
DOOORRRR !!!!
Suara tembakan memecahkan keheningan di dalam yang penuh dengan tegangan itu.
"Widjayaaa !!!!teriak King yang terkejut
DOR !! DOR !! DOR !! DOR !!"suara tembakan itu terulang lagi, dan sekarang King dan Back tidak dapat berbuat apa apa karena mereka juga terkena tembakan.
Maoura uang yang melihat kakek'nya tertembak langsung menyerang ******* itu.
"SERAAAANG !!!!"seru Maoura memberi aba aba.
Di saat Maoura menyerang para ******* itu, Rio,Leo, dan Juo membawa Tuan Widjaya, King dan Back keluar dari hutan agar mendapatkan pertolongan.
Dari mata Maoura memohon kepada Rio agar menyelamatkan kakeknya. Dan Rio pun mengangguk seolah berkata"percaya padaku".
Maoura dan para pasukanya yang datang dengan tiba tiba menghajar para ******* itu secara membabi buta, di saat ******* itu merasa terpojok mereka membuka baju mereka dan memperlihatkan Bom yang menempel pada tubuh mereka.
"Mundur atau aku akan meledakan tempat ini !!"ancam ******* itu.
"Setop !!"ucap Maoura memberi aba aba mundur.
Akhirnya Maoura dan sebagian mafia di lumpuhkan oleh ******* itu.
Bukan karena takut mati, tetapi Maoura memikirkan semua anak buahnya yang tidak sedikit.
"Diam dan jangan ada yang bergerak !!ancam ******* itu lagi.
"Ayo cepat pindahkan senjata itu ke helikopter kita !!"ucap ******* itu.
Di saat semua ******* itu sedang sibuk memindahkan senjata, Deon yang dari sedang bersembunyi mengotak ngatik laptop canggihnya untuk memblok Bom digital itu.
Setelah hampir 15 menit Deon menemukan ada 15 titik Bom di tempat itu.
Deon memberi arahan kepada mafia lain yang sedang bersembunyi untuk menjatuhkan ******* lain yang sedang bersembunyi juga.
Setelah ******* luar sudah di lumpuhkan, Deon memberi tahu Maoura bahwa Bom yang terpasang sudah di kunci.
Maoura dan 50 mafia yang sedang di Sandra mencari celah untuk melawan para ******* itu.
"Cek cek Miss apa kamu masih mendengar ku?"tanya deon.
"Iya aku mendengar mu," jawab Maoura dengan sangat lirih.
"Oke Miss Bom memang sudah di kunci, tetapi saya tidak bisa memastikan jika mereka memiliki Bom manual," ucap Deon memperingati Maoura agar lebih barhati hati.
"Deon jika semua lawan di luar area sudah di lumpuhkan aku meminta kalian segera mundur dan menjauh dari seni," ucap Maoura dengan nada lirih.
"Tapi Miss !?"ucap Deon ragu.
"Ini perintah, cepat tinggalkan tempat ini dengan mafia lainnya."
Deon dengan ragu menyuruh para pasukan untuk mundur, awalnya mereka ragu meninggalkan Maoura dan mafia lain tetapi Deon berkata jika itu adalah perintah.
Semua pasukan mundur, setelah mereka keluar dari hutan menuju jalan utama, Deon menemui Rio yang sedang memberikan pertolongan pertama kepada Tuan king dan yang lain.
Mereka dari awal sudah mempersiapkan semua peralatan medis yang di butuhkan untuk pertolongan pertama sampai helikopter siap lepas landas.
"Deon mana Maoura ?"tanya Rio yang terlihat cemas.
"Dia.. dia masih di dalam, dia masih disandera oleh para ******* itu. Setelah aku mengunci Bom mereka Maoura meminta kami untuk mundur," jelas Deon Kepada Rio.
"Baiklah kamu urus sisanya disini, aku akan menyusul Maoura."
"Tapi Rio !!"
"Percayalah kami akan selamat !!"teriak Rio yang mulai berlari memasuki hutan itu untuk membantu Maoura.
Di saat Rio sampai dia melihat Maoura dan pasukannya sedang melawan para ******* itu. Di saat semua para lawan sudah di lumpuhkan Maoura yang tidak memperhatikan sekitar tidak tahu jika salah satu ******* yang sudah tepar mencoba menembak Maoura dari belakang.
DOR !!" Satu suara tembakan membuat mata Maoura memerah.
"Riooo !!!" teriak Maoura histeris, demi menyelamatkan nya Rio rela mengorbankan dirinya.
Maoura histeris memanggil nama Rio..
"Rioo buka matamu Rioooo hik hik ,, maafkan aku Rio maafkan aku, sadarkah Rio jika kamu mati bagaimana dengan restoran yang sudah di bangun untukmu hik hik hik," ucap Maoura histeris.
Rio membuka matanya dan tersenyum," Miss aku tidak papa, jangan khawatir restoran itu tetap akan aku jalani," ucap Rio yang sadar dari pingsannya. Karena terlalu khawatir Maoura lupa jika mereka sudah menggunakan pelindung anti peluru.
Tetapi jika Rio tidak segera menyelamatkan Maoura, maka ******* itu akan menembak kepala Maoura. Tubuh Rio lebih tinggi dari Maoura sehingga peluru itu tidak sampai ke kepala Rio.
Maoura sangat malu dan gugup ternyata Rio tidak kenapa kenapa, Maoura merutuki dirinya sendiri mengapa bertindak konyol di depan Rio.
"Baguslah jika kamu tidak kenapa kenapa, ayo kita keluar dari tempat ini. Sisanya biar anak buahku yang mengurus." Ucap Maoura dengan nada cetus untuk menghilangkan rasa grogi nya.
"Baiklah Miss," ucap Rio yang langsung menggendong Maoura.
"Apa yang kamu lakukan !!"tanya Maoura terkejut.
"Maaf Miss tetapi kaki anda terluka parah, izinkan saya menggendong anda," ucap Rio yang mengetahui kaki Maoura terluka karena terkena pisau lawan.
"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku chef !?"
"Maafkan saya Miss," ucap Rio yang tidak memperdulikan perintah dari Maoura.
Maoura pun akhirnya pasrah dan menyembunyikan wajahnya di dada Rio. Rio tersenyum senang melihat wajah merah dari Maoura.
Setelah sampai kejalan utama Rio menurunkan Maoura dan para mafia medis langsung membawakan obat dan perban untuk Maoura.
"Terima kasih banyak semua, ini semua berkat kalian. Dan untuk mu Rio, aku sangat berterima kasih kepadamu dan juga teman temanmu itu. Tanpa kalian mungkin saja akan banyak nyawa yang di pertaruhkan," ucap Maoura dengan tulus.
"Itu sudah tugas kami untuk melindungi negara Miss," ucap Rio sopan.
Akhirnya malam panjang mereka berlalu dengan sempurna, para ******* itu telah di musnahkan dan senjata itu di bawa ke gudang milik Maoura.
Maoura datang kerumah sakit untuk menjenguk kakeknya yang sedang terlelap setelah melakukan operasi mengeluarkan peluru dari lengan kanannya, sedangkan Tuan Back terkena tembakan di bahu kanan, sedangakan Tuan king terkena tembakan tepat di jantung nya. Beruntung tuan king menggunakan baju Anti peluru, tetapi karena jarak dekat Tuan King terkena kejut jantung yang membuatnya pingsan. Tetapi dokter sudah memvonis jika Tuan King akan memiliki jantung yang lemah setelah kejadian itu.
"Miss, percayalah Tuan Widjaya akan baik baik saja," ucap Rio mencoba menghibur Maoura.
"Terima kasih banyak Rio. Oya sedari tadi aku tidak melihat sekertaris Max, dimana dia?"tanya Maoura.
"Saya tidak tahu Miss," ucap Rio yang juga tidak melihat sekertaris Max sedari tadi.
Tiba tiba ada ada suster dengan cepat membawa seorang pasien ke ruangan oprasi.
Maoura dan Rio melihat sekertaris yang tidak sadarkan diri.
"Hay ada dengan sekertaris Max ?"tanya Maoura kepada salah mafia yang telah menolong Sekertaris Max.
"Sebenarnya bertepatan dengan Miss Maoura di selamatkan dengan Rio, disisi lain ada ******* yang akan menembak anda juga, untung ada sekertaris Max yang siap melindungi anda Miss," ucap mafia itu memberi kesaksian.
" Apaa !! Kenapa aku bisa sampai tidak tahu ?"ucap Maoura merasa bersalah.
"Mungkin karena anda terlalu menghawatirkan Tuan ini(Rio) sehingga anda kurang memperhatikan sekitar, Maafkan kelancangan atas pendapat saya Miss."
"Tidak papa, ini memang salahku. Kamu jaga sekertaris Max, usahakan agar dia tetap selamat," ucap Maoura yang merasa tubuhnya begitu lemas.
"Miss sebaiknya anda beristirahat juga," ucap Rio dengan sangat pelan.
Karena paksaan dari Rio akhirnya Maoura di infus dan di rawat. Ntah mengapa Maoura nurut saja dengan apa yang di katakan Rio, padahal selama ini tidak ada yang berani hanya untuk memerintah Maoura.
Rio menemani Maoura untuk menghabiskan pagi yang indah itu untuk beristirahat sejenak, karena semalaman mereka habiskan untuk berperang.