
Setelah makan siang selesai Maoura lebih dahulu mengundurkan diri.
"Maaf semua Sepertinya saya harus undur diri terlebih dahulu, maaf tidak bisa ikut mengobrol dengan kalian walau hanya sejenak. Lain kali saya akan mengundang kalian untuk makan bersama Kembali. Dan Tuan Nick saya harap anda akan menerima kunjungan yang saya ajukan untuk anda," ucap Maoura ramah walau tanpa senyumnya.
"Em tentu saja Nona, dengan senang hati saya akan menerimanya," ucap Tuan Nick sopan.
"Baiklah jika begitu, saya permisi dahulu." ucap Maoura yang langsung berdiri dan memberi salam hormat kepada petinggi petinggi itu. Dan sontak mereka pun ikut berdiri untuk menghormati kepergian Maoura.
...
Di dalam ruangan milik Maoura. Dia kembali mengerjakan tugas tugas yang harus dia tanda tangani, karena masalah Luna waktu itu membuat dia harus meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa hari.
"Em sekertaris Yuna, masalah apa yang sedang kita alami?" Tanya Maoura yang merasa ada yang tidak beres dari berkas berkas yang sedang ia teliti.
" Kemarin ada sedikit masalah tentang karyawan yang tidak terima di PHK." ucap sekertaris Yuna menjelaskan.
"Siapa yang memberi izin mem-PHK karyawan ?"tanya Maoura sedikit marah.
"Maaf Miss, tetapi begitulah peraturan di perusahaan anak cabang, untuk mengurangi biaya operasional kita akan mengurangi para pekerja yang kurang di butuhkan."
"Apakah kita dalam keadaan krisis, apakah kita sudah kehabisan uang ? Bahkan jumlah kita hanya mendapatkan keuntungan 5% dari jumlah pemecatan mereka."
Sekertaris Yuna hanya bisa diam saja.
" Aku tidak ingin tau, kembalikan semua karyawan yang telah di PHK. Jika perusahaan tidak sanggup menggaji mereka biar saya sendiri yang menggaji mereka." ucap Maoura dengan kesal.
"Baik Miss," ucap sekertaris Yuna yang langsung mengerjakan apa yang di inginkan Maoura.
"Hah !! demi hanya keuntungan 5 persen mereka tega memecat orang yang membutuhkan pekerjaan dan uang." Gumam Maoura dengan kesal.
..
Di perusahaan anak cabang di bidang obat-obatan, mereka telah memproduksi kurang lebih 50 jenis obat herbal dan juga beberapa segala vitamin yang dibutuhkan masyarakat.
Paman Danu yang di pindahkan dari perusahaan induk ke perusahaan cabang selalu berfikir keras untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Akhirnya dia mem PHK beberapa karyawan setiap bulan. Sesungguhnya para karyawan itu tidak sangat di butuhkan karena pabrik mereka sudah menggunakan alat alat canggih.
Sekertaris Yuna menyetujui untuk mem PHK beberapa karyawan tanpa persetujuan Maoura karena itu sudah biasa terjadi, bahkan saat dirinya bekerja dengan Tuan Raden Widjaya.
.Tetapi sekertaris Yuna tidak tahu jika dirinya memiliki atasan yang begitu sangat baik hati dan bijak sana nan dermawan seperti Maoura.
"Apaaa !! Maoura berkata begitu," ucap Tuan Danu marah.
"Ini perintah dari Miss Maoura, demi keamanan Anda sendiri segara patuhi atau anda sendiri yang akan di PHK oleh Miss Maoura," ucap sekertaris Yuna memperingati.
"Baiklah, baik. Kamu pergi sekarang," ucap Tuan Danu kesal dan mengusir Sekertaris Yuna.
"Haah[mendubrak meja] dasar anak ingusan itu, lihat saja suatu saat aku akan membalasnya." Ucap Tuan Danu dengan senyum liciknya.
..
Leo mengendap ngendap di ruangan milik tuan King.
"Tidak ada apa apa disini."
"Kemana aku harus mencari petunjuk itu."
Dreet drett..
Panggil dari Sun.
"Hallo Sun, ada apa?"
"Kamu dimana sekarang Leo?"
"Aku masih di dalam markas."
"Aku akan mengirimkan serlok kepadamu."
"Ada apa ini Sun?"
"Aku melihat mobil Tuan King, sepertinya dia akan melakukan sebuah pertemuan."
"Baiklah, aku segera menuju lokasi."
...
Sun berhasil mengikuti mobil Tuan King, mereka sampai kesebuah rumah tradisional tua yang beradaa di balik gunung. Sun masih menunggu Leo.
"Sun bagaimana?" Tanya Leo yang baru sampai.
"Sepertinya ini sebuah markas." Jawab Sun
"Tapi mengapa tidak ada penjagaan?"
"Ntahlah, ayo kita masuk."
"Ayo."
Ckluntang ckluning...
"Siapa Sun ?"tanya Leo.
"Ini Dauna, wanita yang waktu itu aku selamat kan. Sebenarnya aku sudah ada janji dengan dia tetapi di jalan aku malah melihat mobil Tuan King. Aku lupa untuk mengabarinya." Jawab Sun.
"Cepat selesaikan urusanmu, jangan sampai kita ketahuan."
"Baiklah, aku keluar sebentar."
"Hay Sun, aku sudah sampai," sapa wanita itu lewat panggilan telvon.
"Emm Nona, maafkan aku. Mendadak aku ada urusan yang harus aku selesaikan, tapi aku janji setelah urusanku selesai kita akan bertemu."
"Oh iya tidak papa Sun, semoga urusan mu berjalan dengan lancar. Baiklah byeee," ucap wanita terlihat tegar, tetapi sesungguhnya hatinya sangat kecewa.
"Terima atas pengertian mu nona," ucap Sun yang merasa tidak enak.
Sun pun kembali kepada Leo.
"Apa sudah selesai ?"tanya Leo
"Sudah, ayo kita masuk kedalam."
"Leo tidak apa apa disini, dimana mereka ?"
"Ntah Sun."
Saat mereka sedang ingin keluar tiba tiba terdengar suara, dan mereka pun segera bersembunyi.
"Jangan lupa jam 1 malam kita akan mengeluarkan senjata itu, perketat penjagaan."
"Baik Tuan."
Saat Tuan King keluar, Sun dan Leo diam diam mengikuti anak buah Tuan king menuju ke ruangan rahasia mereka.
Sun Leo sangat terkejut karena ruangan rahasia itu adalah tempat pembuatan senjata senjata itu. Ternyata senjata itu tidak di seludupkan dari luar, tetapi Tuan King sendirilah yang membuatnya. pantas saja mereka tidak menemukan apa apa dari mafia mafia lain yang mereka selidiki, karena dalangnya adalah Bos mereka sendiri.
Sun dan Leo meletakkan alat untuk mendengarkan suara dan melihat aktivitas mereka, setelah alat itu terpasang mereka dengan cepat pergi dari sana.
Mereka dengan cepat kembali ke toko bunga dan segera memberi tahu yang lain.
setelah sampai ke toko bunga Leo segera menjelaskan ke Rio dengan apa yang dia ketahui.
"Apa ! bukankah mereka akan bertindak berbarengan dengan penyeludupan narkoba, dan itu akan terjadi satu Minggu lagi." ucap Rio kesal.
"Mungkin itu hanyalah alibi Tuan King untuk melancarkan aksi mereka."
"Aku tidak percaya ini, pantas saja kita tidak bisa menemukan petunjuk, ternyata dalangnya adalah Tuan king sendiri." umpat Rio.
"Lalu kita harus bagaimana," ucap Deon.
" Aku akan menghubungi Miss Maoura dan kalian pantai terus pergerakan mereka." ucap Rio.
"Baiklah."
..
Rio dengan cepat menuju Markas mafia milik Maoura.
"Sekertaris Max ada yang ingin saya sampaikan," ucap Rio setelah bertemu dengan sekertaris Max.
"Apa ada petunjuk Chef ?"
"Ternyata senjata itu milik Tuan king, dan dia akan menjalankan aksi nya jam 1 malam nanti."
" Pantas saja kita tidak dapat menemukan petunjuk dari mafia Lain, ternyata Tuan King sendirilah dalangnya." ucap sekertaris Max.
"Saya akan terus memantau keadaan mereka, kami mohon kerjasamanya sekertaris Max," ucap Rio sopan.
"Itu sudah tugas kami. Terima kasih atas informasi nya, saya akan segera menghubungi Miss Maoura tentang perihal ini."
"Baiklah jika begitu, saya permisi dulu sekertaris Max."
"Baiklah, hati hati chef."
Sekertaris Max langsung menuju perusahaan milik Maoura untuk memberikan informasi.
" Ada berita penting apa sekertaris Max ?"
" Miss ternyata Tuan king sendiri lah dalang dari semua ini, dia pembuat pengedar senjata itu dan mereka akan bertindak jam 1 malam nanti."
" Tuan King ..! ucap Maoura geram di dalam hati. Maoura meremas kuat pena yang dia pegang.
Akhirnya pertempuran sahabat terjadi lagi. Dahulu Maoura 1 melawan Back sahabat Tuan Widjaya dan sekarang Maoura 2 kembali menghidupkan kenangan lama, dia akan melawan Tuan King sahabat dari Tuan Widjaya dan juga Tuan Back.