alami tanpa ada jeda sedekitpun bahkan saat dirinya melayani pria tampan itu dan berakhir hamil anaknya. Nyonya Shian sangat merasa bersalah kepada putrinya itunya itu, dia benar-benar merasa sakit mendengar setiap inci dari luka yang anaknya terima.


Nyonya Shian tidak ingin anaknya berakhir menyedihkan memutuskan untuk menyembunyikan.


Nyonya Shian membawa dan menyembunyikan Luna ke sebuah pantai asuhan terpencil di daerah itu. Panti itu dulunya sering menerima bantuan dari ibu nyonya Shian, karena hutang budi yang begitu besar panti asuhan itu dengan senang hati menerima kehadiran Luna.


...2 TAHUN. telah berlalu dan Luna melahirkan anak laki laki....


Perusahaan milik Nyonya Shian akhirnya di ambil paksa oleh perusahaan besar di kota itu, mereka tidak tahu siapa Bos dari perusahaan itu sehingga membuat tuan Siga marah besar, selain kehilangan perusahaan dia juga telah kehilangan anaknya yang ntah dimana sekarang. Akhirnya Tuan Siga pergi meninggalkan Nyonya Shian. Nyonya Shian selama itu tidak pernah memberi tahu keberadaan anaknya kepada suaminya yang telah berubah menjadi pria yang sangat jahat.


Di saat keputusasaan Nyonya Shian dia melihat berita bahwa cucu tunggal dari Tuan WIDJAYA LE ternyata masih hidup. Berita itu mencangkup seluruh internasional.


Nyonya Shian memiliki ide untuk mendekati keluarga itu secara dekat. Walaupun selama ini tuan Widjaya selalu mengirim uang dengan jumlah besar, tetapi uang itu masuk kedalam rekening nyonya Yuan Li yang selama ini tinggal di panti jompo untuk menemani 2 sahabatnya yang telah di telantarkan anak anaknya. Dan Nyonya Shian tidak berani untuk memberi tahu soal keadaan mereka ke pada nyonya Yuan Li.


Karena semenjak berita meninggalnya Maoura 1, kakek Widjaya tidak pernah berkunjung ke lagi negara mereka.


Nyonya Shian berusaha untuk membangkitkan amar Luna dan membujuk nya agar menjadi wanita hebat demi anaknya.


Nyonya Shian selalu memberi informasi tentang Maoura yang ternyata masih hidup, Nyonya Shian memanas manasi Luna agar terpancing oleh rayuannya untuk merebut kekuasaan Maoura.


Luna yang sudah merasakan asam pahit kecutnya hidup tetapi belum merasakan bahagia akhirnya setuju untuk mengikuti apa yang dipikirkan oleh ibunya.


Keberuntungan ada di pihak mereka, saat mereka berfikir alasan untuk berkunjung ke negara Maoura, saat itu kabar duka menyelimuti dunia dengan kematian nyonya Purima istri dari Tuan Widjaya Li.


Walaupun hati kecil Luna menolak, tetapi karena dorongan dari sang ibu dan juga buah hatinya yang malang akhirnya Luna setuju untuk terbang dan meninggalkan anaknya sudah 1 tahun .