
Para Savior merah berkumpul dan menundukkan kepalanya di depan Rose (Maoura 1)
"Apa mesin penjelajah waktu sudah di buat ?"tanya Rose membuat keringat dingin para Savior keluar.
"Begini Miss, dalam 5 tahun terakhir kami kehilangan 2 Savior inti," ucap ketua.
Rose menatap tajam mereka. Mereka dahulu kala berjanji dalam waktu 10 tahun akan berhasil membuat mesin waktu itu, dan ini sudah 15 tahun berlalu tetapi mereka baru mengerjakan 50% .
"Miss kami sebenarnya memiliki target baru yang mungkin bisa membantu kami," ucap Ketua.
"Siapa ?"
"Dia adalah Deon, walaupun dia masih masih sangat dasar tetapi dalam dua hari dia mampu membobol pertahanan kami sebanyak 2 digit," ucap ketua.
"Apa dia setuju untuk masuk ke grup kalian?"tanya Rose.
"Dia sengaja mengerjakan soal dengan salah agar tidak masuk seleksi untuk diterima kegrup Savior merah."
"Kerjakan tugas kalian, aku ingin dalam sebulan mesin itu sudah harus mencapai 99%," ucap Rose yang menakan mereka semua.
Para Savior merah hanya menundukkan kepala mereka.
Rose keluar dari ruangan itu dengan gaya aroganya.
"Dasar picik, kami memberi mereka dana setiap tahun tetapi tidak ada kemajuan," batin Rose merasa sangat kesal.
Tujuan Rose dan Kakek Widjaya membuat mesin penjelajah waktu adalah untuk melihat kembali kejadian kejadian masa lalu yang pernah mereka lalui.
Masa masa seperti ini sangat penting untuk menunjukan kepada mereka yang ingin tahu kebenaran dari setiap kejadian yang menghilangkan setiap nyawa.
..Di dalam Ruangan bawah tanah yang berada di Mansion utama, Maoura merasa cemas dengan sikap kembaranya Rose yang bersikap sangat kasar. Maoura takut jika semua orang menyadari jika yang ada di hadapannya mereka adalah orang yang berbeda.
Ruangan bawah tanah itu adalah tempat Kakek Widjaya untuk menyimpan harta Karun.
Tidak ada yang mengetahui tempat itu kecuali Kakek Widjaya, Tuan Raden dan sikembar. Bahkan Nyonya Sarla pun tidak mengetahui tempat itu.
..
Malam tiba Rose dan Maoura telah berganti posisi. Rose bersembunyi di ruangan harta Karun dan Maoura kembali untuk bergabung dengan semua orang.
"Sayang, kamu mau makan apa ?"tanya Rio mencoba membujuk Maoura.
"Emm aku mau yang itu sayang," ucap Maoura tersenyum manis kepada Rio.
Rio yang melihat itu merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Kemana hilangnya mata elang itu," batin Rio.
"Ah ya, aku ambilkan ya."
"Terima kasih banyak sayang,"
"Oya semua persiapan sudah siap?"lanjut Maoura.
"Sudah sayang, serahkan semuanya kepadaku," ucap Rio yang menjadi penanggung jawab.
"Aku selalu percaya denganmu Rio !"ucap Maoura.
"Dan sesuai janji kita akan melakukan bulan madu ya," ucap Rio tersenyum.
"Apa ! kalian mau melakukan bulan madu ?"tanya Laras tercengang.
"Iya Laras," jawab Maoura.
"Bolehkah aku ikut ?"tanya Laras antusias.
"Hay Laras, mereka itu mau bulan madu bukan jalan jalan biasa," ucap Luna sambil menyuapi anak tampannya.
"Hmm baiklah," ucap Laras lesu.
"Lagian kamu baru di resmikan menjadi CEO, pekerjaan kamu pasti akan bertambah banyak Laras," ucap Maoura yang tidak ingin Laras kecewa.
"Oh iya kamu benar Maoura, kenapa aku bisa lupa," ucap Laras sambil memukul kepalanya pelan.
"Oya bagaimana dengan kakek ?"tanya Luna.
"Kakek sudah menikah dengan nenek," ucap Laras merasa sangat senang.
"Syukurlah," ucap Luna.
Malam itu mereka memutuskan istirahat lebih awal. Tetapi lain halnya dengan Rio dan Maoura.
"Sayang, tadi pagi kenapa kamu seperti sedang marah denganku?"tanya Rio.
"Ow itu aku tidak marah Rio, aku hanya sedang kelelahan saja," ucap Maoura tersenyum.
"Aku sangat sangat merindukan kamu," ucap Maoura tersenyum.
Dan perlahan tapi pasti akhirnya Maoura melakukan kewajibannya.
..
Di dalam ruangan harta Karun Rose sudah tertidur selama bertahun tahun tidak ada keinginan untuk tidur malam ini.
Di depan layar lebar, dia belajar banyak tentang semua yang sudah dia lewatkan. Rose sadar jika nyawa saudarinya sedang dalam bahaya karena kesalah paham yang sudah Rose buat di masa lalu.
..
Di kediaman Bibik Luis, Leo dan yang lain sedang merencanakan makan malam dengan membuat pesta kecil di halaman belakang.
"Hay semua !!!!"sapa Dauna membuat Sun memuncratkan air yang sedang dia minum.
"Dauna, kamu disini ?"tanya Sun merasa cemas, bagaimana jika Dauna mengatakan jika mereka sudah menikah dan bagaimana jika Dauna marah dirinya lebih memilih pulang kerumah dari pada menemuinya terlebih dahulu.
"Sayang, sini anak Ibu," ucap Bibik Luis yang sudah tahu semuanya.
"Apa ibu !! apa maksudnya ini ?"tanya Leo.
"Hmm ,,"Bibik Luis mendengus berat menatap ke arah Sun.
Sun yang mendapatkan tatapan tajam Bibik Luis akhirnya mengatakan yang sebenarnya.
Leo, Deon dan Juo tercengang mendengar penjelasan Sun yang ternyata sudah menikah dengan Dauna.
"Semua terjadi begitu saja," ucap Sun merasa tidak enak.
"Hmm sudah sudah, yang terpenting sekarang semua jelas, dan ingat ! jangan ada yang mengikuti jejak Sun atau ibu tidak akan memaafkan kalian,!"ucap Bibik Luis.
"Baik Ibuuu," ucap Leo Deon dan Juo yang langsung memeluk ibu mereka.
...
Akhirnya acara pelantikan Laras menjadi CEO baru di perusahaan inti MAMBIO di selenggarakan dengan mewah. Para petinggi dari dalam dan luar negeri di undang untuk mengahadiri acara tersebut, termasuk Tuan Nick.
Acara itu berjalan dengan sangat lancar dan meriah, semua tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Luna berjalan jalan dengan anaknya, dia sengaja mengajak Zie karena Zie merengek ingin ikut. Karena itu adalah hari bebas maka Luna akhirnya mengajak mau mengajak Zie.
Di taman Juo yang melihat Luna dan Zie langsung menghampiri mereka.
"Hay tampaaan !!"teriak Juo kepada Zie.
"Hay om Juo !"Zie melambaikan tangan kepada Juo.
Juo berlari dan menggendong Zie dengan sangat lembut.
"Ah syukur Juo kamu datang, aku titip Zie sebentar saja ya," ucap Luna yang ingin buang air kecil.
"Lama juga tidak papa," jawab Juo dengan senyum.
..
Setelah keluar kamar mandi, Luna seperti mendengar suara yang tidak asing.
Luna berjalan kearah suara itu, di sebuah koridor yang sepi. Luna melihat bagaimana Leo dan Laras berciuman sangat mesra.
Dek !!Jantung Luna terasa sangat sakit dan linu. Bagaimana pria yang dia idam idamkan selama ini berciuman dengan saudaranya sendiri.
Luna berlari menjauhi mereka. Karena tidak melihat jalan Luna tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di depannya.
Bruk !!
Tatapan mereka saling bertemu dan terpaku. Jantung Luna yang sudah hancur nambah hancur ketika melihat pria yang bertabrakan dengan dengan.
"Kamuu !!"ucap Luna tidak percaya.
Pria itu menyeret Luna ketempat yang lebih sepi.
"Aw lepaskan aku !! lepaskan !!"teriak Luna mencoba melarikan diri, tetapi jelas tenaganya kalah.
Setelah berada di tempat yang sepi, Pria itu dengan kasar mendorong Luna ke tembok dan mengunci pergerakan Luna.
Tanpa permisi pria itu langsung mencium Bibir Luna dengan sangat lembut.
Luna hanya bisa menetaskan air matanya, rasa takut yang dia rasakan membuat semua ototnya terasa mati.
"Apakah ini akhir hidupku," batin Luna..