The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 13 PRINCESS CEO



Di dalam Bus kota, Luna menatap jalanan sambil mendengarkan musik menggunakan handset di telinganya. Dunia Luna sangat indah saat ini, sampai akhirnya Luna berhenti di halte dan berjalan menuju toko bunga milik anggota the Meong.


Ting .. "Permisi.?"


Luna mencari cari sosok pemilik bunga ini tetapi tidak ada. Luna mencoba mencari lebih dalam lagi sampai akhirnya Luna melihat sebuah guci berbentuk kucing, saat Luna akan kembali tidak sengaja badannya menyenggol ekor kucing dan dinding yang terlihat seperti papan kayu itu terbuka, Luna sangat terkejut dan kagum. saat terbuka dinding yang terdapat banyak gambar itu ternyata pintu biasa yang polos, tidak ada fitur kayu ataupun gambar yang menempel disana. pintu itu sungguh canggih sehingga orang tidak akan mengira jika dinding kayu itu adalah pintu.


Luna diam diam masuk kedalam ruangan itu, dia terus menelusuri ruangan setapak yang sangat terang itu. Di rasa tidak ada apa apa Luna ingin kembali karena dia merasa apa yang di lakukanya tidak benar, tetapi saat dia akan kembali 4 orang keluar dari pintu transparan. Luna tadinya hanya melihat lorong yang begitu panjang, tapi ternyata tepat dia berhenti itu adalah sebuah pintu transparan. Jika sampai tadi Luna melangkah lebih jauh maka pintu itu akan menjadi lengser yang akan memotong badan Luna.


Luna melongo saat melihat 4 pria itu, sampai akhirnya Luna sadar bahwa dia sudah menyelinap. Luna membungkuk tanda permintaan maaf yang sedalam dalamnya.


" Maaf maaf tolong maafkan aku semua, sungguh aku sudah sangat lancang," ucap Luna yang sangat merasa bersalah.


" Hay manis, bagaimana bisa kamu sampai ketempat ini ?"tanya Juo penasaran.


" Aku tadi mencari kalian, tapi saat aku ingin kembali aku tidak sengaja menyenggol ekor kucing yang ada di depan sana. Aku sungguh sangat terkejut ternyata dinding kayu itu adalah pintu masuk keruangan rahasia ini, aku masuk kesini hanya ingin mencari kalian tetapi aku tidak menemukan apa apa," tutur Luna mencoba menjelaskan.


4 pria itu saling menatap, dan di saat itu Rio masuk dengan tatapan marah karena pintu rahasia bisa terbuka lebar dan tidak di tutup. Tetapi saat melihat Luna ada disana Rio menatap 4 pria yang sedang bingung itu untuk mendapatkan penjelasan.


Akhirnya Leo membuka suara.


" Ayok kita masuk kedalam dulu, kita bicarakan didalam saja," ucap Leo mengajak Luna masuk dalam ruangan rahasia itu.


Saat masuk Luna lagi lagi di kejutkan dengan suasana yang sangat mengagumkan. Luna berfikir apakah mereka seorang agen rahasia atau semacamnya. Ruangan itu di lengkapi tekhnologi canggih, Luna terkejut melihat wanita cantik sedang melayang di depannya. Saat Luna mendekati dan ingin menyentuhnya ternyata wanita itu hanyalah gambar yang terlihat seperti sangat nyata.


Di saat Luna menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang di lihat, tiba tiba Leo dengan cepat menyuntik Luna agar Luna tidak ingat dengan apa yang terjadi saat itu, Luna pun seketika pingsan saat itu.


" Leo apa yang kamu lakukan, efek obat itu akan berdampak buruk baginya. Tidak hanya tempat ini tetapi dia juga bisa melupakan hal hal yang lain juga," ucap Juo yang kesal karena wanita yang di sukai di suntik cairan yang dapat membuat Luna kehilangan sebagian ingatannya. Juo khawatir jika Luna akan melupakan dirinya.


" Apa perdulimu tentang wanita ini, dia sudah lancang masuk kedalam ruangan rahasia kita," ucap Leo acuh.


" Leo benar Juo, sangat berbahaya jika Luna mengetahui banyak hal tentang ruangan kita," ucap Sun membela.


Mereka semua terdiam tidak tau harus berbuat apa selain menyuntikan Luna, sebenarnya mereka punya obat penawarnya tetapi akhirnya Juo setuju untuk membiarkan Luna kehilangan beberapa ingatannya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Luna keluar dari sana.


" Juo cepat bawa Luna dari sini. Bawa dia ke sebuah hotel atau kemana, kami akan mengurus sisanya," ucap Deon.


Dengan cepat Juo membawa Luna keluar dari sana. Juo memasukan Luna kedalam mobilnya dan membawa Luna pergi ke apartemen Juo yang sudah lama tidak di tepatinya karena mereka semua memilih tidur di rumah Rio agar bisa menjaga Bibik Luis.


Sampai di apartemen Juo menidurkan Luna dengan hati hati, selang 1 jam 4 pria yang lain menyusul Juo ke apartemen untuk memastikan sesuatu.


" Apa dia belum siuman ?"tanya Leo.


" Belum," jawab Juo.


" Baguslah jika begitu, ini rekaman saat dia turun dari bus. Kami sudah memanipulasi keadaan disana," ucap Deon menyerahkan rekaman itu.


" Baiklah jika tidak ada yang harus di urus aku akan pergi. Ibu sudah menelvon meminta di masakan pepes ikan," ucap Rio.


" Ada apa.?"


" Apa tidak bisa kamu memasak disini saja, aku juga sangat lapar," ucap Sun memohon.


" Maaf tapi aku sedang ingin dinner dengan ibu, kalian jangan coba coba pulang sebelum wanita ini di urus dengan baik," ucap Rio dengan tegas.


Saat Sun ingin melempar Rio dengan bantal tetapi Rio sudah keluar dari pintu.


" Dasar anak sialan huh. Emm Leo apakah kamu bisa memasak? sepertinya kamu pernah belajar memasak ?"ucap Sun merayu Leo agar mau memasak.


" Jika kamu ingin dapur ini pada pecah baiklah, aku akan memasak untuk kalian".


" Tidaaak tidak tidak jangan berani masuk kedapurku meski sejengkal sekalipun," ucap Juo yang tidak ingin dapurnya berakhir mengenaskan.


" Baiklah, aku juga sebenarnya malas," ucap Leo acuh dan melanjutkan memainkan game'nya.


" Kenapa tidak pesan saja," ucap Deon yang merasa risih dengan keributan yang di buat Sun.


" Aaah aku tidak biasa makan makanan di luar, tidak ada yang bisa menandingi masakan lezat Rio. Aku heran kenapa dari kita tidak ada yang bisa mengikuti jejak Rio," ucap Sun putus asa dalam kelaparan yang melanda perutnya.


"Nih makan mie instan, makanlah sebelumnya mie nya mengembang dengan sempurna," ucap Juo sambil menyodorkan Mie gelas instan.


" Apa mie ini masih layak di makan, kamu sudah lama tidak menepati apartemen ini," ucap Sun sambil membolak balikan mie gelas itu mencari tanggal kadaluarsa nya.


" Aku membelinya saat jalan kemari," ucap Juo dengan kesal.


Dan Sun langsung memakan mie itu dengan lahap dan membuat Leo dan Deon meneteskan air liur mereka.


" Hay Tuan Junjuo yang baik bisakah anda membuatakan kami juga," ucap Deon memelas.


" Tidak ! buatlah sendiri, aku ingin menemani gadisku yang sedang tertidur pulas," ucap Juo lalu meninggalkan mereka.


" Hay adik sebagai kakak sah aku memerintahkan engkau untuk membuatkan kakakmu ini satu. Emm dua juga boleh, heheh." ucap Leo.


" Hmmm baiklah," ucap Deon dengan malas berdiri dan membuatkan mie untuk kakaknya dan dirinya.


sesuai permintaan Deon membuatkan kakaknya 2 mie gelas, tetapi setelah di hidangkan mie gelas milik Leo satunya di rebut oleh Sun yang masih merasa kurang.


" Haaay Juuuu itu milikuuuu !!!!"teriak Leo yang tidak terima mie satunya di makan oleh Juo.


" Setelah menghabiskan ini aku akan membuatkanmu satu lagi," ucap Juo yang langsung melahap mie masih panas itu dengan tergesa-gesa.


" Dasar anak ini. Tidak perlu !!" ucap Leo yang kesal.


Di saat mereka sedang melahap makan malam mereka ,tiba tiba terdengar suara jeritan dari kamar yang membuat mereka kaget dan tersedak mie pedas yang mereka makan.