
Di gedung tua di tengah hutan, dengan perlahan Rio memasuki gedung tua itu.
"Siapa kamu ?"tanya Rio yang melihat seorang misterius duduk membelakangi Rio.
"Aku tahu kamu adalah anak dari seorang supir yang mati di tembak oleh Maoura," ucap Orang misterius itu.
Rio yang mendengar itu sangat terkejut di buatnya.
"Siapa kamu sebenarnya !!"
"Ha ha ha hahahaha aku adalah orang yang memiliki tujuan sama denganmu," ucap orang itu.
"Apa maksud kamu !?"
"Aku tahu kamu datang ke keluarga widjaya untuk balas dendam."
"Siapa kamu sebenarnya dan apa mau kamu !"
"Aku ingin kita bekerja sama."
Perlahan orang misterius itu berdiri dan membalikan badanya.
"Max !!!!"ucap Rio yang sangat terkejut.
"Iya Rio ini aku."
"Max !! apa maksud semua ini, dari mana kamu tahu tentang aku ?"
Max mengambil napas dalam dalam dan menceritakan masa lalunya.
"Waktu itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri disaat Maoura kecil yang jahat itu menembak kepala paman aku. Aku bersembunyi di bawah meja dan menyaksikan semua yang Maoura lakukan terhadap paman dan bibikku.
Di saat Maoura dan Widjaya keluar, tuan Winanto dengan baik hati menghampiriku dan membawanya bersamanya, dia berjanji akan mengasuhku karena semua keluarga ku telah di habisi oleh Maoura.
Di saat itu aku berada di mobil terpisah oleh Maoura dan tuan Widjaya, dan ternyata mereka tidak berhenti disitu.
"Berarti Maoura tidak hanya membunuh ayahku waktu itu, tetapi juga telah membunuh keluargamu !?"ucap Rio yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Aku bisa langsung mengenalmu di saat pertama kali bertemu, tapi bagaimana bisa Maoura tidak bisa mengenalmu ?" ucap Max bertanya tanya.
"Apakah wajahku tidak berubah ?"tanya Rio dengan heran.
"Sedikit, tetapi harusnya Maoura bisa mengenalmu kecuali jika dia berpura pura tidak tahu," ucap Max menduga duga.
Mereka tidak ada yang tahu jika Maoura yang ada di hadapan mereka bukanlah Maoura yang sama, tetapi kembarannya si Maoura mata si mata tajam.
"Apa kamu yakin !! lalu apa kamu punya rencana untuk balas dendam kepada Maoura?"tanya Rio.
"Sebentar lagi Maoura akan menyerahkan status CEO kepada Laras, aku bisa membuat dokumen palsu untuk memanipulasi dokumen itu atas nama kamu. Untuk merebut perusahaan itu kita harus memiliki cap dari Tuan Raden dan juga Maoura. Di waktu itu kita harus menyandera Maoura terlebih dahulu." ide Max.
"Bagaimana caranya ?"
"Maoura memiliki pulau pribadi, aku sudah menyiapkan pasukan untuk memantau pulau itu. Setelah Laras sudah di Lantik menjadi CEO, kamu harus melakukan bulan madu ke pulau itu, disana kita akan menyandera Maoura dan kita akan memanipulasi kematian Maoura," ucap Max, dia sudah memikirkan semua ini dengan matang matang.
"Max, apa kejadian di laboratorium bawah laut itu ulah kamu !!?"tanya Rio ragu.
"Ha.ha.hahhahaha tentu saja Rio, bagaimana menurutmu. Jika kamu tidak datang, seharusnya Maoura sudah mati !!"teriak Max dengan kesal.
Walaupun Rio membenci Maoura, entah mengapa dia sangat sulit untuk setuju dengan permainan Max.
"Rio, kamu harus ingat bagaimana penderitaan ayahmu di akhir hayatnya," ucap Max untuk membangkitkan dendam Rio.
"Kamu benar Max, aku ingat semua !!"ucap Rio dengan menggertakan giginya.
Rio tidak akan lupa tujuannya masuk kedalam rumah itu adalah untuk balas dendam kepada keluarga kaya itu.
Max dan Rio telah merencanakan niat jahat mereka dengan sangat matang. Tinggal nunggu waktu yang tepat untuk memulai aksi mereka.